ISTIGHFAR YANG PALING BAGUS




ISTIGHFAR YANG PALING BAGUS


❀━━━━━━≋≋━━━━━━❀



❓Pertanyaan:


Manakah yang lebih utama? Lafaz "astaghfirullahal ‘adzim" , "astaghfirullah", atau "astaghfirullah wa atubu ilaih"?




📝Jawaban:


💬 "Istighfar dalam zikir setelah shalat fardu cukup dengan lafaz: astaghfirullah.


🖊️ Disebutkan dalam sebagian riwayat hadits dari sahabat Tsauban radhiallahu anhu,



كَانَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، إِذَا انْصَرَفَ مِنْ صَلَاتِهِ اسْتَغْفَرَ ثَلَاثًا


“Apabila Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam selesai dari shalatnya, beliau beristigfar tiga kali.”



❓Seorang perawi bertanya kepada Imam al-Auza’i bagaimana cara beristigfarnya. 


👉🏻 Beliau menjawab, 

“Bacalah,  ‘astaghfirullah, astaghfirullah’.”

(HR. Muslim, no. 591)



☝🏻 Namun, jika yang dimaksud ialah beristighfar secara umum dalam rangka mengamalkan perintah Allah subhanahu wa ta’ala,



وَأَنِ ٱسۡتَغۡفِرُواْ رَبَّكُمۡ ثُمَّ تُوبُوٓاْ إِلَيۡهِ



“Dan hendaklah kamu beristigfar (minta ampun) kepada Rabb-mu dan bertobat kepada-Nya.”
(Hud: 3)



🖊️ Demikian juga sabda Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam,



وَاللَّهِ إِنِّي لَأَسْتَغْفِرُ اللَّهَ وَأَتُوبُ إِلَيْهِ فِي اليَوْمِ أَكْثَرَ مِنْ سَبْعِينَ مَرَّةً



“Demi Allah, sesungguhnya aku beristighfar dan bertobat kepada Allah dalam satu hari lebih dari tujuh puluh kali.”

(HR. al-Bukhari, dari sahabat Abu Hurairah radhiallahu anhu)



يَا أَيُّهَا النَّاسُ تُوبُوا إِلَى اللهِ، فَإِنِّي أَتُوبُ فِي الْيَوْمِ إِلَيْهِ مِائَةَ مَرَّةٍ



“Wahai manusia, bertobatlah dan beristighfarlah kepada Allah, karena sesungguhnya aku bertobat setiap hari seratus kali.”

(HR. Muslim, no. 2702, dari sahabat al-Aghar bin Yasar al-Muzani radhiallahu anhu)



☝🏻 Wallahu a’lam, yang lebih sesuai dengan ayat dan hadits tersebut adalah "astaghfirullah wa atubu ilahi".


☝🏻 Ketahuilah bahwa dalam bacaan istighfar ada yang disebut sebagai sayyidul istigfar (yang paling mulia/bagus).


🖊️Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda, 

“Sayyidul istighfar adalah engkau membaca,



اللَّهُمَّ أَنْتَ رَبِّي لاَ إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ، خَلَقْتَنِي وَأَنَا عَبْدُكَ، وَأَنَا عَلَى عَهْدِكَ وَوَعْدِكَ مَا اسْتَطَعْتُ، أَعُوذُ بِكَ مِنْ شَرِّ مَا صَنَعْتُ، أَبُوءُ لَكَ بِنِعْمَتِكَ عَلَيَّ، وَأَبُوءُ لَكَ بِذَنْبِي، فَاغْفِرْ لِي فَإِنَّهُ لاَ يَغْفِرُ الذُّنُوبَ إِلَّا أَنْتَ



ALLAAHUMMA ANTA RABBII LAA ILAAHA ILLAA ANTA, KHALAQTANII WA ANA ‘ABDUKA, WA ANA ‘ALAA ‘AHDIKA WA WA’DIKA MASTATHA’TU, A’UDZUBIKA MIN SYARRI MA SHANA’TU, ABUUU LAKA BINI’MATIKA ‘ALAYYA, WA ABUUU LAKA BIDZANBII, FAGHFIRLII, FAINNAHUU LAA YAGHFIRUDZ DZUNUUBA ILLAA ANTA.”


👉🏻 Beliau صلى الله عليه وسلم bersabda,



وَمَنْ قَالَهَا مِنَ النَّهَارِ مُوقِنًا بِهَا، فَمَاتَ مِنْ يَوْمِهِ قَبْلَ أَنْ يُمْسِيَ، فَهُوَ مِنْ أَهْلِ الجَنَّةِ، وَمَنْ قَالَهَا مِنَ اللَّيْلِ وَهُوَ مُوقِنٌ بِهَا، فَمَاتَ قَبْلَ أَنْ يُصْبِحَ، فَهُوَ مِنْ أَهْلِ الجَنَّةِ



“Barang siapa membacanya di waktu siang dengan meyakininya, kemudian dia mati pada hari tersebut sebelum petang (malam), niscaya dia termasuk penduduk surga. Barang siapa membacanya di waktu malam dengan meyakininya, kemudian dia mati sebelum subuh, niscaya dia termasuk penduduk surga.”
(HR. al-Bukhari, no. 1747, dari sahabat Syaddad bin Aus radhiallahu anhu)



Wallahu a’lam bish-shawab.



(Ustadz Abu Ishaq Abdullah Nahar حفظه الله تعالى )







•┈┈┈┈•✿❁✿••✿❁✿•┈┈┈┈•


       🍃Turut menyebarkan:

WA 🌹syarhus sunnah lin nisaa







Karena Engkau Wajib Menuntut Ilmu


🇸 🇸  🇱 🇳



 ••••🌸▫️🌸▫️🌸▫️🌸••••


📬 Diposting ulang hari Jum'at, 16 Jumadil Akhir 1442 H / 29 Januari 2021 M






🎀 Nisaa` As-Sunnah 🎀












 

ISTIGHFAR YANG PALING BAGUS   ISTIGHFAR YANG PALING BAGUS Reviewed by Nisaa` As-Sunnah 6 on February 03, 2021 Rating: 5

No comments:

Events

ads
Powered by Blogger.