Kajian Tauhid Kitab Tsalatsatul Ushul (Pertemuan 26): LARANGAN SYIRIK

LARANGAN SYIRIK


KAJIAN TAUHID
Dari kitab:
Tsalatsatul Ushul
(=Tiga Landasan Utama)
Penulis:
Asy-Syaikh Muhammad bin Abdul Wahab رحمه الله تعالى
Syarah/Penjelasan oleh:
Asy-Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin رحمه الله



بسم الله الرحمن الرحيم
:الحمدلله والصلاة والسلام على رسول الله وعلى اله وصحبه ومن والاه، أما بعد

Saudaraku seiman, semoga rahmat Allah dilimpahkan untukku dan untuk kalian semua. Amin.

Kita kembali mengkaji matan kitab:

. وأعظم ما نهى عنه الشرك
وهو: دعوة غيره معه، والدليل قول الله تعالى: واعبدوا الله ولا تشركوا به شيئا.  سورة النساء، الآية: ٣٦

Artinya:
"Dan perkara terbesar yang dilarang oleh Allah adalah SYIRIK, yaitu: Beribadah kepada selain Allah di samping ibadah kepada Allah. Dalilnya: Allah ta'ala berfirman, "Dan beribadahlah kepada Allah dan janganlah kalian menyekutukan-Nya dengan sesuatu apapun." (QS. An-Nisa`: 36)

SYARAH (PENJELASAN):

LARANGAN Allah yang paling besar adalah SYIRIK.
Karena HAK yang paling besar adalah HAK ALLAH azza wajalla.

Maka jika seseorang meremehkannya, maka sungguh dia telah meremehkan hak yang paling besar, yakni (HAK ALLAH SATU-SATUNYA) adalah: 
MENTAUHIDKAN ALLAH

(Yakni maksudnya, satu-satunya hak Allah adalah: DIIBADAHI DAN TIDAK DISEKUTUKAN. Keterangan pen.)

Allah ta'ala berfirman,

 إِنَّ الشِّرْكَ لَظُلْمٌ عَظِيمٌ ۩

"Sesungguhnya syirik benar-benar kezhaliman yang besar." (QS. Luqman: 13)

Dan Allah ta'ala berfirman,

وَمَنْ يُشْرِكْ بِاللَّهِ فَقَدِ افْتَرَىٰ إِثْمًا عَظِيمًا ۩

"Dan barang siapa menyekutukan Allah, maka sungguh dia telah berbuat dosa besar." (QS. An-Nisa`: 48)

Dan Allah azza wajalla berfirman,

وَمَنْ يُشْرِكْ بِاللَّهِ فَقَدْ ضَلَّ ضَلَالًا بَعِيدًا ۩

 "Dan barang siapa menyekutukan Allah, maka sungguh dia telah tersesat sejauh-jauhnya." (QS. An-Nisa`: 116)

Dan Allah ta'ala berfirman,

إِنَّهُ مَنْ يُشْرِكْ بِاللَّهِ فَقَدْ حَرَّمَ اللَّهُ عَلَيْهِ الْجَنَّةَ وَمَأْوَاهُ النَّارُ وَمَا لِلظَّالِمِينَ مِنْ أَنْصَارٍ ۩

"Sesungguhnya barang siapa yang menyekutukan Allah, maka sungguh Allah haramkan untuknya surga, dan tempat kembalinya adalah neraka dan tidak ada seorang penolong pun bagi orang-orang yang zhalim." (QS. Al-Maidah: 72)

Dan Allah ta'ala berfirman,

إِنَّ اللَّهَ لَا يَغْفِرُ أَنْ يُشْرَكَ بِهِ وَيَغْفِرُ مَا دُونَ ذَٰلِكَ لِمَنْ يَشَاءُ ۚ 

"Sesungguhnya Allah tidak mengampuni dosa syirik, dan Dia mengampuni semua dosa selain syirik bagi siapa yang dikehendaki-Nya." (QS. An-Nisa`: 48)

Keterangan pen.:

Dalam syarah di atas, Asy-Syaikh Utsaimin رحمه الله menjelaskan tentang dosa paling besar, yaitu SYIRIK dengan dalil-dalil dari ayat Al-Qur'an.

Berikut ini beliau رحمه الله menjelaskan dengan dalil-dalil dari hadits.

Nabi صلى الله عليه وسلم bersabda,

أعظم الذنب أن تجعل لله ندا وهو خلقك

"Dosa paling besar adalah engkau menjadikan sekutu bagi Allah, padahal Dia yang menciptakanmu." (HR. Bukhari dan Muslim)

Dan beliau bersabda dalam riwayat Muslim dari Jabir رضي الله عنه,

من لقي الله لا يشرك به شيئا دخل الجنة، ومن لقيه يشرك به شيئا دخل النار

"Barang siapa berjumpa dengan Allah dalam keadaan tidak menyekutukan Allah dengan sesuatu apapun, maka dia masuk surga, dan barang siapa berjumpa dengan Allah dalam keadaan menyekutukan Allah dengan sesuatu, maka dia masuk neraka." (HR. Muslim)

Dan Nabi صلى الله عليه وسلم bersabda,

من مات وهو يدعوا من دون الله ندا دخل النار

"Barang siapa mati dalam keadaan dia berdoa kepada selain Allah, maka dia masuk neraka." (HR. Bukhari)

Penulis رحمه الله mengambil dalil terhadap perintah Allah untuk beribadah (hanya kepada Allah) dan larangan-Nya dari menyekutukan-Nya dengan firman Allah azza wajalla,

وَاعْبُدُوا اللَّهَ وَلَا تُشْرِكُوا بِهِ شَيْئًا ۖ 

"Dan beribadahlah kalian kepada Allah dan jangan menyekutukan-Nya dengan sesuatu apapun." (QS. An-Nisa`: 36)

Maka Allah ta'ala memerintahkan untuk

beribadah hanya kepada-Nya, dan
melarang syirik (menyekutukan-Nya)

Hal ini mengandung penetapan untuk be
 ribadah kepada-Nya saja.

Maka siapa yang tidak beribadah kepada Allah maka dia KAFIR LAGI SOMBONG, dan

Barang siapa yang beribadah kepada Allah, tapi juga beribadah kepada yang lain di samping kepada Allah, maka dia KAFIR MUSYRIK

Keterangan pen.:

Maka DEFINISI/pengertian MUSYRIK sesuai dengan matan dan syarah di atas, bahkan sesuai dengan Al-Quran dan As-Sunnah, yaitu:

BERIBADAH KEPADA ALLAH DAN BERIBADAH KEPADA SELAIN ALLAH.(selesai keterangan pen.)

Dan barang siapa beribadah kepada Allah saja, maka dia seorang  MUSLIM YANG IKHLAS

Syirik ada dua macam:

1. Syirik besar
2. Syirik kecil

1. SYIRIK BESAR yaitu semua yang dinyatakan syirik oleh pembuat syariat (Allah) dan mengandung konsekuensi yang membuat seseorang keluar dari agamanya.

2. SYIRIK KECIL yaitu semua ucapan dan perbuatan yang dinyatakan oleh syariat dengan sifat syirik, tapi tidak mengeluarkan seseorang dari agama.

Dan WAJIB atas manusia untuk WASPADA terhadap dosa syirik, baik:
syirik besar, maupun
syirik kecil

Karena Allah ta'ala telah berfirman,

إِنَّ اللَّهَ لَا يَغْفِرُ أَنْ يُشْرَكَ بِهِ ۩

"Sesungguhnya Allah tidak mengampuni dosa syirik." (QS. An-Nisa`: 48)

Selesai syarah Walhamdulillah


Diterjemahkan oleh Al-Ustadzah Ummu Abdillah Zainab bintu Ali Bahmid hafizhahallah pada Kamis,  8 Dzulqa`dah 1437 H / 11 Agustus 2016

Akhawati fillah, jika ada yang tidak dipahami, silakan dicatat untuk ditanyakan ketika jadwal Tanya Jawab hari Kamis dan Jum'at bulan depan.

Barakallahu fikunna


Bagi yang ingin mendapatkan faedah dari dars Kitab Tsalatsatul Ushul yang telah berlalu, silakan mengunjungi:

Website 
      ● http://annisaa.salafymalangraya.or.id

Channel Telegram
      ● http://bit.ly/nisaaassunnah
      ● http://bit.ly/tsalatsatulushul
  


Nisaa` As-Sunnah
Kajian Tauhid Kitab Tsalatsatul Ushul (Pertemuan 26): LARANGAN SYIRIK Kajian Tauhid Kitab Tsalatsatul Ushul (Pertemuan 26): LARANGAN SYIRIK Reviewed by Nisaa` As-Sunnah on August 16, 2016 Rating: 5

Events

ads
Powered by Blogger.