Kajian Tauhid Kitab Tsalatsatul Ushul (Pertemuan 61): AL-ISLAM



KAJIAN TAUHID

Dari kitab:
Tsalatsatul Ushul
(Tiga Landasan Utama)

Penulis:
Asy-Syaikh Muhammad bin Abdul Wahab رحمه الله تعالى

Syarah/Penjelasan oleh:
Asy-Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin رحمه الله

بسم الله الرحمن الرحيم
الحمدلله والصلاة والسلام على رسول الله وعلى اله وصحبه ومن والاه، أما بعد:

Akhawati fillah, kita lanjutkan kajian TAUHID. Kita telah sampai pada USHUL KEDUA, yakni MAKRIFATU DINIL ISLAM BIL ADILLAH (Mengenal Agama Islam dengan Dalil-dalilnya).

Telah kita pelajari sebelumnya, bahwa dinul Islam terdiri dari tiga tingkatan:

1. Al-Islam

2. Al-Iman

3. Al-Ihsan

Sekarang kita kaji tingkatan yang pertama, yaitu AL-ISLAM
Kita kembali pada matan:

 فأركان الإسلام خمسة :

"Maka Al-Islam, rukunnya ada lima."

SYARAH/PENJELASAN

Dalil permasalahan ini adalah hadits Ibnu Umar رضي الله عنهما, dia berkata, "Nabi صلى الله عليه وسلم bersabda,

بني الإسلام على خمس شهادة أن لا إله إلا الله وأن محمدا رسول الله،  وإقام الصلاة، وإيتاء الزكاة، وصوم رمضان، وحج بيت الله الحرام.

'Al-Islam dibangun di atas lima:  bersaksi bahwa tidak ada sesembahan yang haq kecuali Allah dan bahwa Muhammad adalah utusan Allah, mendirikan shalat, membayar zakat, puasa di bulan Ramadhan, dan haji ke Baitullah Al-Haram'."

MATAN/ISI KITAB:

 شهادة أن لا إله إلا الله وأن محمدا رسول الله, 

"(Rukun yang pertama:) Syahadat bahwa tidak ada sesembahan yang haq, kecuali Allah dan bahwa Muhammad adalah utusan Allah."

SYARAH/PENJELASAN:

Bersaksi bahwa tidak ada sesembahan yang haq kecuali Allah dan bahwa Muhammad adalah Rasulullah (dua kalimat syahadat, pen.) ini merupakan rukun yang SATU. 

Dua kalimat syahadat tersebut merupakan rukun yang satu, meskipun terdiri dari dua bagian, atau terdiri dari dua kalimat.

Keterangan pen.:

Kalimat syahadat terdiri dari dua kalimat:
1. Syahadat Tauhid, yaitu: Kalimat  أشهد أن لا إله إلا الله 

2. Syahadat Rasul, yaitu:
 وأشهد أن محمدا رسول الله

Dua kalimat syahadat itu=satu rukun.

(selesai Keterangan pen.). 

Kembali pada SYARAH:

(Mengapa dua kalimat dalam syahadat tersebut bersatu menjadi satu rukun?), Sebab semua ibadah harus dibangun di atas realisasi dua kalimat syahadat tersebut secara bersamaan tanpa terpisah. 

Maka ibadah TIDAK DITERIMA, kecuali dengan DUA SYARAT, yaitu:
1. IKHLAS hanya untuk Allah azza wajalla. Dan inilah realisasi dari syahadat *'laa ilaha illallah'*.

2. ITTIBA' (MENGIKUTI) RASULULLAH صلى الله عليه وسلم.  
Dan Inilah realisasi dari syahadat *'anna Muhammad Rasulullah'*.

MATAN/ISI KITAB:

 وإقام الصلاة،  وإيتاء الزكاة، وصوم رمضان،  وحج بيت الله الحرام. 

"Dan mendirikan shalat,  membayar zakat,  puasa di bulan Ramadhan,  dan haji ke Baitullah Al-Haram."
(MATAN di atas tidak ada syarahnya).

Kita mengkaji matan berikutnya pada kajian yang akan datang insya Allah.

Diterjemahkan oleh Al-Ustadzah Ummu Abdillah  bintu Ali Bahmid hafizhahallah pada Kamis, 26 Syawal 1438 H / 20 Juli 2017.



Akhawati fillah, jika ada yang tidak dipahami, silakan dicatat untuk ditanyakan melalui admin grup masing-masing.

Barakallahu fikunna

====================

Bagi yang ingin mendapatkan faedah dari dars Kitab Tsalatsatul Ushul yang telah berlalu, silakan mengunjungi:

Website http://www.nisaa-assunnah.com
      
Channel Telegram
      http://t.me/nisaaassunnah
      http://t.me/tsalatsatulushul
  

Nisaa` As-Sunnah

Kajian Tauhid Kitab Tsalatsatul Ushul (Pertemuan 61): AL-ISLAM Kajian Tauhid Kitab Tsalatsatul Ushul (Pertemuan 61): AL-ISLAM Reviewed by Nisaa` As-Sunnah 4 on August 25, 2017 Rating: 5

Events

ads
Powered by Blogger.