AL-FIQH AL-MUYASSAR (Pertemuan 91)



Pertemuan : 91


   KAJIAN FIKIH


Dari kitab:
AL-FIQH AL-MUYASSAR
(FIKIH PRAKTIS)


بسم الله الرحمن الرحيم
الحمدلله والصلاة والسلام على رسول الله وعلى اله وصحبه ومن والاه، أما بعد:


BAB KETUJUH

SHALAT  BERJAMAAH 

Bab ini terdiri dari beberapa bagian:

Bagian pertama

1⃣ KEUTAMAAN SHALAT BERJAMAAH DAN HUKUMNYA

1. KEUTAMAAN SHALAT BERJAMAAH

Shalat berjamaah di masjid merupakan salah satu dari  syiar Islam yang agung. Kaum muslimin telah sepakat,  bahwa mengerjakan shalat lima waktu di masjid termasuk ketaatan yang paling besar. Allah ta'ala telah mensyariatkan untuk umat ini agar berkumpul di waktu-waktu yang telah ditentukan, di antaranya adalah:

Shalat lima waktu, 
shalat Jum'at,
dua shalat Id, dan
shalat Khusuf (gerhana).

Dan perkumpulan yang paling besar dan paling utama adalah perkumpulan di PADANG ARAFAH yang mengisyaratkan kepada kesatuan umat dalam akidah, ibadah, dan syiar-syiar agamanya.

Perkumpulan besar dalam Islam ini disyariatkan demi untuk KEMASLAHATAN kaum muslimin,  di sana mereka
menjalin hubungan antara mereka,
saling mencari tahu kabar saudaranya yang lain,
dan hal-hal lain yang penting bagi umat Islam dengan berbagai macam bangsa dan suku.

Sebagaimana firman Allah ta'ala,

يَا أَيُّهَا النَّاسُ إِنَّا خَلَقْنَاكُمْ مِنْ ذَكَرٍ وَأُنْثَىٰ وَجَعَلْنَاكُمْ شُعُوبًا وَقَبَائِلَ لِتَعَارَفُوا ۚ إِنَّ أَكْرَمَكُمْ عِنْدَ اللَّهِ أَتْقَاكُمْ ۚ 

 "Wahai manusia, sesungguhnya Kami telah Menciptakan kalian dari seorang laki-laki dan seorang wanita, kemudian Kami jadikan kalian berbangsa-bangsa dan bersuku-suku agar kalian saling mengenal. Sesungguhnya yang paling mulia di antara kalian di sisi Allah adalah orang yang paling bertakwa." ﴾QS. Al-Hujurat: 13﴿

Sesungguhnya Nabi ﷺ telah mendorong umatnya untuk shalat berjamaah, dan beliau menjelaskan keutamaan dan pahalanya yang besar, beliau bersabda,

صلاة الجماعة أفضل من صلاة الفذ - يعني الفرد - بسبع وعشرين درجة.

 "Shalat berjamaah lebih utama daripada shalat sendiri dengan dua puluh tujuh derajat." (Muttafaqun 'alaih)

Nabi  ﷺۢ  juga bersabda,

صلاة الرجل في الجماعة تضعق على صلاته في بيته وفي سوقه خمسا وعشرين ضعفا، وذلك أنه إذا توضأ فأحسن الوضوء،  ثم خرج إلى المسجد لا يخرجه إلا الصلاة،  لم يخط خطوة إلا رفعت له بها درجة، وحط عنه بها خطيئة،  فإذا صلى لم تزل الملائكة تصلى عليه ما دام في مصلاه.

 "Shalatnya seorang laki-laki dengan berjamaah dilipatgandakan atas shalatnya di rumahnya, dipasarnya, sebanyak dua puluh lima kali lipat. Hal itu jika jika dia berwudhu dan membaguskan wudhunya lalu keluar ke masjid,  di mana tidak ada yang membuatnya keluar kecuali untuk shalat, maka tidaklah dia melangkah satu langkah, kecuali diangkat untuknya satu derajat dan dihapus satu kesalahannya, dan jika dia shalat, maka para malaikat selalu bershalawat untuknya selama dia di tempat shalatnya." (HR. Bukhari)

 2. HUKUM SHALAT BERJAMAAH

Bersambung insya Allah

•••━══ ❁✿❁ ══━•••

Diterjemahkan oleh Al-Ustadzah Ummu Abdillah bintu Ali Bahmid hafizhahallah pada hari Rabu, 19 Dzulqa'dah 1439 H / 1 Agustus 2018 M



Akhawati fillah, jika ada yang tidak dipahami, silakan dicatat untuk ditanyakan melalui admin grup masing-masing.

Barakallahu fikunna

#NAMuyassar #NAM91


🖥 Bagi yang ingin mendapatkan faedah dari dars kitab Al-Fiqhu Al-Muyassar, silakan mengunjungi:
Channel Telegram:
       ● http://t.me/NAmuyassar
Website: 
       ● http://www.nisaa-assunnah.com


🎀 Nisaa` As-Sunnah 🎀
AL-FIQH AL-MUYASSAR (Pertemuan 91) AL-FIQH AL-MUYASSAR (Pertemuan 91) Reviewed by Nisaa As-Sunnah 2 on August 02, 2018 Rating: 5

No comments:

Events

ads
Powered by Blogger.