AL-FIQH AL-MUYASSAR ( pertemuan 96)



Pertemuan : 96

  KAJIAN FIKIH 

Dari kitab:
AL-FIQH AL-MUYASSAR
(FIKIH PRAKTIS)


بسم الله الرحمن الرحيم
الحمدلله والصلاة والسلام على رسول الله وعلى اله وصحبه ومن والاه، أما بعد:

3. ORANG YANG KEHILANGAN SESUATU dan dia mengharap menemukannya atau orang yang takut kehilangan hartanya atau makanan pokoknya atau ada bahaya yang menimpanya.

Berdasarkan hadits Ibnu Abbas رضي الله عنهما marfu' (sampai kepada Rasulullah صلى الله عليه وسلم:

من سمع النداء فلم يمنعه من اتباعه عذر،  -قالوا:  وما العذر يا رسول الله؟  قال:  خوف أو مرض - لم يقبل الله منه الصلاة التي صلى.

"Barang siapa mendengar panggilan adzan, maka tidak ada uzur yang menahannya untuk menjawabnya (menghadiri shalat berjamaah).
Mereka bertanya, 'Apa uzurnya Wahai Rasulullah?'
Beliau menjawab, "Takut atau sakit."
Maka Allah tidak menerima shalat yang dikerjakannya." (HR. Abu Dawud no. 551)
Hadits ini dhaif dengan lafazh ini.
Akan tetapi shahih dengan lafazh:

من سمع النداء فلم يأته فلا صلاة له إلا من عذر. 

"Barang siapa mendengar adzan lalu tidak mendatanginya, maka tidak ada shalat baginya,  kecuali karena ada uzur."  (Lihat Irwaul Ghalil, 2/336-337)

Demikian pula, orang yang takut terhadap (keselamatan) dirinya,  hartanya, keluarganya atau anaknya, maka dia mendapat uzur untuk meninggalkan shalat berjamaah, karena  TAKUT adalah uzur.

4. ADANYA GANGGUAN KARENA TURUNNYA HUJAN, LUMPUR, SALJU ATAU ANGIN KENCANG YANG SANGAT DINGIN DI MALAM YANG GELAP

Berdasarkan hadits Ibnu Umar رضي الله عنهما,  dia berkata,

كان رسول الله صلى الله عليه وسلم يأمر المؤذن، إذا كانت ليلة باردة ذات مطر،  يقول: ألا، صلوا في الرحال.

"Rasulullah صلى الله عليه وسلم memerintahkan kepada muadzin ketika malam sangat dingin dan turun hujan untuk mengatakan,

ألا، صلوا في الرحال 

"Ketahuilah, shalatlah kalian di rumah-rumah kalian." (Muttafaqun 'alaih)

5. ADANYA KEBERATAN KARENA LAMANYA IMAM DALAM SHALAT

Berdasarkan ada seseorang yang shalat berjamaah bersama Muadz رضي الله عنه,  kemudian dia menyendiri,  lalu dia shalat sendirian ketika Muadz رضي الله عنه memanjangkan shalatnya. Ketika hal itu disampaikan kepada Rasulullah صلى الله عليه وسلم,  maka beliau tidak mengingkari apa yang dilakukan oleh orang tersebut. (Lihat Shahih Muslim, no. 465)

6. Bersambung insya Allah



 Diterjemahkan oleh Al-Ustadzah Ummu Abdillah bintu Ali Bahmid hafizhahallah pada hari Rabu, 16 Muharram 1440 H / 26 September 2018 M

====°°°°====°°°°====°°°°====

Akhawati fillah, jika ada yang tidak dipahami, silakan dicatat untuk ditanyakan melalui admin grup masing-masing.

Barakallahu fikunna

#NAMuyassar #NAM96
○○○○○○○○○○○○○○○○○○○○

Bagi yang ingin mendapatkan faedah dari dars kitab Al-Fiqhu Al-Muyassar, silakan mengunjungi:
 Channel Telegram:
       ● http://t.me/NAmuyassar
 Website: 
       ● http://www.nisaa-assunnah.com

🎀 Nisaa` As-Sunnah 🎀
AL-FIQH AL-MUYASSAR ( pertemuan 96) AL-FIQH AL-MUYASSAR ( pertemuan 96) Reviewed by Nisaa As-Sunnah 2 on September 28, 2018 Rating: 5

No comments:

Events

ads
Powered by Blogger.