Kitab Fiqh Al-Mar'atul Muslimah (Pertemuan 163)



Pertemuan : 163

  KAJIAN FIKIH

Dari kitab:
Fiqh Al-Mar'ah Al-Muslimah

Penulis:
Asy-Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin رحمه الله

بسم الله الرحمن الرحيم
الحمدلله والصلاة والسلام على رسول الله وعلى اله وصحبه ومن والاه، أما بعد:

SUJUD SAHWI

Sujud sahwi adalah sujud dua kali yang dilakukan ketika shalat untuk menutup/menambal kesalahan atau kekurangan yang terjadi dalam shalatnya karena lupa.

Keterangan penerjemah:

"As-Sahwu maknanya lupa. Sehingga dinamakan sujud SAHWI, yakni sujud yang dilakukan karena LUPA yang terjadi di dalam shalatnya." (Selesai keterangan pen.).

SEBAB SUJUD SAHWI ada tiga:

1. Kelebihan
2. Kekurangan
3. Ragu-ragu

 Keterangan pertama:

1. KELEBIHAN

Apabila orang yang sedang shalat kelebihan dalam berdirinya (kelebihan rakaat), dalam duduknya, rukuk atau sujudnya, yang itu dilakukan dengan sengaja, maka batal shalatnya.

Akan tetapi jika hal itu terjadi karena lupa dan dia tidak ingat kelebihannya sampai dia selesai shalat, maka tidak ada yang harus dia lakukan, kecuali sujud sahwi, dan shalatnya sah.

Dan jika dia ingat kelebihannya di tengah-tengah dia shalat, maka dia wajib kembali (ruju') dan wajib sujud sahwi, dan shalatnya sah.

CONTOH:

Seseorang shalat Zhuhur lima rakaat, dia tidak ingat kecuali ketika dia duduk tasyahud, maka dia harus
menyempurnakan tasyahud sampai selesai,
kemudian salam, lalu
sujud sahwi (dua kali sujud),
kemudian salam lagi.

Jika dia tidak ingat bahwa shalatnya kelebihan jumlah rakaat,  kecuali dia baru teringat setelah salam, maka dia
sujud sahwi (dua kali sujud) dan
salam.

Jika dia ingat kelebihannya ketika dia sedang berdiri di rakaat kelima, maka dia
langsung seketika itu dia duduk (ruju'/kembali),
baca tasyahud,
salam,
sujud sahwi,
salam.

DALILNYA:

Hadits Abdullah bin Mas'ud رضي الله عنه:

أن النبي صلى الله عليه وسلم صلى الظهر خمسا، فقيل له: أزيد في الصلاة؟ وما ذاك؟  ،  قالوا: صليت خمسا،  فسجد سجدتين بعدما سلم. وفي رواية.:  فثنى رجليه واستقبل القبلة فسجد سجدتين ثم سلم. رواه الجماعة.

Bahwa Nabi صلى الله عليه وسلم pernah shalat Zhuhur lima rakaat,  maka beliau ditanya, "Apakah anda menambah dalam shalat?"
Lalu beliau bertanya, "Apakah itu?"
Mereka berkata, "Anda shalat lima rakaat"
Maka beliau sujud dua kali, setelah beliau salam (salam selesai shalat Zhuhur)." 

Dalam riwayat yang lain: "Maka beliau melipat kedua kakinya, menghadap kiblat, lalu sujud dua kali, kemudian salam."  (Muttafaqun 'alaih)

Bersambung insya Allah


Diterjemahkan oleh Al-Ustadzah Ummu Abdillah bintu Ali Bahmid hafizhahallah pada Selasa, 14 Shafar 1440 H / 23 Oktober 2018 M.

Akhawati fillah, jika ada yang tidak dipahami, silakan dicatat untuk ditanyakan melalui admin grup masing-masing.

Barakallahu fikunna

#NAFiqih #NAFQ163
===================

Bagi yang ingin mendapatkan faedah dari dars Kitab Fiqh Al-Mar'ah Al-Muslimah yang telah berlalu, silakan mengunjungi:
Channel Telegram
       ● http://t.me/NAfiqih
Website 
       ● http://www.nisaa-assunnah.com


🎀 Nisaa` As-Sunnah 🎀
Kitab Fiqh Al-Mar'atul Muslimah (Pertemuan 163) Kitab Fiqh Al-Mar'atul Muslimah (Pertemuan 163) Reviewed by Nisaa As-Sunnah 2 on October 23, 2018 Rating: 5

No comments:

Events

ads
Powered by Blogger.