Kajian Manhaj Kitab Manhaj Ahlussunnah wal Jama'ah fi Naqdir Rijal wal Kutubi wath Thawa'if (pertemuan 7)



Pertemuan : 7


 KAJIAN MANHAJ

Dari kitab:
Manhaj Ahlussunnah wal Jama'ah fi Naqdir Rijal wal Kutubi wath Thawa'if
(Manhaj Ahlussunnah wal Jama'ah dalam Mengkritisi Orang, Kitab dan Golongan)

Penulis: 
Asy-Syaikh Rabi' bin Hadi Umair Al-Madkhali حفظه الله تعالى

بسم الله الرحمن الرحيم
الحمدلله والصلاة والسلام على رسول الله وعلى اله وصحبه ومن والاه، أما بعد:

Begitu pula Quraisy memiliki banyak kebaikan,  tapi mereka nodai dengan kekufuran dan pendustaan mereka terhadap rasul yang paling mulia.

Ketika orang-orang kufar Quraisy menjadi tawanan kaum muslimin di waktu perang Badar, Rasulullah صلى الله عليه وسلم bersabda,

لو كان المطعم بن عدي حيا، ثم سألني هؤلاء النتنى، لأعطيته إياهم.

"Seandainya Muth'im bin Adi masih hidup kemudian dia meminta kepadaku (untuk membebaskan bangkai-bangkai (musyrikin) ini, sungguh aku akan berikan (bebaskan) mereka untuknya."

Keterangan penerjemah:

Disebabkan karena banyaknya  jasa dan kebaikan Muth'im bin Adi yang merupakan salah satu tokoh musyrikin Quraisy kepada Rasulullah صلى الله عليه وسلم.  Kisah tersebut menunjukkan bahwa Quraisy memiliki banyak kebaikan tapi mereka nodai dengan kekufuran mereka. (Selesai keterangan pen ).

Allah ta'ala berfirman,

تَبَّتْ يَدَا أَبِي لَهَبٍ وَتَبَّ. مَا أَغْنَىٰ عَنْهُ مَالُهُ وَمَا كَسَبَ. سَيَصْلَىٰ نَارًا ذَاتَ لَهَبٍ. وَامْرَأَتُهُ حَمَّالَةَ الْحَطَبِ.
فِي جِيدِهَا حَبْلٌ مِنْ مَسَدٍ

"Celaka kedua tangan Abu Lahab dan benar-benar dia celaka. Tidak berguna baginya hartanya dan apa yang dia usahakan. Dia akan masuk neraka yang menyala-nyala. Dan istrinya yang membawa kayu bakar yang dipikul di lehernya dengan tali dari sabut. " (QS. Al-Masad: 1-5)

Tidak diragukan bahwa Abu Lahab dan istrinya memiliki banyak kebaikan-kebaikan, mereka berdua suami istri terlahir dari keluarga mulia dan terhormat, akan tetapi keduanya telah menodai segala kebaikannya dengan kekufuran dan permusuhan serta sikap yang buruk terhadap Rasulullah صلى الله عليه وسلم.

Keterangan penerjemah:

Seperti itulah metode manhaj dalam Al-Qur'an, segala kebaikan yang ada tidak disebutkan ketika menjelaskan tentang orang-orang yang kufur dan menyimpang dari al-haq. (Selesai keterangan pen.).

Adapun manhaj yang salah dan menyimpang, mereka menganggap bahwa manhaj Rabbani ini zhalim dan tidak adil.
Maha Tinggi Allah dari anggapan mereka tersebut, dengan Ketinggian dan Keagungan Yang Sempurna.

TAHDZIR (PERINGATAN) NABI صلى الله عليه وسلم KEPADA UMATNYA TERHADAP PENGIKUT HAWA NAFSU

Bersambung Insya Allah


Diterjemahkan oleh Al-Ustadzah Ummu Abdillah bintu Ali Bahmid hafizhahallah pada Senin, 27 Shafar 1440 H / 5 November 2018.

Akhawati fillah, jika ada yang tidak dipahami, silakan dicatat untuk ditanyakan melalui admin grup masing-masing.

Barakallahu fikunna

#NAManhaj #NAManhaj7
====================

Bagi yang ingin mendapatkan faedah dari dars Kitab Manhaj Ahlussunnah wal Jama'ah fi Naqdir Rijal wal Kutubi wath Thawa'if yang telah berlalu, silakan mengunjungi:
Channel Telegram
      ● http://t.me/NAmanhaj
Website 
      ● http://www.nisaa-assunnah.com


🎀 Nisaa` As-Sunnah 🎀
Kajian Manhaj Kitab Manhaj Ahlussunnah wal Jama'ah fi Naqdir Rijal wal Kutubi wath Thawa'if (pertemuan 7) Kajian Manhaj Kitab Manhaj Ahlussunnah wal Jama'ah fi Naqdir Rijal wal Kutubi wath Thawa'if (pertemuan 7) Reviewed by Nisaa As-Sunnah 2 on November 05, 2018 Rating: 5

No comments:

Events

ads
Powered by Blogger.