JILBAB, BUDAYA ARAB ?*TIDAK BERJILBAB ADALAH BUDAYA JAHILIYAH






🚇 JILBAB, BUDAYA ARAB ?*TIDAK BERJILBAB ADALAH

BUDAYA JAHILIYAH




Oleh: 

Al-Ustadz Abu Hamzah Yusuf hafizhahullah




Ada yang mengatakan bahwa jilbab yang menutupi seluruh tubuh, termasuk wajah, adalah adat atau budaya Arab. Benarkah demikian?



Jawabannya tentu tidak❗


Sebab, hijab atau jilbab yang disyariatkan oleh Islam atas para wanita sesungguhnya TIDAK DIKENAL OLEH ARAB SEBELUM KEDATANGAN ISLAM.

Faktanya, Allah سبحانه وتعالى mencela para wanita jahiliyah (sebelum Islam) yang memiliki kebiasaan ber-tabarruj.


Kemudian, Allah Ta'ala memberikan arahan kepada wanita muslimah agar tidak ber-tabarruj sehingga tidak menyerupai wanita jahiliyah.


Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman, 


وَقَرْنَ فِي بُيُوتِكُنَّ وََ لا تَبَرَّجْنَ تَبَرُّجَ الْجَاهِلِيَّةِ الْأُولَى 


"Dan hendaklah kalian (para wanita) tetap dirumah kalian dan janganlah kalian berhias dan bertingkah laku seperti orang-orang jahiliah yang dulu." (QS. al-Ahzab: 33)



◾Sudah menjadi kebiasaan dan budaya jahiliyah bahwa para wanita keluar dari rumah dalam keadaan berhias dan menampakkan wajah.

◾Untuk itu, Allah Ta'ala mewajibkan jilbab kepada para wanita setelah Islam datang. Tujuannya adalah mengangkat kedudukan para wanita dan menjaga kehormatan mereka serta mencegah gangguan dari orang-orang fasik.



Dengan demikian, jilbab bukanlah budaya Arab dan tidak mengandung sisi, budayanya.


Akan tetapi, JILBAB ADALAH AJARAN ISLAM SEUTUHNYA..

Sebaliknya, TIDAK BERJILBAB ADALAH BUDAYA JAHILIYAH.




◾Mengenakan jilbab adalah bentuk kepatuhan kepada Allah dan Rasul-Nya, dan merupakan upaya menggapai kesucian dan melindungi kaum laki-laki dari kemaksiatan.



وَمَا كَانَ لِمُؤْمِنٍ وَلَا مُؤْمِنَةٍ إِذَا قَضَى اللَّهُ وَرَسُولُهُ أَمْرًا أَن يَكُونَ لَهُمُ 


الْخِيَرَةُ مِنْ أَمْرِهِمْ 


"Dan tidaklah pantas bagi laki-laki yang mukmin dan perempuan yang mukmin, apabila Allah dan Rasul-Nya telah menetapkan suatu ketetapan, akan ada pilihan (yang lain) bagi mereka tentang urusan mereka." ( Q.S al-Ahzab: 36 )



وَإِذَا سَأَلْتُمُوهُنَّ مَتَعاً فَسْٔلُوهُنَّ مِن وَرَاءِ حِجَابٍ ۚ ذَٰلِكُمْ أَطْهَرُ لِقُلُوبِكُمْ 
وَقُلُوبِهِنَّ


"Apabila kalian meminta sesuatu (keperluan) kepada mereka (istri-istri nabi), mintalah dari belakang tabir. Cara yang demikian itu lebih suci bagi hati kalian dan hati mereka." (Q.S al-Ahzab: 53)


Nabi ﷺ bersabda,


مَا تَرَكْتُ بَعْدِي فِتْنَةً أَضَرَّ عَلىَ الرِّخَالِ مِنَ النِّسَاء 



"Tidaklah kutinggalkan di belakangku ujian yang lebih berbahaya bagi kaum pria selain godaan wanita." (HR. al-Bukhari)


Wallahu a'lam.



📑 Sumber: Majalah Muslimah Qonitah edisi 32/Vol. 03/1438H-2017M hal 4-7 @syarhussunnahlinnisa


••••


📶 https://bit.ly/ForumBerbagiFaidah [FBF]

🌍 www.alfawaaid.net | www.ilmusyari.com


▫▫▫▫▫▫▫


📬 Diposting ulang hari Jum'at, 4 Rabi'ul Awwal 1441 H / 1 November 2019 M


🌐 http://www.nisaa-assunnah.com

📠 http://t.me/nisaaassunnah




🎀 Nisaa` As-Sunnah 🎀





Lebih baru Lebih lama