Fiqh Al-Mar'ah Al-Muslimah ( Pertemuan ke - 213 )




KAJIAN FIKIH 




Dari kitab:

Fiqh Al-Mar'ah Al-Muslimah



Penulis:

Asy-Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin رحمه الله




بسم الله الرحمن الرحيم

الحمدلله والصلاة والسلام على رسول الله وعلى اله وصحبه ومن والاه، أما بعد:



MACAM-MACAM PUASA SUNNAH MUQAYYAD:



2. PUASA SENIN KAMIS



Daliknya, sabda Rasulullah صلى الله عليه وسلم:



بأنهما يومان تعرض فيهما الأعمال على الله عز وجل، فأحب أن تعرض أعمالي وانا صائم.



"Karena sesungguhnya pada dua hari tersebut diangkatnya amal-amal perbuatan ke hadirat Allah azza wajalla, maka aku suka amalku diangkat dalam keadaan aku sedang puasa." HR. Abu Dawud (2436), An-Nasa'i (1/322), dan di-shahihkan oleh Al-Albani dalam Al-Irwa'
(4/103).




📮 Puasa hari Senin lebih ditekankan, karena ketika Nabi صلى الله عليه وسلم ditanya tentangnya, beliau menjawab:


ذاك يوم ولدت فيه وبعثت فيه وأنزل علي فيه.


"(Hari Senin) itu adalah hari aku dilahirkan, dan aku diutus, dan hari diturunkannya (Al-Qur'an) kepadaku."
HR. Muslim (1162)




ADAPUN PUASA HARI JUM'AT:

Makruh berpuasa menyendiri (yakni puasa hanya di hari Jum'at saja), berdasarkan sabda Rasulullah صلى الله عليه وسلم:



لا تصوموا الجمعة إلا أن تصوموا يوما قبله أو يوما بعده.


"Janganlah kalian puasa hari Jum'at, kecuali jika kalian puasa sehari sebelumnya (Kamis) atau puasa sehari setelahnya (Sabtu)." HR. Bukhari (1884), dan Muslim (1144).




ADAPUN PUASA HARI SABTU:



Yang shahih bahwa puasa hari Sabtu boleh tapi tidak menyendiri hanya puasa hari Sabtu saja, dalilnya adalah sabda Rasulullah صلى الله عليه وسلم kepada istri beliau (yang sedang puasa di hari Jum'at ):


أتصومين غدا - أي السبت -.


"Apakah kamu akan puasa juga besok - Yakni Hari Sabtu-?"
HR. Bukhari (1885)



Adapun hadits Abu Dawud:


لا تصوموا يوم السبت إلا فيما فرض عليكم.


"Janganlah kalian puasa hari Sabtu kecuali pada apa yang telah difardhukan atas kalian." HR. Abu Dawud (2421), At-Tirmidzi (744), Ibnu Majah (1726), dan dishahihkan oleh Al-Albani dalam Shahihul Jami' (7358)



maka hadits tersebut hadits yang diperselisihkan keshahihannya, apakah mansukh atau tidak, apakah yang dimaksud larangan menyendirikan puasa di hari Sabtu atau tidak."


Keterangan penerjemah:



Berdasarkan hadits-hadits di atas, maka dilarang menyendirikan puasa di hari Sabtu, dan boleh puasa hari Sabtu jika diikuti puasa sehari sebelumnya (yakni Jum'at dan Sabtu). Allahu A'lam.



ADAPUN PUASA HARI AHAD



Sebagian ulama' memakruhkan puasa hari Ahad, sebab puasa di hari Ahad berarti mengagungkan hari yang diagungkan oleh orang kafir. Maka menyendirikan puasa sunnah hanya di hari Jum'at, Sabtu, atau Ahad hukumnya makruh, akan tetapi menggabungkan puasa dengan sehari setelahnya tidak mengapa.


Adapun puasa hari Selasa dan hari Rabu hukumnya boleh (termasuk puasa sunnah mutlak. Pen.).



3. PUASA SUNNAH 6 HARI SYAWWAL




Bersambung insya Allah



•••━══ ❁✿❁ ══━•••


Diterjemahkan oleh Al-Ustadzah Ummu Abdillah bintu Ali Bahmid hafizhahallah pada Selasa, 29 Rajab 1441 H / 24 Maret 2020 M.



Akhawati fillah, jika ada yang tidak dipahami, silakan dicatat untuk ditanyakan melalui admin grup masing-masing.



Barakallahu fikunna



#NAFiqih #NAFQ213

===================


Bagi yang ingin mendapatkan faedah dari dars Kitab Fiqh Al-Mar'ah Al-Muslimah yang telah berlalu, silakan mengunjungi:


Channel Telegram



http://t.me/NAfiqih










Fiqh Al-Mar'ah Al-Muslimah ( Pertemuan ke - 213 ) Fiqh Al-Mar'ah Al-Muslimah ( Pertemuan ke - 213 ) Reviewed by Nisaa` As-Sunnah 6 on March 24, 2020 Rating: 5

No comments:

Events

ads
Powered by Blogger.