Tsalatsatul Ushul ( Pertemuan ke - 154)



http://t.me/NAtauhid

Pertemuan 154

KAJIAN TAUHID

Dari kitab:
Tsalatsatul Ushul
(Tiga Landasan Utama)

Penulis:
Asy-Syaikh Muhammad bin Abdul Wahab رحمه الله تعالى

Syarah/Penjelasan oleh:
Asy-Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin رحمه الله

بسم الله الرحمن الرحيم
الحمدلله والصلاة والسلام على رسول الله وعلى اله وصحبه ومن والاه، أما بعد

MATAN/ISI KITAB:

وأرسل الله جميع الرسل مبشرين ومنذرين، والدليل قوله تعالى :  { رُّسُلٗا مُّبَشِّرِينَ وَمُنذِرِينَ لِئَلَّا يَكُونَ لِلنَّاسِ عَلَى ٱللَّهِ حُجَّةُۢ بَعۡدَ ٱلرُّسُلِۚ وَكَانَ ٱللَّهُ عَزِيزًا حَكِيمٗ

"Rasul-rasul itu adalah sebagai pembawa berita gembira dan pemberi peringatan, agar tidak ada alasan bagi manusia untuk membantah Allah setelah (diutus) para rasul itu." (QS. An-Nisa: 165)

SYARH/PENJELASAN:

Penulis رحمه الله menjelaskan bahwa Allah telah mengutus semua rasul untuk memberi kabar gembira dan memberi peringatan, sebagaimana firman Allah ta'ala:

رُّسُلًۭا مُّبَشِّرِينَ وَمُنذِرِينَ

"Para Rasul (yang diutus) itu sebagai pembawa berita gembira dan pemberi peringatan."

Yakni mereka memberi kabar kepada orang-orang yang menaati mereka dengan surga, dan memberi peringatan kepada orang-orang yang menyelisihi mereka dengan neraka.

Diutusnya para rasul memiliki hikmah-hikmah yang besar, di antara hikmah yang paling penting adalah tegaknya hujjah (bukti) di hadapan manusia, sehingga mereka tidak memiliki alasan di hadapan Allah (di hari perhitungan amal) setelah diutusnya para rasul. Sebagaimana firman Allah ta'ala:

 لِئَلَّا يَكُونَ لِلنَّاسِ عَلَى ٱللَّهِ حُجَّةُۢ بَعۡدَ ٱلرُّسُلِۚ

"Agar tidak ada alasan bagi manusia untuk membantah Allah setelah (diutus) para rasul itu." (QS. An-Nisa: 165)

Termasuk hikmah besar dengan diutusnya para rasul adalah kesempurnaan nikmat Allah untuk para hamba-Nya. Sebab bagaimanapun sempurnanya akal manusia tidak bisa:
- Mengetahui secara terperinci kewajiban-kewajiban yang Allah ta'ala wajibkan atas mereka yang itu merupakan hak khusus bagi Allah
- Juga tidak mampu mengetahui sifat-sifat sempurna bagi Allah ta'ala.
- Dan tidak mampu mengetahui nama-nama baik (Asmaul Husna) bagi Allah

Oleh karena itulah Allah mengutus rasul-rasul-Nya عليهم الصلاة والسلام untuk menampilkan kabar gembira dan memberi peringatan. Dan Allah turunkan kitab suci kepada mereka dengan haq, untuk menghukumi di antara manusia pada masalah yang mereka perselisihkan.

Adapun dakwah para rasul yang paling besar, dari sejak rasul pertama yakni Nuh عليه الصلاة والسلام sampai rasul terakhir yakni Muhammad صلى الله عليه وسلم adalah tauhid. Sebagaimana firman Allah ta'ala:

وَلَقَدۡ بَعَثۡنَا فِي كُلِّ أُمَّةٖ رَّسُولًا أَنِ ٱعۡبُدُواْ ٱللَّهَ وَٱجۡتَنِبُواْ ٱلطَّٰغُوتَۖ.

Dan sungguh, Kami telah mengutus seorang rasul untuk setiap umat (untuk menyerukan), “Sembahlah Allah (saja) dan jauhilah Thagut." (QS. An-Nahl: 36)

 Dan firman Allah azza wa jalla:

وَمَآ أَرۡسَلۡنَا مِن قَبۡلِكَ مِن رَّسُولٍ إِلَّا نُوحِيٓ إِلَيۡهِ أَنَّهُۥ لَآ إِلَٰهَ إِلَّآ أَنَا۠ فَٱعۡبُدُونِ

"Dan Kami tidak mengutus seorang rasul pun sebelum engkau (Muhammad), melainkan Kami wahyukan kepadanya, bahwa tidak ada  sesembahan (yang berhak disembah) selain Aku, maka sembahlah Aku." (QS. Al-Anbiya': 25)

•••━════━•••

Diterjemahkan oleh Al-Ustadzah Ummu Abdillah bintu Ali Bahmid hafizhahallah pada Kamis, 3 Rajab 1441 H / 27 Februari 2020.
______

Akhawati fillah, jika ada yang tidak dipahami, silakan dicatat untuk ditanyakan melalui admin grup masing-masing.

Barakallahu fikunna

#NATauhid #NAT154
====================

Bagi yang ingin mendapatkan faedah dari dars Kitab Tsalatsatul Ushul yang telah berlalu, silakan mengunjungi:
Channel Telegram
      ● http://t.me/NAtauhid
      ● http://t.me/nisaaassunnah
Website
      ● http://www.nisaa-assunnah.com/p/natauhid.html
      ● http://www.nisaa-assunnah.com

Nisaa` As-Sunnah
Tsalatsatul Ushul ( Pertemuan ke - 154) Tsalatsatul Ushul ( Pertemuan ke - 154) Reviewed by Nisaa` As-Sunnah 4 on March 07, 2020 Rating: 5

No comments:

Events

ads
Powered by Blogger.