Tsalatsatul Ushul ( Pertemuan ke - 156 )


http://t.me/NAtauhid

Pertemuan 156

KAJIAN TAUHID

Dari kitab:
Tsalatsatul Ushul
(Tiga Landasan Utama)

Penulis:
Asy-Syaikh Muhammad bin Abdul Wahab رحمه الله تعالى

Syarah/Penjelasan oleh:
Asy-Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin رحمه الله

بسم الله الرحمن الرحيم
الحمدلله والصلاة والسلام على رسول الله وعلى اله وصحبه ومن والاه، أما بعد

MATAN / ISI KITAB:

وكل أمة بعث الله إليها رسولا من نوح إلى محمد يأمرهم بعبادة الله وحده وينهاهم عن عبادة الطاغوت.

"Dan pada setiap umat, Allah telah mengutus kepadanya seorang rasul, mulai dari Nabi Nuh sampai Nabi Muhammad, dia memerintahkan kepada mereka untuk beribadah kepada Allah satu-satu-Nya, serta melarang mereka berbadan kepada thaghut."

SYARH/PENJELASAN:

Yakni bahwa Allah mengutus pada setiap umat seorang rasul, yang mengajak mereka untuk beribadah kepada Allah satu-satu-Nya dan melarang mereka dari syirik.

Dalilnya adalah firman Allah ta'ala:

وَإِن مِّنۡ أُمَّةٍ إِلَّا خَلَا فِيهَا نَذِيرٞ

"Dan tidak ada satu pun umat melainkan di sana telah datang seorang pemberi peringatan."  (QS. Fathir: 24)

Dan firman Allah ta'ala:

وَلَقَدۡ بَعَثۡنَا فِي كُلِّ أُمَّةٖ رَّسُولًا أَنِ ٱعۡبُدُواْ ٱللَّهَ وَٱجۡتَنِبُواْ ٱلطَّٰغُوتَۖ

"Dan sungguh, Kami telah mengutus seorang rasul pada setiap umat (untuk menyerukan), “Sembahlah Allah, dan jauhilah Thagut."

MATAN/ISI KITAB:

والدليل قوله تعالى :  {وَلَقَدۡ بَعَثۡنَا فِي كُلِّ أُمَّةٖ رَّسُولًا أَنِ ٱعۡبُدُواْ ٱللَّهَ وَٱجۡتَنِبُواْ ٱلطَّٰغُوتَۖ}

Dalilnya, Allah ta'ala berfirman, "Dan sungguh Kami telah mengutus kepada setiap umat seorang rasul untuk menyerukan, beribadahlah kepada Allah dan jauhilah thaghut." (QS. An-Nahl: 36)

SYARH/PENJELASAN:

Inilah makna لا إله إلا الله (tidak ada sesembahan yang haq kecuali Allah)

MATAN/ISI KITAB:

وافترض الله على جميع العباد الكفر بالطاغوت والإيمان بالله.  قال إبن القيم - رحمه الله - الطاغوت : ما تجاوز به العبد حده من معبود أو متبوع، او مطاع.

"Dan Allah telah mewajibkan kepada semua hamba-Nya agar mengingkari/kafir kepada thaghut dan hanya beriman kepada Allah.

Ibnul Qayyim رحمه الله تعالى menjelaskan makna thaghut, yaitu semua yang diperlakukan oleh manusia secara melampaui batas, baik disembah/diibadahi, diikuti, dan ditaati dengan melampaui batas."

SYARH/PENJELASAN:

Yang dimaksud oleh Asy-Syaikh رحمه الله dengan ungkapan tersebut yaitu, bahwa tauhid tidak sempurna kecuali dengan beribadah hanya kepada Allah satu-satu-Nya, tiada sekutu bagi-Nya, dan menjauhi thaghut. Dan Allah telah mewajibkan kepada hamba-hamba-Nya untuk melakukan hal itu.

Ath-Thaghut adalah pecahan dari kata Ath-Thughyan, dan makna Ath-Thughyan adalah melampaui batas, seperti firman Allah ta'ala:

إِنَّا لَمَّا طَغَا ٱلۡمَآءُ حَمَلۡنَٰكُمۡ فِي ٱلۡجَارِيَةِ

"Sesungguhnya ketika air naik (sampai ke gunung), Kami membawa (nenek moyang) kamu ke dalam kapal." (QS. Al-Haqqah: 11)

Yakni ketika air bertambah banyak melampaui batas yang sewajarnya, kami bawa kalian naik dalam kapal.

Bersambung insya Allah

•••━════━•••

Diterjemahkan oleh Al-Ustadzah Ummu Abdillah bintu Ali Bahmid hafizhahallah pada Kamis, 17 Rajab 1441 H / 12 Maret 2020.
__

Akhawati fillah, jika ada yang tidak dipahami, silakan dicatat untuk ditanyakan melalui admin grup masing-masing.

Barakallahu fikunna

#NATauhid #NAT156
====================

Bagi yang ingin mendapatkan faedah dari dars Kitab Tsalatsatul Ushul yang telah berlalu, silakan mengunjungi:
Channel Telegram
      ● http://t.me/NAtauhid
      ● http://t.me/nisaaassunnah
Website
      ● http://www.nisaa-assunnah.com/p/natauhid.html
      ● http://www.nisaa-assunnah.com

Nisaa` As-Sunnah
Tsalatsatul Ushul ( Pertemuan ke - 156 ) Tsalatsatul Ushul ( Pertemuan ke - 156 ) Reviewed by Nisaa` As-Sunnah 4 on March 15, 2020 Rating: 5

No comments:

Events

ads
Powered by Blogger.