Fiqh Al-Mar'ah Al-Muslimah ( Pertemuan ke - 209 )




KAJIAN FIKIH 



Dari kitab:

Fiqh Al-Mar'ah Al-Muslimah



Penulis:

Asy-Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin رحمه الله



بسم الله الرحمن الرحيم

الحمدلله والصلاة والسلام على رسول الله وعلى اله وصحبه ومن والاه، أما بعد:



B. HAL-HAL YANG SUNNAH BAGI ORANG YANG BERPUASA


1. Apabila ada seseorang mencaci maki orang yang sedang berpuasa, maka dia tidak boleh membalas dengan kalimat yang sama, tapi hendaklah dia berkata, "Aku sedang berpuasa." dengan ucapan yang jelas, berdasarkan hadits, Rasulullah صلى الله عليه وسلم bersabda:


إذا كان يوم صوم أحدكم فلا يصخب ولا يرفث، وإن سابه أو قاتله أحد فليقل : إني صائم.


"Apabila salah seorang dari kalian berpuasa, maka jangan murka dan jangan berkata jorok (antara suami istri) yang bisa menimbulkan syahwat, dan jika ada seseorang mencacinya atau mengajak berkelahi, maka hendaklah mengatakan, 'Aku sedang berpuasa'." HR.Al-Bukhari (1826) dan Muslim (1106).



2. Disunnahkan mengakhirkan sahur, berdasarkan hadits:


أن النبي صلى الله عليه وسلم كان يؤخر السحور حتى أنه لم يكن بين سحوره وبين إقامة الصلاة إلا نحو خمسين آية.


"Bahwa Nabi صلى الله عليه وسلم biasa mengakhirkan sahur sehingga tidaklah jarak antara sahur beliau dengan waktu shalat (Subuh), kecuali sekitar 50 ayat (bacaan Al-Qur'sn)."
HR. Al-Bukhari (1821) dan Muslim (1097).



3. Disunnahkan menyegerakan buka puasa, berdasarkan sabda Rasulullah صلى الله عليه وسلم:


لا يزال الناس بخير ما عجلوا الفطر .


"Manusia selalu dalam kebaikan selama mereka menyegerakan buka puasa." HR. Al-Bukhari dan Muslim.



4. Disunnahkan berbuka dengan 'ruthab' (kurma mentah), jika tidak ada maka dengan 'tamr' (kurma matang), jika tidak ada maka dengan air, berdasarkan hadits At-Tirmidzi Hasan Shahih, Rasululullah صلى الله عليه وسلم bersabda,


إذا أفطر أحدكم فليفطر على تمر ، فإن لم يجد فليفطر على ماء، فإنه طهور.


"Apabila kalian berbuka puasa, maka berbukalah dengan kurma, jika tidak ada maka berbukalah dengan air, karena ia suci."
HR.Abu Dawud (2355), At-Tirmidzi (695), dan An-Nasa'i (4/25), dan di-dhaifkan oleh Al-Albani dalam Dha'iful Jami' (363).



Ketika berbuka wajib hukumnya membaca 'bismillah', dan 'tahmid' (membaca 'alhamdulillah) ketika selesai .

Disunnahkan ketika berbuka membaca doa berikut ini meskipun dhaif, akan tetapi tidak mengapa jika membacanya:


اللَّهُمَّ لَكَ صُمْتُ وَعَلَى رِزْقِكَ أَفْطَرْتُ، اَللَّهُمَّ تَقَبَّل مِنِّى، اِنَّكَ أَنْتَ السَّمِيْعُ الْعَلِيمُ


“Allahumma laka shumtu wa'ala rizqika afthartu, Allahumma taqabbal minnii innaka antas samii'ul 'aliim”.

"Ya Allah, untuk-Mu aku puasa, dan dengan rizki-Mu aku berbuka. Ya Allah, terimalah dariku (puasaku), sesungguhnya Engkau Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui."
(Di-dhaifkan oleh Al-Albani dalam Dha'iful Jami' (435))


Atau membaca doa:


ذَهَبَ الظَّمَـأُ، وابْــتَلَّتِ العُرُوقُ، وثَــبَتَ الأَجْرُ إِن شَاءَ اللهُ


“Dzahabazh zhama`u wabtallatil 'uruqu wa tsabatal ajru, insya Allah”.

"Telah hilang dahaga, telah basah urat-urat, dan tetap pahalanya insya Allah."
HR.Abu Dawud (2357), Ad-Daruquthni (240), dan Al-Hakim (1/422), dan dihasankan oleh Al-Albani dalam Al-Irwa' (4/39) dan Shahihul Jami' (4678).



HUKUM TENTANG QADHA PUASA:



•••━══ ❁✿❁ ══━•••


Diterjemahkan oleh Al-Ustadzah Ummu Abdillah bintu Ali Bahmid hafizhahallah


Barakallahu fikunna


Diposting ulang hari Sabtu, 23 Ramadhan 1441 H / 16 Mei 2020 M


#NAFiqih #NAFQ209


===================

Bagi yang ingin mendapatkan faedah dari dars Kitab Fiqh Al-Mar'ah Al-Muslimah yang telah berlalu, silakan mengunjungi:

Channel Telegram

http://t.me/NAfiqih

● http://t.me/nisaaassunnah










Lebih baru Lebih lama