Kitab Fiqh Al Mar'atul Muslimah (Pertemuan 30)







KAJIAN FIQIH DARI KITAB:




  فقه المرأة المسلمة



لفضيلة الشيخ محمد بن صالح العثيمين



بسم الله الرحمن الرحيم

الحمد لله رب العالمين والصلاة والسلام على رسول الله وعلى آله وصحبه 

ومن والاه، أما بعد


Akhawati fillah setelah lama kita libur, akhirnya sekarang dengan izin Allah ta'ala kita bisa melanjutkan dars di grup kita ini.

Pada dars fiqih yang lalu kita telah selesai mengkaji bab tentang keadaan yang mewajibkan MANDI ada enam:

Ana ulangi secara ringkas:

1. Keluar mani disertai rasa nikmat
2. Jima'
3. Orang kafir ketika masuk Islam
4. Orang mati 
5. Suci dari haidh
6. Suci dari nifas.

Sekarang kita pelajari sub bab berikutnya, yakni:



HUKUM BACA AL-QUR'AN BAGI YANG TERKENA HUKUM WAJIB MANDI


  Barang siapa yang terkena hukum WAJIB mandi maka HARAM hukumnya membaca Al-Qur'an baik untuk laki maupun wanita, yakni wajib mandi jika ada dalam salah satu dari ENAM keadaan di atas.

 Maka siapa yang terkena hukum WAJIB mandi HARAM melakukan hal-hal sebagai berikut:

1. Shalat
2. Thawaf
3. Menyentuh mushaf
4. Membaca Al-Qur'an
5. Berdiam di dalam masjid.

  Bagi yang wajib mandi, tidak cukup bersuci hanya dengan berwudhu, sebab dengan berwudhu keharaman di atas tetap ada, bisa terangkat keharaman di atas hanya dengan MANDI.


 Dalil bahwa orang JUNUB terlarang membaca Al-Qur'an:

1. Hadits Ali رضي الله عنه
 bahwa Nabi صلى الله عليه وسلم mengajari para shahabat bacaan Al-Qur'an, dan tidak ada yang menghalangi beliau mengajarkan Al-Qur'an kecuali dalam keadaan JUNUB.

   Hadits dhaif diriwayatkan Abu Dawud dan An-Nasa`i, dan didhaifkan oleh Asy-Syaikh Albani rahimahullah.


2. Terlarangnya dari membaca Al-Qur'an dengan tujuan agar mereka SEGERA MANDI, sebab setelah mandi suci mereka mendapati maslahat dengan bolehnya membaca Al-Qur'an.


3. Diriwayatkan bahwa malaikat mendekat ke mulut orang yang membaca Al-Qur'an, sedangkan malaikat tidak masuk ke rumah yang di dalamnya ada orang junub (hadits dhaif diriwayatkan Abu Dawud dan An-Nasa`i, di dhaifkan oleh Asy-Syaikh Albani rahimahullah).


  Maka jika jika orang junub membaca Al-Qur'an, malaikat tidak bisa mendekat padanya atau terganggu dengan junubnya.
Meskipun hadits diatas dhaif tapi bisa jadi "illah" (sebab hukum).


 Adapun wanita haidh yang juga WAJIB MANDI, maka JUMHUR ULAMA berpendapat bahwa wanita haidh tidak boleh baca Al-Qur'an sebelum mandi, tapi wanita haidh BOLEH BERDZIKIR yang mencocoki Al-Qur'an.


Bersambung, insya Allah.


وصلى الله على نبينا محمد وعلى آله والحمد لله رب العالمين


Diterjemahkan oleh Al-Ustadzah Ummu Abdillah Zainab bintu Ali Bahmid hafizhahallah,
pada hari Selasa, 12 Syawal 1436 H / 28 Juli 2015 


WhatsApp Nisaa` As-Sunnah
Kitab Fiqh Al Mar'atul Muslimah (Pertemuan 30) Kitab Fiqh Al Mar'atul Muslimah (Pertemuan 30) Reviewed by Nisaa As-Sunnah 2 on July 30, 2015 Rating: 5

Events

ads
Powered by Blogger.