Kitab Tanbihat 'ala ahkamin takhtashshu bil mu'minat (Pertemuan 33)



KAJIAN FIQIH DARI KITAB



تنبيهات على أحكام تختص بالمؤمنات

لفضيلة الشيخ صالح بن فوزان الفوزان




بسم الله الرحمن الرحيم


الحمد لله رب العالمين، والصلاة والسلام على رسول الله وعلى آله وصحبه ومن والاه، أما بعد:


Akhawati fillah, pada dars yang lalu kita telah menyelesaikan bab ke-7 tentang HUKUM PUASA khusus bagi wanita.

Sekarang kita lanjutkan kajian fiqih kita sampai pada:


             BAB 8

HUKUM HAJI DAN UMRAH KHUSUS BAGI WANITA


 Haji ke baitullah setiap tahun adalah WAJIB KIFAIY bagi umat Islam.

 Wajib bagi setiap Muslim yang telah terpenuhi syarat-syarat wajibnya haji untuk melakukan haji SEKALI seumur hidup. Haji lebih dari sekali hukumnya SUNNAH.

  HAJI adalah salah satu dari rukun Islam. Haji merupakan JIHAD bagi wanita berdalilkan hadits Aisyah رضي الله عنها bahwasanya Aisyah berkata, "Ya Rasulullah, apakah wanita wajib berjihad?" Beliau menjawab,


 نَعَمْ، عَلَيْهِنَّ جِهَادٌ لَا قِتَالَ فِيهِ الحَجُّ وَالْعُمْرَةُ

"Ya, wanita wajib berjihad yang tidak ada peperangan di dalamnya, yakni haji dan umrah." (HR. Ahmad dan Ibnu Majah dengan sanad shahih)

Dalam riwayat Al-Bukhari, dari Aisyah juga, bahwa beliau bertanya, "Ya Rasulullah kami melihat bahwa jihad adalah amalan paling utama, apakah kami boleh jihad?" Beliau menjawab,


  لَكِنْ أَفْضَلَ الْجِهاَدِ حَجٌّ مَبُْرورٌ

"Akan tetapi jihad yang paling utama adalah haji mabrur."


 Dalam HAJI ada hukum-hukum KHUSUS bagi wanita:

(1) Adanya MAHRAM

SYARAT-SYARAT umum haji baik untuk laki-laki dan wanita:

1. Islam
2. Berakal
3. Merdeka
4. Baligh
5. Mampu dalam harta.

 SYARAT KHUSUS bagi wanita, ditambah:

6. Adanya MAHRAM yang pergi bersamanya untuk haji.

Mahram wanita adalah:

1. Dari sebab pernikahan, yaitu suaminya.

2. Dari nasab atau keturunan yang haram dinikahi selamanya, yakni: ayahnya, anak laki-lakinya, dan saudara laki-lakinya.

3. Mahram karena sebab yang mubah, seperti:
saudara laki-laki sepersusuan, suami ibunya, atau anak suaminya.

 Dalil tentang wajibnya disertai MAHRAM:

HADITS riwayat Ibnu Abbas رضي الله عنهما, bahwa beliau mendengar Rasulullah صلى الله عليه وسلم bersabda,



لاَ يَخْلُوَنَّ رَجُلٌ بِامْرَأَةٍ إِلاَّ وَمَعَهَا ذُو مَحْرَمٍ، وَلَا تُسَافِرِ الْمَرْأَةُ إِلاَّ مَعَ ذِي
 مَحْرَمٍ، فَقاَمَ رَجُلٌ فَقَالَ يَا رَسُولَ اللّٰهِ إِنَّ امْرَأَتِي خَرَجَتْ حَاجَّةً وَإِنِّي اكْتُتِبْتُ
 فِي غَزْوَةِ  ٍ كَذَا وَكَذَا.

قَالَ: فَانْطَلِقْ فَحُجَّ مَعَ امْرَأَتِكَ

"Janganlah seorang laki-laki berduaan dengan wanita kecuali bersama mahramnya.
Dan janganlah wanita melakukan safar kecuali disertai mahramnya.
Lalu berdiri seorang laki-laki sambil bertanya:
Ya Rasulullah, sesungguhnya istriku keluar untuk berhaji, sedangkan saya telah tercatat akan ikut dalam suatu peperangan.
Maka beliau menjawab:
"Pergilah kamu berhaji bersama istrimu."
(HR. Bukhari Muslim)

Dalil yang lain:

Dari Ibnu Umar رضي الله عنهما berkata, Rasulullah صلى الله عليه وسلم bersabda,


لاَتُسَافِرُ الْمَرْأَةُ ثَلاَثَةً، إِلَّا مَعَهَا ذُو مَحْرَمٍ

 "Janganlah seorang wanita safar, beliau ucapkan sebanyak tiga kali, kecuali disertai mahramnya."
(HR. Bukhari Muslim)


 Hadits-hadits tentang MAHRAM ini banyak, yang intinya melarang wanita safar ketika haji ataupun selain haji tanpa disertai mahram, sebab:

1. Wanita itu lemah, mungkin terjadi sesuatu musibah di dalam safarnya yang tidak bisa diselesaikan kecuali oleh kekuatan laki-laki.

2. Wanita menjadi incaran niat jelek laki-laki fasik

 Maka harus ada MAHRAM yang menjaga dan melindunginya dari gangguan mereka.

SYARAT-SYARAT MAHRAM yang boleh menemani wanita ketika haji atau safar:

1. Laki-laki (pen)
2. Berakal
3. Baligh (sudah mumayyiz, pen)
4. Islam

 Orang KAFIR tidak boleh jadi mahram sebab tidak terjamin amanahnya untuk wanita muslimah.

 Jika seorang wanita tidak mungkin mempunyai mahram, maka dia harus mencari orang untuk menghajikannya (jika wanita itu mampu dalam harta, pen).


Bersambung insyaAllah

وصلى الله على نبينا محمد وعلى اله والحمدلله رب العالمين


Diterjemahkan oleh Al-Ustadzah Ummu Abdillah Zainab hafizhahallah 
pada hari Rabu, 13 Syawal 1436 H / 29 Juli 2015 M


WA Nisaa` As-Sunnah
Kitab Tanbihat 'ala ahkamin takhtashshu bil mu'minat (Pertemuan 33) Kitab Tanbihat 'ala ahkamin takhtashshu bil mu'minat (Pertemuan 33) Reviewed by Nisaa As-Sunnah 2 on July 31, 2015 Rating: 5

Events

ads
Powered by Blogger.