Kitab Fiqh Al Mar'atul Muslimah (Pertemuan 35)



KAJIAN FIQIH DARI KITAB:





فقه المرأة المسلمة


Fiqh Al-Mar`atul Muslimah




 Penulis: Asy-Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin رحمه الله تعالى



بسم الله الرحمن الرحيم
الحمد وصلى الله على نبينا محمد وعلى آله والحمد لله رب العا لمين



Akhawati fillah yang semoga dirahmati Allah.

Melanjutkan kajian kita, sampai pada Sifat Mandi.


Sifat yang pertama, sifat mandi yang sempurna:


1. Niat

2. At-Tasmiyah


Keterangannya sudah kita kaji pekan lalu.


 (3). Mencuci kedua tangan tiga kali.


 Ini SUNNAH.

Yang dimaksud kedua tangan disini adalah:

 Kedua telapak tangan.

Karena telapak tangan termasuk bagian tangan.


 Dalilnya:

Firman Allah ta'ala:

{وَالسَّارِقُ وَالسَّارِقَةُ فَاقْطَعُوا أَيْدِيَهُمَا..}
[المائدة : 38]

"Dan pencuri laki-laki dan pencuri wanita, maka potonglah tangan keduanya."
(QS. Al-Maidah: 38)


Dan yang dipotong, telapak tangan saja.


Adapun jika yang dimaksud diatas telapak tangan, Allah ta'ala berfirman:


وأيديكم إلى المرافق


"Dan tangan kalian sampai siku-siku."
(QS. Al-Maidah: 6)



 (4). Mencuci noda dari sisa-sisa junub.



 Dalilnya,

Hadits Maimunah رضي الله عنها bahwa Rasulullah صلى الله عليه وسلم ketika mencuci noda bekas junub, beliau menepukkan tangannya ke tanah, atau ke dinding dua kali atau tiga kali.


Yang tampak bagi saya dari hadits Maimunah di atas bahwa hal itu dilakukan karena air hanya sedikit, sehingga mengharuskan beliau menepukkan tangannya ke tembok dua atau tiga kali, agar noda bekas jima' segera hilang.


(5). Berwudhu, seperti wudhu akan shalat.



(6). Menyiramkan air di atas kepala secara menyeluruh, tiga kali.


 Di sini penggunaan air tidak sedikit, karena air harus sampai ke kulit kepala.


 Dalilnya:

Hadits Aisyah رضي الله عنها



ثم يخلل بيده شعره حتى إذا ظن أنه قد أروى بشرته إفاض عليه الماء ثلاث مرات، ثم غسل سائر جسده


"Kemudian beliau menyela-nyelai rambut beliau dengan tangan, sampai diperkirakan sudah basah kulit kepala beliau, lalu beliau tuangkan air di atas kepala tiga kali, kemudian beliau menyiramkan air ke seluruh tubuh beliau."
(HR. Bukhari dan Nasa'i)


Nampaknya dari hadits di atas, beliau basahi dahulu rambut beliau lalu menyela-nyelainya.


Lalu menuangkan air di atas kepala tiga kali



 Sebagian ulama berpendapat:


Tentang perkataan Aisyah رضي الله عنها dalam hadits di atas: TIGA KALI yakni:


 Bukan menyiram di atas kepala (bagian tengah) saja, tapi

* menyiram di kepala bagian kanan satu kali

* menyiram kepala bagian kiri satu kali

* menyiram kepala bagian tengah satu kali


Hal itu ditunjukkan ketika diberikan kepada beliau satu wadah air, maka beliau mengambilnya dan beliau mencuci bagian KANAN kepala beliau, kemudian bagian KIRI, lalu di TENGAH kepala beliau.



 (7). Menyiram seluruh tubuh.


Dalilnya, hadits Aisyah dan Maimunah رضي الله عنهما:

ثم أفاض الماء على سائر جسده

"Kemudian beliau tuangkan air ke seluruh tubuh beliau."



 (8). Tiga kali


Hal ini diqiyaskan seperti wudhu, karena disyariatkan tiga kali.

Tapi Syaikhul Islam dan sejumlah ulama mareka berpendapat:

Tidak ada perintah TIGA KALI ketika menuangkan air ke seluruh badan, sebab tidak ada dalil shahih dari Nabi صلى الله عليه وسلم, maka tidak disyariatkan.



 (9). Bersambung insya Allah






وصلى الله على نبينا محمد وعلى اله والحمدلله رب العالمين




 Diterjemahkan oleh Al-Ustadzah Ummu Abdillah Zainab hafizhahallah pada hari Selasa, 17 Dzulqa'dah 1436 H / 1 September 2015






---------------

 WA Nisaa` As-Sunnah
Kitab Fiqh Al Mar'atul Muslimah (Pertemuan 35) Kitab Fiqh Al Mar'atul Muslimah (Pertemuan 35) Reviewed by Nisaa As-Sunnah 2 on September 07, 2015 Rating: 5

Events

ads
Powered by Blogger.