KAJIAN TAUHID Kitab Tsalatsatul Ushul (Pertemuan 9): MEDAN-MEDAN DAKWAH

MEDAN-MEDAN DAKWAH



KAJIAN TAUHID
Dari kitab:
Tsalatsatul Ushul
(=Tiga Landasan Utama)
Penulis: Asy-Syaikh Muhammad bin Abdul Wahab رحمه الله تعالى
Syarah/Penjelasan oleh:
Asy-Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin رحمه الله


بسم الله الرحمن الرحيم
الحمدلله والصلاة والسلام على رسول الله وعلى أله وصحبه ومن والاه، أما بعد:



Saudaraku seiman, semoga rahmat Allah dilimpahkan untukku dan untuk kalian semua, amin.

Kajian tauhid kita yang lalu sampai pada permasalahan ke 3 tentang BERDAKWAH, mengajak orang lain kepada ilmu ini.

Sekarang kita lanjutkan  mengkaji tentang:

MEDAN-MEDAN DAKWAH

Medan dakwah banyak sekali, di antaranya adalah:

▪Berdakwah, mengajak orang untuk beriman kepada Allah melalui khutbah dan ceramah
▪Berdakwah dengan makalah-makalah.
▪Berdakwah melalui halaqah ilmiah (majlis taklim).
▪Berdakwah dengan menyusun tulisan, menyebarkan agama lewat media tulisan

Termasuk juga berdakwah pada majelis-majelis khusus, maka jika seseorang duduk di sebuah majelis khusus dalam acara undangan misalnya, maka ini juga merupakan medan untuk berdakwah kepada Allah.

Dakwah seharusnya disampaikan dengan cara yang tidak membosankan dan memberatkan, hal ini bisa diwujudkan dengan cara:


  • Seorang da'i memaparkan masalah ilmiah kepada orang-orang yang ada dalam majelis tersebut, kemudian
  • Melakukan diskusi dan tanya jawab
  • Telah dimaklumi bersama bahwa bentuk diskusi dan tanya jawab mempunyai peranan besar untuk bisa memahami syariat yang telah Allah turunkan kepada Rasul-Nya, dan kadang-kadang cara ini lebih efektif daripada penyampaian melalui khutbah atau ceramah, tentunya dengan penyampaian yang perlahan dan jelas, seperti yang telah diketahui bersama.


Dakwah untuk beriman kepada Allah ini adalahtugas para Rasul dan juga merupakan jalan orang-orang yang ittiba`/mengikuti mereka dengan baik.

Apabila seseorang telah mengenal:
▪Sesembahannya,
▪Nabinya, dan
▪Agamanya

dan Allah telah memberinya taufik kepadanya, maka wajib baginya untuk berusaha menyelamatkan saudara-saudaranya dengan cara berdakwah kepada mereka kepada Allah ta'ala, dan juga menyampaikan kabar gembira berupa kebaikan kepada mereka.

Nabi صلى الله عليه وسلم telah bersabda kepada Ali bin Abi Thalib رضي الله عنه ketika mengutusnya untuk memimpin perang Khaibar:

انفذ على رسلك حتى تنزل بساحتهم، ثم ادعهم إلى الإسلام، وأخبرهم بما يجب عليهم من حق الله تعالى فيه، فوالله لأن يهدي الله بك رجلا واحدا خير لك من حمر النعم



"Pergilah kamu dengan perlahan hingga kamu sampai di halaman mereka, lalu dakwahilah mereka kepada Islam dan beritahu mereka tentang apa yang diwajibkan kepada mereka berupa hak Allah ta'ala padanya, maka demi Allah, sungguh jika Allah memberikan hidayah kepada seseorang melalui dirimu adalah lebih baik bagimu daripada unta merah." (HR. Bukhari Muslim)

Nabi صلى الله عليه وسلم juga bersabda dalam riwayat Muslim:

من دعا إلى هدى كان له من الأجر مثل أجور من تبعه لا ينقص ذلك من أجورهم شيئا



"Barangsiapa berdakwah mengajak kepada hidayah (petunjuk), maka dia akan mendapatkan pahala sama dengan pahala orang-orang yang mengikutinya tanpa mengurangi pahala mereka sedikit pun".


ومن دعا إلى ضلالة كان عليه من الإثم مثل آثام من تبعه لا ينقص ذلك من آثامهم شيئا



"Dan barangsiapa mengajak kepada kesesatan, maka dia akan mendapatkan dosa sama dengan dosa orang-orang yang mengikutinya tanpa mengurangi doa mereka sedikit pun".



Nabi صلى الله عليه وسلم juga bersabda dalam riwayat Muslim:

مَنْ دَلَّ عَلَى خَيْرٍ فَلَهُ مِثْلُ أَجْرِ فَاعِلِهِ



"Barangsiapa memberi petunjuk kepada kebaikan, maka dia mendapat pahala sama dengan orang yang mengamalkan petunjuk tersebut".



4. SABAR DALAM MENGHADAPI GANGGUAN DALAM DAKWAH




Bersambung in sya Allah

Diterjemahkan oleh Al-Ustadzah Ummu Abdillah Zainab bintu Ali Bahmid hafizhahallah pada Kamis, 26 Rabi'ul Awal 1437 H / 7 Januari 2016



Website
http://annisaa.salafymalangraya.or.id

Channel Telegram
http://bit.ly/NisaaAsSunnah



Nisaa` As-Sunnah
Lebih baru Lebih lama