AWAL DIBERLAKUKAN KALENDER HIJRIYAH



Al-Imam Muhammad bin Shalih al-‘Utsaimin rahimahullah menjelaskan :

“Kalender Tahunan BELUM diberlakukan ketika pada awal kedatangan Islam.Barulah dimulai di masa Khilafah ‘Umar bin al-Khattab radhiyallahu ‘anhuketika meluasnya wilayah kekuasaan Islam, dan kaum muslimin membutuhkan kalender untuk dalam urusan-urusan mereka.

Maka pada tahun ketiga atau keempat masa pemerintahan beliau, datang sepucuk surat dari sahabat Abu Musa al-‘Asy’ariy radhiyallahu ‘anhu. Dia berkata dalam suratnya : 

“Telah sampai kepada kami surat-surat dari Anda yang tidak dibubuhi tanggal”.

Maka Khalifah Umar pun mengumpulkan para sahabat  kemudian bermusyawarah bersama mereka.
Sebaian mereka ada yang berkata : 

“Bubuhkanlah tanggal sebagaimana orang Persia ketika mengirim surat kepada raja mereka. Setiap kali pemimpin meninggal, mereka memperbaharui kalender dengan pemerintah yang setelahnya”, 

Namun para sahabat tidak menyukai pendapat tersebut.

Sebagian yang lain memberikan usul : “Pakai saja kalender kerajaan Romawi”, merekapun juga tidak menyukainya.

Sebagian lainnya berkata : “Mulailah penanggalan dengan hari kelahiran Nabi Salallahu ‘alaihi wa sallam”

Yang lainnya menimpali : “Mulai dari hari diutusnya beliau”

Lainnya berkata : “Sejak hari Hijrahnya beliau”

Umar pun berkata : “Hijrah merupakan pemisah antara al-Haq dan al-Batil maka, mulailah penanggalan dari hari tersebut” mereka semua akhirnya sepakat dengan keputusan Umar tersebut.
Kemudian mereka memusyawarahkan bulan yang dijadikan permulaan tahun.

Ada yang berkata: “Mulai dari bulan Ramadhan saja, karena bulan tersebut adalah bulan diturunkannya Al Qur’an”

Ada yang berkata : “(Mulailah) dari Rabi’ al-Awal karena bulan itu adalah waktu tibanya Rasulullah Salallahu ‘alaihi wa sallam di Madinah pada perjalanan Hijrah (dari Makkah)”

Umar, Utsman, dan ‘Ali radhiyallahu ‘anhum akhirnya memilih bulan Muharram karena itulah bulan Haram setelah Dzulhijjah bulan yang padanya kaum Muslimin menunaikan haji yang dengan menunaikannya (terwujudlah) sempurnalah rukun Islam. Di bulan Dzulhijjah pula berlangsungnya baiat kaum Anshar kepada Rasulullah salallahu ‘alaihi wa sallam dan bertekad untuk berhijrah. Maka, jadilah permulaan tahun Hijriyah Islamiyah di mulai dari bulan mulia Muharram.

dari Khutbah asy-Syaikh 'Abdul Qadir al-Junaid

sumber : http://manhajul-anbiya.net

Majmu'ah Manhajul AnbiyaJoin Telegram https://tlgrm.me/ManhajulAnbiyaSitus Resmi http://www.manhajul-anbiya.net


Diposting ulang hari Sabtu, 29 Dzulhijjah 1437 H / 1 Oktober 2016 M
http://annisaa.salafymalangraya.or.idhttp://bit.ly/nisaaassunnah

Nisaa` As-Sunnah 

Lebih baru Lebih lama