Kajian Tauhid Kitab Tsalatsatul Ushul (Pertemuan 37) : Islam, Iman, dan Ihsan

Islam, Iman, dan Ihsan


KAJIAN TAUHID
Dari kitab:
Tsalatsatul Ushul
(Tiga Landasan Utama)
Penulis:
Asy-Syaikh Muhammad bin Abdul Wahab _رحمه الله تعالى_
Syarah/Penjelasan oleh:
Asy-Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin _رحمه الله_


بسم الله الرحمن الرحيم
:الحمدلله والصلاة والسلام على رسول الله وعلى اله وصحبه ومن والاه، أما بعد

Saudaraku seiman, semoga rahmat Allah dilimpahkan untukku dan untuk kalian semua. Amin.

Akhawati fillah kita lanjutkan kajian TAUHID masih pada ushul yang pertama, yakni MENGENAL ALLAH azza wajalla. 

Kita Kembali pada 

MATAN/ISI KITAB:

قال ابن كثير رحمه الله تعالى 
الخالق لهذه الأشياء هو المستحق للعبادة

"Berkata Ibnu Katsir رحمه الله تعالى, 'Pencipta segala sesuatu ini adalah Dia yang berhak untuk diibadahi'." 

SYARAH:

Ibnu Katsir رحمه الله تعالى beliau adalah Imaduddin Abul Fida Ismail bin Umar Al-Qurasyi Al-Dimasyqi Al-Hafizh yang terkenal sebagai penulis tafsir dan tarikh (sejarah). Beliau adalah salah satu murid Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah,  beliau wafat pada tahun 774 Hijriyyah.

MATAN KITAB:

وأنواع العبادة التي أمر الله بها 
مثل الإسلام،  والإيمان،  والإحسان

"Dan macam-macam ibadah yang Allah perintahkan itu, seperti: Islam, Iman, dan Ihsan."

SYARAH/KETERANGAN:

Ketika penulis (Muhammad bin Abdil Wahhab) رحمه الله تعالى menjelaskan bahwa wajib atas kita untuk beribadah kepada Allah satu-satu-Nya yang tidak ada sekutu bagi-Nya, maka beliau menjelaskan MACAM-MACAM IBADAH, beliau mengatakan, 'Macam-macam ibadah adalah:

ISLAM

IMAN, dan

IHSAN."

Tiga perkara ini yaitu:
AL-ISLAM, AL-IMAN, dan AL-IHSAN adalah AD-DIEN (AGAMA).
Sebagaimana terdapat dalam riwayat Muslim dari hadits Umar bin Al-Khaththab رضي الله عنه berkata,

بينما نحن جلوس عند رسول الله صلى الله عليه وسلم ذات يوم إذ طلع علينا رجل شدبد بياض الثياب،.......... 

Artinya: "Ketika kami duduk di sisi Rasulullah صلى الله عليه وسلم pada suatu hari, tiba-tiba muncul di hadapan kami seorang laki-laki yang sangat putih pakaiannya dan sangat hitam rambutnya, tidak terlihat padanya tanda-tanda safar, sementara tidak ada seorang pun dari kami yang mengenalnya. Hingga dia duduk  menghadap Nabi صلى الله عليه وسلم, lalu dia menempelkan kedua lututnya kepada kedua lutut beliau, dan meletakkan kedua telapak tangannya di atas kedua pahanya, lalu dia berkata,

'Wahai Muhammad, beritahu aku tentang Al-Islam.'

Rasulullah صلى الله عليه وسلم menjawab, 'Al-Islam yaitu engkau bersaksi bahwa tidak ada sesembahan yang haq selain Allah dan bahwa Muhammad adalah utusan Allah, engkau mendirikan shalat,  menunaikan zakat, berpuasa di bulan Ramadhan, dan haji ke Baitullah jika mampu menempuh perjalanan ke sana.'

Laki-laki itu berkata, 
'Engkau benar.'

Umar رضي الله عنه berkata, 
'Maka kami heran kepada laki-laki itu, dia bertanya kepada Nabi صلى الله عليه وسلم dan dia sendiri membenarkan (jawaban) Nabi صلى الله عليه وسلم.'

Kemudian orang itu bertanya lagi, 'Beritahu aku tentang Al-Iman.'

Nabi صلى الله عليه وسلم menjawab, 'Yaitu engkau beriman kepada Allah, malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya, rasul-rasul-Nya, hari akhir, dan engkau beriman kepada takdir yang baik maupun yang jelek."

Laki-laki itu berkata, 'Engkau benar.'

Lalu dia bertanya lagi, 'Beritahu aku tentang Al-Ihsan.'

Beliau صلى الله عليه وسلم menjawab, 'Yaitu engkau beribadah kepada Allah seolah-olah engkau melihat-Nya, jika engkau tidak bisa melihat-Nya, maka Dia melihatmu.'

Laki-laki itu bertanya lagi, 'Beritahu aku tentang kiamat.'

Beliau صلى الله عليه وسلم menjawab, 'Tidaklah orang yang ditanya tentangnya lebih tahu dari orang yang bertanya.'

Orang itu bertanya, 'Beritahu aku tentang tanda-tandanya.'

Beliau صلى الله عليه وسلم menjawab, 'Yakni ketika budak wanita melahirkan anak majikannya, dan ketika engkau melihat orang yang tidak beralas kaki, tidak berpakaian, miskin, dan menggembala kambing mulai bermegah-megahan dalam bangunan.'

Kemudian orang itu pergi. Aku pun diam dalam waktu yang lama.

Kemudian Rasulullah صلى الله عليه وسلم bertanya kepadaku, 'Wahai Umar, tahukah kamu siapa orang yang datang tadi?'_  Aku menjawab, 'Allah dan Rasul-Nya yang lebih tahu.' Beliau صلى الله عليه وسلم berkata, 'Sesungguhnya dia adalah Jibril yang datang kepada kalian untuk mengajari kalian tentang agama kalian'."

Maka Nabi صلى الله عليه وسلم menjelaskan bahwa semua (yang ditanyakan oleh malaikat Jibril) itu adalah AD-DIEN (AGAMA), bahkan (tiga perkara) tersebut adalah keseluruhan dari agama ini (yakni agama Islam).

Selesai syarah.

Kembali kepada MATAN

Bersambung insya Allah

Diterjemahkan oleh Al-Ustadzah Ummu Abdillah Zainab bintu Ali Bahmid hafizhahallah pada Kamis, 24 Shafar 1438 H / 24 November 2016.

Akhawati fillah, jika ada yang tidak dipahami, silakan dicatat untuk ditanyakan ketika jadwal Tanya Jawab hari Kamis dan Jum'at pekan pertama bulan depan.

Barakallahu fikunna


Bagi yang ingin mendapatkan faedah dari dars Kitab Tsalatsatul Ushul yang telah berlalu, silakan mengunjungi:

Website 
      ● http://www.nisaa-assunnah.com

Channel Telegram
      ● http://tlgrm.me/nisaaassunnah
      ● http://tlgrm.me/tsalatsatulushul
  

Nisaa` As-Sunnah
Kajian Tauhid Kitab Tsalatsatul Ushul (Pertemuan 37) : Islam, Iman, dan Ihsan Kajian Tauhid Kitab Tsalatsatul Ushul (Pertemuan 37) : Islam, Iman, dan Ihsan Reviewed by Nisaa` As-Sunnah on November 25, 2016 Rating: 5

Events

ads
Powered by Blogger.