Kajian Tauhid Kitab Tsalatsatul Ushul (Pertemuan 53) : ISTI'ADZAH KEPADA ORANG MATI ATAU KEPADA ORANG YANG MASIH HIDUP DAN MAMPU, TAPI DIA TIDAK ADA DI HADAPANNYA UNTUK MEMBERI PERLINDUNGAN

ISTI'ADZAH KEPADA ORANG MATI ATAU KEPADA ORANG YANG MASIH HIDUP  DAN MAMPU, TAPI DIA TIDAK ADA DI HADAPANNYA UNTUK MEMBERI PERLINDUNGAN


KAJIAN TAUHID
Dari kitab:
Tsalatsatul Ushul
(Tiga Landasan Utama)
Penulis:
Asy-Syaikh Muhammad bin Abdul Wahab رحمه الله تعالى
Syarah/Penjelasan oleh:
Asy-Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin رحمه الله


بسم الله الرحمن الرحيم
:الحمدلله والصلاة والسلام على رسول الله وعلى اله وصحبه ومن والاه، أما بعد


3. ISTI'ADZAH KEPADA ORANG MATI ATAU KEPADA ORANG YANG MASIH HIDUP  DAN MAMPU, TAPI DIA TIDAK ADA DI HADAPANNYA UNTUK MEMBERI PERLINDUNGAN.

Ini adalah perbuatan SYIRIK.
Dalilnya adalah firman Allah ta'ala:

وَأَنَّهُ كَانَ رِجَالٌ مِنَ الْإِنْسِ يَعُوذُونَ بِرِجَالٍ مِنَ الْجِنِّ فَزَادُوهُمْ رَهَقًا

"Dan bahwasanya ada beberapa orang laki-laki di antara manusia yang meminta perlindungan kepada beberapa laki-laki di antara jin, maka jin-jin itu menambahkan kepada mereka ketakutan." (QS. Al-Jin: 6)

4. ISTI'ADZAH KEPADA APA YANG MEMUNGKINKAN UNTUK MEMBERIKAN PERLINDUNGAN.

Baik dari kalangan makhluk, baik kepada manusia, tempat-tempat, dan lain sebagainya, maka ini BOLEH.

Dalilnya adalah sabda Rasulullah صلى الله عليه وسلم ketika menyebutkan tentang fitnah-fitnah:

.من تشرف لها تستشرفه ومن وجد ملجأ أو معاذا فليعذه

"Barang siapa melibatkan dirinya pada fitnah-fitnah itu, maka dia akan dibinasakan olehnya. Dan barang siapa mendapatkan tempat berlindung atau tempat yang membentengi dia, maka hendaklah dia berlindung dengannya." (Muttafaqun 'alaih)

Nabi صلى الله عليه وسلم telah menjelaskan tempat berlindung tersebut dengan sabda beliau,

.فمن كان له إبل فليلحق بإبله

"Barang siapa memiliki unta, maka hendaklah dia bersama dengan untanya." (HR. Muslim)

Dan dalam Shahih Muslim juga, dari Jabir رضي الله عنه bahwasanya ada seorang wanita dari Bani Makhzum telah mencuri, lalu dia dibawa menghadap kepada Nabi صلى الله عليه وسلم, maka dia berlindung kepada Ummu Salamah." (HR. Muslim)

Dalam Shahih Muslim juga, dari Ummu Salamah رضي الله عنها dari Nabi صلى الله عليه وسلم bersabda,

.يعوذ عائذ بالبيت فيبعث إليه بعث

"Seseorang berlindung kepada Baitullah (Ka'bah), lalu dikirim kepadanya satu pasukan (untuk melindunginya)." (HR. Muslim)

Akan tetapi jika seseorang meminta perlindungan dari kejahatan orang zhalim, maka WAJIB untuk melindunginya sesuai kemampuannya.

Akan tetapi jika seseorang meminta perlindungan untuk melakukan sesuatu yang dilarang atau untuk bisa lari dari kewajiban, maka HARAM untuk memberi perlindungan kepadanya.

Selesai syarah walhamdulillah

IBADAH YANG BERIKUTNYA, YAITU ISTIGHATSAH:

Bersambung insya Allah


Diterjemahkan oleh Al-Ustadzah Ummu Abdillah Zainab bintu Ali Bahmid hafizhahallah pada Kamis, 7 Sya'ban 1438 H / 4 Mei 2017.

Akhawati fillah, jika ada yang tidak dipahami, silakan dicatat untuk ditanyakan melalui admin grup masing-masing.

Barakallahu fikunna

Bagi yang ingin mendapatkan faedah dari dars Kitab Tsalatsatul Ushul yang telah berlalu, silakan mengunjungi:

Website 
      ● http://www.nisaa-assunnah.com
      
Channel Telegram
      ● http://t.me/nisaaassunnah
      ● http://t.me/tsalatsatulushul
  


Nisaa` As-Sunnah
Kajian Tauhid Kitab Tsalatsatul Ushul (Pertemuan 53) : ISTI'ADZAH KEPADA ORANG MATI ATAU KEPADA ORANG YANG MASIH HIDUP DAN MAMPU, TAPI DIA TIDAK ADA DI HADAPANNYA UNTUK MEMBERI PERLINDUNGAN Kajian Tauhid Kitab Tsalatsatul Ushul (Pertemuan 53) : ISTI'ADZAH KEPADA ORANG MATI ATAU KEPADA ORANG YANG MASIH HIDUP  DAN MAMPU, TAPI DIA TIDAK ADA DI HADAPANNYA UNTUK MEMBERI PERLINDUNGAN Reviewed by Nisaa` As-Sunnah on May 09, 2017 Rating: 5

Events

ads
Powered by Blogger.