Kajian Tauhid Kitab Tsalatsatul Ushul (Pertemuan 64): Makna Laa Ilaaha illallah (lanjutan)


Kajian Tauhid
Dari kitab:
Tsalatsatul Ushul
(Tiga Landasan Utama)

Penulis:
Asy-Syaikh Muhammad bin Abdul Wahab رحمه الله تعالى

Syarah/Penjelasan oleh:
Asy-Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin رحمه الله

بسم الله الرحمن الرحيم
الحمدلله والصلاة والسلام على رسول الله وعلى اله وصحبه ومن والاه، أما بعد:


Dan sesembahan mereka itu tidak mempunyai hak ULUHIYYAH sedikitpun. 
Hal ini ditunjukkan oleh firman Allah ta'ala:

ذَٰلِكَ بِأَنَّ اللَّهَ هُوَ الْحَقُّ وَأَنَّ مَا يَدْعُونَ مِنْ دُونِهِ هُوَ الْبَاطِلُ وَأَنَّ اللَّهَ هُوَ الْعَلِيُّ الْكَبِيرُ

"Yang demikian itu karena sesungguhnya Allah Dia-lah yang Maha Benar dan sesungguhnya apa saja yang mereka seru selain Allah adalah batil. Dan sesungguhnya Allah Dia-lah yang Maha Tinggi lagi Maha Besar." (QS. Al-Hajj: 62)

Juga ditunjukkan oleh firman Allah ta'ala:

أَفَرَأَيْتُمُ اللاتَ وَالْعُزَّى (١٩) وَمَنَاةَ الثَّالِثَةَ الأخْرَى (٢٠) أَلَكُمُ الذَّكَرُ وَلَهُ الأنْثَى (٢١) تِلْكَ إِذًا قِسْمَةٌ ضِيزَى (٢٢) إِنْ هِيَ إِلا أَسْمَاءٌ سَمَّيْتُمُوهَا أَنْتُمْ وَآبَاؤُكُمْ مَا أَنْزَلَ اللَّهُ بِهَا مِنْ سُلْطَانٍ إِنْ يَتَّبِعُونَ إِلا الظَّنَّ وَمَا تَهْوَى الأنْفُسُ وَلَقَدْ جَاءَهُمْ مِنْ رَبِّهِمُ الْهُدَى (٢٣) 

"Maka apakah pantas kalian (orang-orang musyrik) menganggap Al-Lata dan Al-'Uzza serta Manat yang ketiga (sebagai anak-anak perempuan Allah)? Apakah pantas untuk kalian anak laki-laki dan untuk Allah anak perempuan? Yang demikian itu tentulah pembagian yang tidak adil.  Itu tidak lain hanyalah nama-nama yang kalian dan bapak-bapak kalian ada-adakan, yang Allah tidak menurunkan suatu keterangan pun untuk (menyembah)nya." (QS. An-Najm:  19-23)

Dan firman Allah ta'ala tentang Yusuf عليه السلام:

مَا تَعْبُدُونَ مِنْ دُونِهِ إِلَّا أَسْمَاءً سَمَّيْتُمُوهَا أَنْتُمْ وَآبَاؤُكُمْ مَا أَنْزَلَ اللَّهُ بِهَا مِنْ سُلْطَانٍ ۚ 

"Kalian tidaklah menyembah selain Allah, kecuali hanya menyembah nama-nama yang kalian dan nenek moyang kalian telah ada-adakan, yang Allah tidak menurunkan suatu keterangan pun tentangnya." (QS. Yusuf:  40)

Dengan demikian, maka makna  لا إله إلا الله adalah  TIDAK ADA SESEMBAHAN YANG HAK (BENAR), KECUALI ALLAH AZZA WAJALLA. 

Adapun sesembahan-sesembahan selain Allah,  maka ULUHIYYAH mereka yang disangka oleh para penyembah mereka, bukanlah ULUHIYYAH yang benar, yakni merupakan ULUHIYYAH yang BATIL (sesembahan yang batil).

Alhamdulillah selesai syarah/penjelasan tentang makna لا إله إلا الله. 

Yang berikutnya kita kaji tentang 
TAFSIR  لاإله إلا الله 
                   
Bersambung insya Allah


Diterjemahkan oleh Al-Ustadzah Ummu Abdillah  bintu Ali Bahmid hafizhahallah pada Kamis, 25 Dzulqa'dah 1438 H / 17 Agustus 2017.



Akhawati fillah, jika ada yang tidak dipahami, silakan dicatat untuk ditanyakan melalui admin grup masing-masing.

Barakallahu fikunna

====================

Bagi yang ingin mendapatkan faedah dari dars Kitab Tsalatsatul Ushul yang telah berlalu, silakan mengunjungi:

Website http://www.nisaa-assunnah.com
      
Channel Telegram
      http://t.me/nisaaassunnah
      http://t.me/tsalatsatulushul
  

Nisaa` As-Sunnah
Kajian Tauhid Kitab Tsalatsatul Ushul (Pertemuan 64): Makna Laa Ilaaha illallah (lanjutan) Kajian Tauhid Kitab Tsalatsatul Ushul (Pertemuan 64): Makna Laa Ilaaha illallah (lanjutan) Reviewed by Nisaa` As-Sunnah 4 on August 25, 2017 Rating: 5

Events

ads
Powered by Blogger.