Kajian Tauhid Kitab Tsalatsatul Ushul (Pertemuan 63): Makna Laa Ilaaha illallah


 KAJIAN TAUHID

Dari kitab:
Tsalatsatul Ushul
(Tiga Landasan Utama)

Penulis:
Asy-Syaikh Muhammad bin Abdul Wahab رحمه الله تعالى

Syarah/Penjelasan oleh:
Asy-Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin رحمه الله

بسم الله الرحمن الرحيم
الحمدلله والصلاة والسلام على رسول الله وعلى اله وصحبه ومن والاه، أما بعد:

Akhawati fillah, kita sampai pelajaran terpenting dalam kitab ini, yakni kita kaji sekarang tentang MAKNA SYAHADAT YANG PERTAMA, yakni: MAKNA LAA ILAHA ILLALLAH

Kita kaji dahulu MATAN/ISI KITAB:

ومعناها:  لا معبود بحق إلا الله ؛
{ لاإله }  نافيا جميعا ما عبد من دون الله.   { إلا الله }  مثبتا العبادة لله وحده لا شريك له في عبادته،   كما أنه لا شريك له في ملكه.

"Makna 'Laa ilaaha illallah' adalah: Tidak ada sesembahan yang haq kecuali Allah."
"Laa Ilaaha" yaitu menafikan (meniadakan) semua yang diibadahi selain Allah.  "Illallaah" yaitu menetapkan bahwa ibadah itu hanya untuk Allah semata, tidak ada sekutu bagi-Nya dalam beribadah kepada-Nya,  sebagaimana tidak ada sekutu bagi-Nya dalam kekuasaan-Nya."

SYARAH/PENJELASAN:

Perkataan penulis, "Dan maknanya, yakni makna Laa ilaaha illallah (لا إله إلا الله), yaitu: 
لا معبود بحق إلا الله 
Laa ma'buuda bihaqqin illallaah
Artinya: Tidak ada sesembahan yang haq kecuali Allah.

Maka syahadat لا إله إلا الله yaitu seseorang mengakui dengan lisannya dan hatinya, bahwa tidak ada sesembahan yang benar kecuali Allah azza wajalla. 

Karena makna إله (Ilah) yaitu 'yang disembah' Dan penyembahan adalah 'peribadatan'. Adapun kalimat syahadat لا إله إلا الله (Laa ilaaha illallah) mengandung dua unsur:
1. Penafian (peniadaan)
2. Itsbat (penetapan)

1. PENAFIAN/PENIADAAN:
Yakni pada kalimat "لا إله إلا"
"Tidak ada sesembahan yang benar."

2. ITSBAT/PENETAPAN:
Pada kalimat  "إلا الله" (kecuali Allah), yakni menetapkan bahwa peribadatan yang benar hanya kepada Allah. 

Lafzhul Jalalah الله merupakan badal dari khabar لا yang dihilangkan, dan taqdirnya adalah  لا إله حق إلا الله 
"Tidak ada sesembahan yang benar kecuali Allah."

Dengan kita tentukan khabar yang hilang tersebut dengan kata حق (haq/yang benar), maka menjadi jelaslah jawaban dari persoalan berikut ini:
Bagaimana bisa dikatakan,
لا إله حق إلا الله 
(Tidak ada sesembahan yang benar kecuali Allah) Secara mutlak? Padahal kenyataannya di dunia ini BANYAK SESEMBAHAN YANG DISEMBAH SELAIN ALLAH? Dan Allah ta'ala juga telah menyebutkan semua itu sebagai sesembahan-sesembahan. Juga penyembahnya (orang-orang musyrik) menyebut semua itu sebagai sesembahan-sesembahan mereka.

Allah tabaraka wa ta'ala berfirman,

فَمَا أَغْنَتْ عَنْهُمْ آلِهَتُهُمُ الَّتِي يَدْعُونَ مِنْ دُونِ اللَّهِ مِنْ شَيْءٍ لَمَّا جَاءَ أَمْرُ رَبِّكَ ۖ 

"Maka tidak bermanfaat sedikitpun kepada mereka sesembahan-sesembahan yang mereka seru selain Allah di waktu adzab Rabbmu datang." (QS. Hud: 101)

Bagaimana mungkin kita MENETAPKAN adanya sesembahan-sesembahan selain Allah, sedangkan para rasul menyatakan kepada kaum mereka,
اعْبُدُوا اللَّهَ مَا لَكُمْ مِنْ إِلَٰهٍ غَيْرُهُ ۖ 
"Sembahlah Allah. Tidak ada sesembahan bagi kalian selain Dia." (QS. Hud: 61)

JAWABAN atas persoalan  tersebut akan jelas dengan cara memberikan taqdir terhadap khabar yang hilang pada kalimat لا إله إلا الله. 
Sehingga bisa kita katakan, bahwa sesembahan-sesembahan yang banyak itu yang disembah selain Allah adalah KENYATAANNYA memang disembah oleh orang-orang musyrik, tapi sesembahan-sembahan itu semuanya BATHIL, bukan sesembahan haq/benar. Dan sesembahan mereka itu tidak mempunyai hak ULUHIYYAH sedikitpun.

Bersambung insya Allah


Diterjemahkan oleh Al-Ustadzah Ummu Abdillah  bintu Ali Bahmid hafizhahallah pada Kamis, 18 Dzulqa'dah 1438 H / 10 Agustus 2017.



Akhawati fillah, jika ada yang tidak dipahami, silakan dicatat untuk ditanyakan melalui admin grup masing-masing.

Barakallahu fikunna

====================

Bagi yang ingin mendapatkan faedah dari dars Kitab Tsalatsatul Ushul yang telah berlalu, silakan mengunjungi:

Website http://www.nisaa-assunnah.com
      
Channel Telegram
      http://t.me/nisaaassunnah
      http://t.me/tsalatsatulushul
  

Nisaa` As-Sunnah
Kajian Tauhid Kitab Tsalatsatul Ushul (Pertemuan 63): Makna Laa Ilaaha illallah Kajian Tauhid Kitab Tsalatsatul Ushul (Pertemuan 63): Makna Laa Ilaaha illallah Reviewed by Nisaa` As-Sunnah 4 on August 25, 2017 Rating: 5

Events

ads
Powered by Blogger.