AL-FIQH AL-MUYASSAR (PERTEMUAN 46)


http://t.me/fiqihmukminah

PERTEMUAN 46

┏━━━━━━━━━━━━━━━━━┓
    🎀  KAJIAN FIKIH  🎀
┗━━━━━━━━━━━━━━━━━┛

📚 Dari kitab:

AL-FIQH AL-MUYASSAR

(FIKIH PRAKTIS)


بسم الله الرحمن الرحيم
الحمدلله والصلاة والسلام على رسول الله وعلى اله وصحبه ومن والاه، أما بعد:

🏝 Akhawati fillah kita lanjutkan kajian fikih, dari kitab Al-Fiqhul Muyassar. 

⬤ Bab kesepuluh tentang HAIDH​ DAN NIFAS, kita masih mengkaji tentang DARAH ISTIHADHAH.

🚫 WANITA ISTIHADHAH MEMPUNYAI TIGA KEADAAN:

1⃣ KEADAAN PERTAMA:

📌 Dia mempunyai rutinitas/kebiasaan haidh yang jelas.

⏰ Yakni masa haidh dia ketahui sebelum dia mengalami istihadhah, maka wanita yang dalam keadaan ini

📍duduk selama waktu kebiasaan haidhnya, yakni tidak shalat dan tidak puasa.

📍Dan sesuai kebiasaan haidhnya, dia dianggap sebagai wanita yang mengalami haidh.

📍Jika masa haidhnya sudah berlalu, maka dia mandi dan shalat.

📌 Darah yang tetap keluar dianggap darah ISTIHADHAH.

🔖 Dalilnya adalah sabda Rasulullah صلى الله عليه وسلم kepada Ummu Habibah رضي الله عنها,

امكثي قدر ما كانت تحبسك حيضتك ثم اغتسلي وصلي.

"Diamlah (yakni tidak shalat dan puasa) selama waktu haidhmu menahanmu, kemudian mandilah dan shalatlah." (HR. Muslim)

2⃣ KEADAAN KEDUA:

📌 APABILA TIDAK MEMPUNYAI RUTINITAS HAIDH YANG JELAS, TAPI DARAHNYA BISA DIBEDAKAN

🔎 Sebagian darahnya yang keluar memiliki SIFAT-SIFAT DARAH HAIDH, yakni:

📍 berwarna kehitaman,

📍 kental, dan

📍 berbau (anyir).

🔎 Dan sisa darah lain yang keluar memiliki SIFAT-SIFAT DARAH ISTIHADHAH:

📍 berwarna merah segar,

📍 cair (tidak kental), dan

📍 tidak berbau anyir.

🔎 Dalam keadaan yang kedua ini, maka dia berpijak pada PERBEDAAN sifat darah yang keluar.

🔖 Dalilnya adalah sabda Rasulullah صلى الله عليه وسلم kepada Fathimah bintu Abi Hubaisy,

إذا كان دم الحيض فإنه أسود يعرف، فأمسكي عن الصلاة، فإذا كان الآخر فتوضئي وصلي فإنما هو عرق.

"Apabila darah haidh, maka sesungguhnya ia hitam dan diketahui, maka tahanlah dirimu dari shalat (jangan shalat), maka jika darahnya berwarna lain (tidak hitam), maka berwudhulah dan shalatlah, karena sesungguhnya ia darah dari urat (pembuluh darah)." (HR.  Abu Dawud, dan dishahihkan oleh Ibnu Hibban dan Al-Hakim, dan dishahihkan oleh Al-Albani)

3⃣ KEADAAN KETIGA 

📌 DIA TIDAK MEMILIKI RUTINITAS HAIDH, DAN
📌 DARAHNYA TIDAK MEMILIKI SIFAT UNTUK BISA DIBEDAKAN MANA YANG HAIDH DAN MANA YANG BUKAN HAIDH,

📍maka dia duduk (tidak shalat dan puasa) selama umumnya wanita mengalami haidh, yakni selama 6 atau 7 hari, sebab pada umumnya para wanita mengalami haidh selama itu.

📍Kemudian dia mandi suci dari haidh (pen.).

📍Dan darah yang keluar setelah 6 atau 7 hari dihukumi darah ISTIHADHAH, hendaklah dia hanya membasuhnya (membersihkan sisa-sisa darah istihadhah), lalu shalat dan puasa.

🔖 Dalilnya adalah sabda Rasulullah صلى الله عليه وسلم kepada Hamnah bintu Jahsy رضي الله عنها,

إنما هي ركضة من الشيطان، فتحيضي ستة أيام ثم اغتسلي، فإذا استنقأت فصلي وصومي فإن ذلك يجزئك.

"Sesungguhnya ia hanyalah guncangan (gangguan) dari setan, maka tetapkan haidhmu selama 6 atau 7 hari, kemudian mandilah, maka jika kamu telah suci, shalatlah dan puasalah, karena hal itu telah cukup bagimu." (HR. Abu Dawud dan At-Tirmidzi)

▪Makna: ركضة من الشيطان adalah guncangan (gangguan) dari setan, yakni dorongan, sesungguhnya setan yang menggerakkan darah (istihadhah) ini.

⬤ Selesai bab kesepuluh ⬤

🌹 Alhamdulillah, dengan ini selesai kita mengkaji yang pertama dari isi kitab Al-Fiqhul Muyassar, yakni KITAB ATH-THAHARAH yang berisi sepuluh bab.

⚫ Selanjutnya kita akan mengkaji KITAB ASH-SHALAT insya Allah.

✍🏼 Diterjemahkan oleh Al-Ustadzah Ummu Abdillah Zainab bintu Ali Bahmid hafizhahallah pada hari Rabu, 22 Rajab 1438 H / 19 April 2017 M

====°°°°====°°°°====°°°°====

🛑 Akhawati fillah, jika ada yang tidak dipahami, silakan dicatat untuk ditanyakan melalui admin grup masing-masing.

🍃 Barakallahu fikunna

○○○○○○○○○○○○○○○○○○○○

🖥 Bagi yang   Al-Muyassar, silakan mengunjungi:

🌐 Website: 
       ● http://www.nisaa-assunnah.com

📠 Channel Telegram:
       ● http://tlgrm.me/nisaaassunnah
       ● http://tlgrm.me/fiqihmukminah

🎀 Nisaa` As-Sunnah 🎀


AL-FIQH AL-MUYASSAR (PERTEMUAN 46) AL-FIQH AL-MUYASSAR (PERTEMUAN 46) Reviewed by Nisaa` As-Sunnah 4 on October 06, 2017 Rating: 5

Events

ads
Powered by Blogger.