Kitab Fiqh Al Mar'atul Muslimah (Pertemuan 128)


http://t.me/fiqihwanitamuslimah

Pertemuan 128

KAJIAN FIKIH 

Dari kitab:
Fiqh Al-Mar'ah Al-Muslimah

Penulis:
Asy-Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin رحمه الله

بسم الله الرحمن الرحيم
الحمدلله والصلاة والسلام على رسول الله وعلى اله وصحبه ومن والاه، أما بعد:

Contoh bid'ah siyasat yang lain, sebagai berikut:

Khalifah Umar ibnul Khaththab رضي الله:

Memutuskan ucapan talak tiga yang diucapkan dalam waktu yang sama dianggap telah jatuh talak tiga! (hal ini diputuskan agar orang tidak bermudah-mudahan menjatuhkan talak, pen.).

Melarang menjual budak yang berkedudukan sebagai 'Ummul Walad' (budak yang telah melahirkan anak tuannya, pen.). Padahal di masa Rasulullah صلى الله عليه وسلم, 'Ummul Walad' itu boleh dijual (karena melihat kemaslahatan ummat, sehingga mereka tidak bermudah-mudahan menjual 'Ummul Walad' dan bahkan mau bertanggung jawab kepada anak dan ibunya, pen.).

Menambah hukuman bagi peminum khamer, dari 40 kali cambuk menjadi 80 kali cambuk.

Siyasat seperti itu dapat merealisasikan kemaslahatan.
Akan tetapi perlu difahami, apakah Umar menambah jumlah shalat lima waktu menjadi enam? Tidak...
Ataukah Umar menjadikan rakaat shalat Zhuhur menjadi lima rakaat? Tidak...

Keterangan penerjemah:

Sehingga yang dilakukan Umar رضي الله عنه bukanlah merubah syariat yang ushul/pokok, juga tidak melakukan hal-hal yang baru (bid'ah). Tapi yang dilakukan adalah 'siyasat' demi kemaslahatan umat Islam. Dan hal itu boleh dilakukan oleh orang seperti Umar ibnul Khaththab رضي الله عنه sebagai Khulafaur Rasyidin (Khalifah Rasulullah صلى الله عليه وسلم). Adapun orang lain selain Umar tidak boleh melakukan siyasat seperti itu. Wallahu a'lam. (Selesai keterangan penerjemah).

Keterangan penerjemah:

Sehingga yang dilakukan Umar رضي الله عنه bukanlah merubah syariat yang ushul/pokok, juga tidak melakukan hal-hal yang baru (bid'ah). Tapi yang dilakukan adalah 'siyasat' demi kemaslahatan umat Islam. Dan hal itu boleh dilalukan oleh orang seperti Umar ibnul Khaththab رضي الله عنه sebagai Khulafaur Rasyidin (Khalifah Rasulullah صلى الله عليه وسلم). Adapun orang lain selain Umar tidak boleh melakukan siyasat seperti itu. Wallahu a'lam. (Selesai keterangan penerjemah).

Maka karena itu, HUKUM SHALAT TARAWIH BERJAMAAH ADALAH SUNNAH

Dan sebaliknya seseorang (laki-laki) shalat tarawih sendirian di rumahnya, tidak mendapati sunnah.

Dalilnya:

Perbuatan Rasulullah صلى الله عليه وسلم.
Perintah Umar رضي الله عنه.  
Dan sesuai dengan mayoritas para sahabat, di mana mereka shalat tarawih berjamaah di masjid dan ditutup dengan shalat witir berjamaah.

DALILNYA:

Bahwa Rasulullah صلى الله عليه وسلم shalat tarawih berjamaah dengan para sahabat pada malam ke-23 Ramadhan, malam ke-25, dan pada malam ke-27 Ramadhan.
Pada malam pertama beliau shalat sepertiga malam, malam kedua separo malam, dan malam ketiga sampai mendekati fajar, dan ketika para sahabat berkata, "Andaikata kita shalat sunnah ini (yakni shalat tarawih) dilanjutkan di waktu-waktu malam yang tersisa."  Maka Rasulullah صلى الله عليه وسلم bersabda,

من قام مع الإمام حتى ينصرف كتب له قيام ليلة.

"Barang siapa shalat bersama imam sampai selesai, maka dicatat untuknya shalat sepanjang malam."

Hal ini menunjukkan  bahwa beliau shalat witir setelah shalat tarawih, maka seharusnya shalat witir juga dilakukan secara berjamaah setelah selesai shalat tarawih.

Keterangan penerjemah:

Ketika seseorang shalat tarawih berjamaah bersama imam, maka seharusnya tidak hanya shalat tarawih saja yang dilakukan berjamaah, kemudian dia pulang ke rumah dan ketika tengah malam dia shalat witir sendirian di rumah, tapi yang benar sesuai sabda Rasulullah صلى الله عليه وسلم di atas, hendaklah dia terus mengikuti imam sampai selesai imam shalat tarawih dan witir secara berjamaah, yang dijanjikan mendapat pahala seperti shalat sepanjang malam. (Selesai Keterangan pen).

Bersambung insya Allah

Diterjemahkan oleh Al-Ustadzah Ummu Abdillah bintu Ali Bahmid hafizhahallah pada Selasa, 30 Rabi'ul Awal 1439 H / 19 Desember 2017 M.

Akhawati fillah, jika ada yang tidak dipahami, silakan dicatat untuk ditanyakan melalui admin grup masing-masing.

Barakallahu fikunna

#NAFiqih #NAFQ128
===================

Bagi yang ingin mendapatkan faedah dari dars Kitab Fiqh Al-Mar'ah Al-Muslimah yang telah berlalu, silakan mengunjungi:
Website 
       ● http://www.nisaa-assunnah.com
Channel Telegram
       ● http://t.me/nisaaassunnah
       ● http://t.me/fiqihwanitamuslimah

Nisaa` As-Sunnah

Kitab Fiqh Al Mar'atul Muslimah (Pertemuan 128) Kitab Fiqh Al Mar'atul Muslimah (Pertemuan 128) Reviewed by Nisaa` As-Sunnah 4 on December 20, 2017 Rating: 5

Events

ads
Powered by Blogger.