AL-FIQH AL-MUYASSAR (PERTEMUAN 86)




PERTEMUAN 86

KAJIAN FIKIH 

Dari kitab:
AL-FIQH AL-MUYASSAR
(FIKIH PRAKTIS)


بسم الله الرحمن الرحيم
الحمدلله والصلاة والسلام على رسول الله وعلى اله وصحبه ومن والاه، أما بعد:

5. Wajib sujud sahwi ketika ada keraguan pada jumlah rakaat shalat, sehingga tidak tahu pasti berapa rakaat dia shalat. 

Hal itu terjadi ketika shalat berlangsung, sebab dia melaksanakan sebagian shalatnya dalam keadaan ragu, apakah ia termasuk darinya atau kelebihan darinya, sehingga niatnya melemah, maka hal itu membutuhkan tambalan, yaitu sujud sahwi. 

Ini berdasarkan keumuman hadits Abu Hurairah رضي الله عنه bahwa Rasulullah صلى الله عليه وسلم bersabda,

إن أحدكم إذا قام يصلي جاءه الشيطان فلبس عليه حتى لا يدري كم صلى، فإذا وجد ذلك فليسجد سجدتين وهو جالس.

"Sesungguhnya apabila salah seorang dari kalian berdiri shalat, maka setan datang kepadanya lalu mengacaukan shalatnya sehingga dia tidak tahu berapa rakaat dia shalat,  maka apabila mendapati hal itu, hendaklah dia sujud sahwi dua kali ketika dia sedang duduk (tasyahud akhir)." (Muttafaqun 'alaih)

Dalam kondisi ini, yang bersangkutan berada di antara dua perkara:

1. keraguannya tanpa ada tarjih untuk bisa memilih salah satu dari dua kemungkinan.
Dalam kondisi ini, dia harus menentukan jumlah rakaat yang paling sedikit, dan mendasarkan shalatnya dengan jumlah rakaat yang sedikit, lalu melakukan sujud sahwi.

Berdasarkan sabda Rasulullah صلى الله عليه وسلم,

إذا شك أحدكم في صلاته فلم يدر كم صلى ثلاثا أم أربعا فليطرح الشك وليلن على ما استيقن، ثم يسجد سجدتين قبل أن يسلم.

"Apabila salah seorang dari kalian ragu dalam shalatnya, lalu dia tidak tahu berapa rakaat dia telah shalat, tiga atau empat, maka hendaklah dia membuang keraguannya dan mendasarkan shalatnya atas apa yang dia yakini, kemudian sujud dua kali sebelum salam." (HR. Muslim)

2. Dia memiliki dugaan kuat dan mampu men-tarjih salah satu dari dua kemungkinan.
Maka hendaklah dia mengamalkan yang dia yakini, dan dia membangun shalatnya berdasarkan hal tersebut, lalu sujud sahwi dua kali.

Berdasarkan sabda Nabi صلى الله عليه وسلم tentang orang yang ragu-ragu dalam shalatnya,

فليتحر الصواب، ثم ليتم عليه - أي على التحري - ثم ليسلم،  ثم ليسجد سجدتين بعد أن يسلم.

"Maka hendaklah dia berusaha mencari yang benar dengan teliti, kemudian menyempurnakan shalatnya berdasarkan atasnya -yaitu atas dasar pencarian yang teliti- kemudian hendaklah mengucapkan salam, lalu sujud sahwi dua kali setelah salam." (HR. Muslim)

BAGIAN KETIGA

Bersambung insya Allah

Diterjemahkan oleh Al-Ustadzah Ummu Abdillah bintu Ali Bahmid hafizhahallah pada hari Rabu, 16 Sya'ban 1439 H / 2 Mei 2018 M

====°°°°====°°°°====°°°°====

Akhawati fillah, jika ada yang tidak dipahami, silakan dicatat untuk ditanyakan melalui admin grup masing-masing.

Barakallahu fikunna

#NAMuyassar #NAM86
○○○○○○○○○○○○○○○○○○○○

Bagi yang ingin mendapatkan faedah dari dars kitab Al-Fiqhu Al-Muyassar, silakan mengunjungi:
Website: 
Channel Telegram:

Nisaa` As-Sunnah
AL-FIQH AL-MUYASSAR (PERTEMUAN 86) AL-FIQH AL-MUYASSAR (PERTEMUAN 86) Reviewed by Nisaa` As-Sunnah 5 on May 06, 2018 Rating: 5

No comments:

Events

ads
Powered by Blogger.