Kitab Fiqh Al-Mar'atul Muslimah (Pertemuan 164)


Pertemuan : 164


  KAJIAN FIKIH


Dari kitab:
Fiqh Al-Mar'ah Al-Muslimah

Penulis:
Asy-Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin رحمه الله

بسم الله الرحمن الرحيم
الحمدلله والصلاة والسلام على رسول الله وعلى اله وصحبه ومن والاه، أما بعد:

Contoh berikutnya,  SUJUD SAHWI KARENA KELEBIHAN

SALAM SEBELUM SEMPURNA SHALAT

1. Salam sebelum sempurna shalat, termasuk dari tambahan dalam shalat.

2. Apabila seseorang salam dengan sengaja sebelum shalatnya sempurna, maka batal shalatnya.

Dan jika karena lupa dan dia tidak mengingatnya kecuali setelah lama berlalu (beberapa jam), maka dia harus kembali mengulang shalat lagi.

Dan jika dia teringat ketika  baru saja selesai shalat, kira-kira dua atau tiga menit setelah selesai shalat, maka dia harus:
 menyempurnakan shalatnya, lalu
salam, kemudian
sujud sahwi, lalu
salam.

Dalil tentang hal itu adalah hadits Abu Hurairah رضي الله عنه:

أن النبي صلى الله عليه وسلم صلى بهم الظهر أو العصر فسلم من ركعتين،  فخرج السرعان من أبواب المسجد يقولون: قصرت الصلاة، وقام النبي صلى الله عليه وسلم إلى خشبة في المسجد فاتكأ عليها كأنه غضبان،  فقام رجل فقال: يارسول الله، أنسيت أم قصرت الصلاة؟  فقال النبي صلى الله عليه وسلم: «لم أنس ولم تقصر»،  فقال الرجل: بلى قد نسيت،  فقال النبي صلى الله عليه وسلم للصحابة:  « أحق ما يقول؟ »،  قالوا: نعم.  فتقدم النبي صلى الله عليه وسلم فصلى ما بقى من صلاته ثم سلم، ثم سجد سجدتين ثم سلم”. 
متفق عليه.

Bahwa Nabi صلى الله عليه وسلم shalat Zhuhur atau Ashar bersama para sahabat, setelah selesai dua rakaat lalu beliau salam. Maka mereka berkata, "Shalat telah di-qashar", dan Nabi صلى الله عليه وسلم segera berdiri menuju ke pintu masjid dan bersandar di sebuah kayu dan kelihatan seolah-olah beliau marah, lalu seseorang berdiri menghampiri beliau dan bertanya: "Ya Rasulullah, apakah engkau lupa atau memang shalat di-qashar?". Maka Nabi صلى الله عليه وسلم  berkata:  "Aku tidak lupa dan juga shalat tidak diqashar". Maka orang tersebut berkata: "Kalau begitu engkau lupa." Maka Nabi صلى الله عليه وسلم bertanya kepada para sahabat: "Apakah benar yang dikatakan orang ini?" Para sahabat berkata, "Ya, benar". Maka Nabi صلى الله عليه وسلم maju ke depan, lalu beliau menambah shalat yang kurang, kemudian salam, lalu sujud dua kali (sujud sahwi), kemudian salam." (Muttafaqun 'alaih)

Apabila seorang imam salam sebelum shalatnya sempurna, dan ada di antara para makmum yang tertinggal sebagian shalat (masbuq), maka makmum tersebut berdiri untuk menambah shalatnya yang kurang, sementara itu imam ingat bahwa shalatnya kurang, lalu dia berdiri lagi untuk menyempurnakan shalatnya. Maka makmum (yang masbuq) di mana dia berdiri untuk menambah rakaat shalatnya boleh memilih di antara dua:

1.  Dia boleh meneruskan shalatnya untuk menambah ketinggalannya, lalu sujud sahwi. Atau
2. Dia boleh kembali mengikuti imam, maka jika imam salam dia berdiri menambah rakaat yang tertinggal, lalu sujud sahwi setelah salam, dan (pilihan kedua) ini yang lebih utama dan lebih hati-hati.

2. SUJUD SAHWI KARENA KEKURANGAN

Bersambung Insya Allah

Diterjemahkan oleh Al-Ustadzah Ummu Abdillah bintu Ali Bahmid hafizhahallah pada Selasa, 21 Shafar 1440 H / 30 Oktober 2018 M.

Akhawati fillah, jika ada yang tidak dipahami, silakan dicatat untuk ditanyakan melalui admin grup masing-masing.

Barakallahu fikunna

#NAFiqih #NAFQ164
===================

Bagi yang ingin mendapatkan faedah dari dars Kitab Fiqh Al-Mar'ah Al-Muslimah yang telah berlalu, silakan mengunjungi:
Channel Telegram
       ● http://t.me/NAfiqih
🌐 Website 
       ● http://www.nisaa-assunnah.com

🎀 Nisaa` As-Sunnah 🎀
Kitab Fiqh Al-Mar'atul Muslimah (Pertemuan 164) Kitab Fiqh Al-Mar'atul Muslimah (Pertemuan 164) Reviewed by Nisaa As-Sunnah 2 on November 01, 2018 Rating: 5

No comments:

Events

ads
Powered by Blogger.