Kitab Fiqh Al-Mar'atul Muslimah (Pertemuan 168)



Pertemuan : 168

    KAJIAN FIKIH 

Dari kitab:

 Penulis:
Asy-Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin رحمه الله

بسم الله الرحمن الرحيم
الحمدلله والصلاة والسلام على رسول الله وعلى اله وصحبه ومن والاه، أما بعد:

CONTOH:

Seseorang shalat Ashar, lalu dia ragu-ragu pada rakaatnya, apakah ini rakaat kedua atau ketiga, dan tidak ada keyakinan padanya bahwa dia berada di rakaat kedua atau ketiga, maka hendaklah dia menjadikannya rakaat yang kedua (yakni memilih rakaat yang lebih sedikit), kemudian hendaklah dia melakukan:
1. Tasyahud awal
2. Melanjutkan shalatnya dengan dua rakaat lagi
3. Tasyahud akhir
4. Sujud sahwi
5. Salam

DALILNYA:

Hadits riwayat Muslim dari Abu Said Al-Khudri رضي الله عنه bahwa Nabi صلى الله عليه وسلم bersabda,

إذا شك أحدكم في صلاته فلم يدري كم صلى ثلاثاأو أربعا؟ 
فليطرح الشك وليبن على ما استيقن ثم يسجد سجدتين قبل أن يسلم،  فإن كان صلى خمسا شفعن له صلاته، وإن كان صلى إتماما لأربع كانتا ترغيما للشيطان.

"Apabila salah seorang kalian ragu-ragu dalam shalatnya, dia tidak tahu berapa rakaat dia shalat,  tiga atau empat? Maka hendaklah dia buang keraguannya dan membangun ibadahnya atas apa yang dia yakini kemudian sujud dua kali (sujud sahwi) sebelum salam, Jika dia shalat lima rakaat maka ia (sujud sahwi yang dia lakukan) menggenapkan shalatnya, dan jika dia shalat sempurna empat rakaat maka sujud sahwinya membuat setan jengkel."  (HR. Muslim (571) dan Abu Dawud (1026))

CONTOH-CONTOH SYAK (RAGU-RAGU)

Apabila seseorang datang shalat berjamaah dalam keadaan imam sedang rukuk, maka hendaklah dia:
1. Takbiratul ihram dengan berdiri sempurna
2. Kemudian rukuk.

Maka keadaan seperti ini tidak lepas dari tiga kondisi:
1. Dia yakin bahwa dia mendapati imam rukuk sebelum dia bangkit dari rukuk (i'tidal), maka dia mendapati satu rakaat dan gugur darinya bacaan Al-Fatihah. 
2. Dia yakin bahwa imam telah bangkit dari rukuk (i'tidal) sebelum dia sempat rukuk, maka dia tidak mendapati satu rakaat. 
3. Dia ragu-ragu apakah dia mendapati imam rukuk yang berarti dia mendapati satu rakaat,  ataukah imam telah bangkit dari rukuk sebelum dia rukuk yang berarti dia tidak mendapati satu rakaat.
Maka,
Jika dia meyakini salah satu dari dua perkara yang dia ragu-ragu, maka hendaklah mengerjakan apa yang dia yakini, lalu menyempurnakan shalatnya dan salam, kemudian sujud sahwi lalu salam, kecuali jika tidak ada keraguan padanya, maka dia tidak sujud sahwi. 
Dan jika tidak ada keyakinan padanya dari dua perkara tersebut, maka hendaklah dia meyakini yang kurang, yakni dia tidak mendapati rakaat, kemudian dia sempurnakan shalatnya,  lalu sujud sahwi sebelum salam, lalu salam.


Diterjemahkan oleh Al-Ustadzah Ummu Abdillah bintu Ali Bahmid hafizhahallah pada Selasa, 19 Rabi'ul Awwal 1440 H / 27 November 2018 M.

Akhawati fillah, jika ada yang tidak dipahami, silakan dicatat untuk ditanyakan melalui admin grup masing-masing.

 Barakallahu fikunna

#NAFiqih #NAFQ168
===================

Bagi yang ingin mendapatkan faedah dari dars Kitab Fiqh Al-Mar'ah Al-Muslimah yang telah berlalu, silakan mengunjungi:
 Channel Telegram
       ● http://t.me/NAfiqih
Website 
       ● http://www.nisaa-assunnah.com

🎀 Nisaa` As-Sunnah 🎀

Kitab Fiqh Al-Mar'atul Muslimah (Pertemuan 168) Kitab Fiqh Al-Mar'atul Muslimah (Pertemuan 168) Reviewed by Nisaa As-Sunnah 2 on November 28, 2018 Rating: 5

No comments:

Events

ads
Powered by Blogger.