Tsalatsatul Ushul ( Pertemuan ke - 146 )





KAJIAN TAUHID



Dari kitab:


Tsalatsatul Ushul

(Tiga Landasan Utama)




Penulis:


Asy-Syaikh Muhammad bin Abdul Wahab رحمه الله تعالى




Syarah/Penjelasan oleh:


Asy-Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin رحمه الله




بسم الله الرحمن الرحيم

الحمدلله والصلاة والسلام على رسول الله وعلى اله وصحبه ومن والاه، أما بعد




MATAN/ISI KITAB:





والدليل قوله تعالى: {قل يأيها الناس إني رسول الله إليكم جميعا} سورة الأعراف :۱٥٨.




"Dalilnya: Allah ta'ala berfirman: "Katakanlah, wahai manusia sesungguhnya aku adalah utusan Allah kepada kalian semua."
(QS. Al-A'raf: 158)




SYARH/PENJELASAN:



Dalam ayat ini terdapat dalil yang menunjukkan bahwa Muhammad adalah utusan kepada seluruh manusia, dan yang mengutus beliau adalah Penguasa langit dan bumi, yang di Tangan-Nya kekuasaan untuk menghidupkan dan mematikan, dan bahwasanya Dia Yang Maha Suci adalah satu-satunya yang berhak diibadahi (di-Esa-kan dalam Uluhiyyah), sebagaimana Dia di-Esa-kan dalam Rububiyyah.



Kemudian di akhir ayat Allah ta'ala memerintahkan kita untuk beriman kepada Rasul dan Nabi yang ummi (tidak bisa membaca dan menulis), dan ittiba' (mengikuti) nya, karena hal itu merupakan sebab untuk mendapatkan hidayah ilmu dan amal, hidayah irsyad dan hidayah taufik.



Beliau صلى الله عليه وسلم adalah rasul bagi seluruh dua golongan besar (tsaqalain), yaitu bagi manusia dan jin, mereka dinamakan demikian karena banyaknya jumlah mereka.




MATAN/ISI KITAB:



وأكمل الله به الدين، والدليل قوله تعالى: {اليوم أكملت لكم دينكم وأتممت عليكم نعمتي ورضيت لكم الإسلام دينا}.




"Dan melalui beliau, Allah telah menyempurnakan agama ini, dalilnya, Allah ta'ala berfirman: " Pada hari ini, telah Aku sempurnakan untukmu agamamu, dan Aku sempurna untukmu nikmat-Ku, dan Aku ridha Islam sebagai agamamu."
(QS. Al-Ma'idah: 3)




SYARH/ PENJELASAN:




Yakni bahwa agama Rasulullah صلى الله عليه وسلم akan tetap ada sehingga hari kiamat. Tidaklah Rasulullah صلى الله عليه وسلم wafat kecuali beliau telah menjelaskan kepada umat segala sesuatu yang mereka butuhkan dalam semua urusan mereka.



Sehingga Abu Dzar رضي الله عنه berkata,



ما ترك النبي صلى الله عليه وسلم طائرا يقلب جناحيه في السماء إلا ذكر لنا منه علما.



"Tidaklah Nabi صلى الله عليه وسلم tinggalkan seekor burungpun yang membolak-balikkan sayapnya di langit kecuali beliau telah menyebutkan ilmunya kepada kami."
HR. Ahmad (5/163)




Ada seorang musyrik berkata kepada Salman Al-Farisi رضي الله عنه, "Nabi kalian telah mengajari kalian sampai pada perkara buang hajat."




Maka Salman menjawab,



نعم، لقد نهانا أن نستقبل القبلة بغائط أو بول أو نستنجي بأقل من ثلاثة أحجار، أو أن نستنجي باليمين، أو أن نستنجي برجيع أو عظم.



"Benar, beliau telah melarang kami menghadap kiblat ketika buang hajat atau kencing, dan melarang istunja' dengan kurang dari tiga batu, atau istinja' dengan tangan kanan, ataupun istinja' dengan kotoran atau dengan tulang.



Bersambung insya Allah




•••━══ ❁✿❁ ══━•••



Diterjemahkan oleh Al-Ustadzah Ummu Abdillah bintu Ali Bahmid hafizhahallah pada Kamis, 7 Jumadil Awwal 1441 H / 2 Januari 2020.



Akhawati fillah, jika ada yang tidak dipahami, silakan dicatat untuk ditanyakan melalui admin grup masing-masing.



Barakallahu fikunna



#NATauhid #NAT146

====================


Bagi yang ingin mendapatkan faedah dari dars Kitab Tsalatsatul Ushul yang telah berlalu, silakan mengunjungi:




Website 






Tsalatsatul Ushul ( Pertemuan ke - 146 ) Tsalatsatul Ushul  ( Pertemuan ke - 146 ) Reviewed by Nisaa` As-Sunnah 6 on January 06, 2020 Rating: 5

No comments:

Events

ads
Powered by Blogger.