AL-FIQH AL-MUYASSAR (Pertemuan ke-129)



http://t.me/NAmuyassar

Pertemuan 129

KAJIAN FIKIH

Dari kitab:
AL-FIQH AL-MUYASSAR
(FIKIH PRAKTIS)


بسم الله الرحمن الرحيم
الحمدلله والصلاة والسلام على رسول الله وعلى اله وصحبه ومن والاه، أما بعد:

BAB KETIGA BELAS

SHALAT  ISTISQA

Bab ini terdiri dari beberapa bagian, yaitu:

BAGIAN PERTAMA:

1. DEFINISI, HUKUM, DAN DALILNYA:

1. DEFINISI ISTISQA

Istisqa adalah meminta diturunkan hujan dari Allah ta'ala,  ketika para hamba membutuhkannya, dengan tata cara tertentu.

Hal ini terjadi ketika tanah-tanah kering dan kemarau panjang, sebab tidak ada yang menyiram dan menurunkan air hujan kecuali Allah ta'ala satu-satunya.

2. HUKUM DAN DALIL SHALAT ISTISQA

Hukum shalat Istisqa adalah sunnah mu'akkadah, berdasarkan perkataan Abdullah bin Zaid رحمه الله تعالى:

خرج النبي صلى الله عليه وسلم يستسقي، فتوجه إلى القبلة يدعوه، وحول رداءه،  وصلى ركعتين جهر فيهما بالقراءة.

"Nabi صلى الله عليه وسلم keluar meminta hujan, lalu beliau menghadap kiblat untuk berdoa, dan membalikkan kain selendangnya, kemudian beliau shalat dua rakaat dengan mengeraskan bacaan pada kedua rakaat tersebut."  (Muttafaqun 'alaih, diriwayatkan oleh Al-Bukhari no. 1011, dan Muslim no. 894)

BAGIAN KEDUA:

2. SEBAB SHALAT ISTISQA

Sebab shalat Istisqa adalah karena kemarau panjang, tertahannya air hujan, dan Nabi صلى الله عليه وسلم mengerjakannya untuk perkara tersebut.

BAGIAN KETIGA:

3. WAKTU DAN TATA CARANYA

Waktu dan tata cara shalat Istisqa sama dengan  shalat 'Id, berdasarkan perkataan Ibnu Abbas رضي الله عنهما:

صلى النبي صلى الله عليه وسلم ركعتين كما يصلي في العيدين.

"Nabi صلى الله عليه وسلم shalat dua rakaat sebagaimana beliau shalat dua hari raya."  (HR. An-Nasa'i no. 1521, At-Tirmidzi no. 558, dan ia hadits hasan, lihat Irwa' al-Ghalil, 3/133)

Disunnahkan mengerjakan shalat Istisqa di tanah lapang seperti shalat 'Id, dikerjakan shalat dengan dikeraskan bacaannya pada kedua rakaat seperti shalat 'Id, dikerjakan shalat Istisqa sebelum khutbah, demikian pula untuk jumlah takbir dan bacaan surat pada dua rakaatnya.

Istisqa (meminta hujan) boleh dilakukan dengan cara apapun, yakni:

- Seseorang berdoa dan meminta hujan dalam shalatnya ketika sujud.

- Imam meminta hujan dengan berdoa di atas mimbar ketika shalat Jum'at,

قد استسقى النبي صلى الله عليه وسلم على المنبر يوم الجمعة.

"SungguhNabi صلى الله عليه وسلم telah meminta hujan di atas mimbar ketika hari Jum'at." (Muttafaqun 'alaihi,  diriwayatkan oleh Al-Bukhari no. 933, dan Muslim no. 897)

BAGIAN KEEMPAT:

4. KELUAR MENUJU SHALAT ISTISQA

Bersambung insya Allah

•••━════━•••

Diterjemahkan oleh Al-Ustadzah Ummu Abdillah bintu Ali Bahmid hafizhahallah pada hari Rabu, 13 Jumadil Awwal 1441 H / 8 Januari 2020 M

====°°°°====°°°°====°°°°====

Akhawati fillah, jika ada yang tidak dipahami, silakan dicatat untuk ditanyakan melalui admin grup masing-masing.

Barakallahu fikunna

#NAMuyassar #NAM129
○○○○○○○○○○○○○○○○○○○○

Bagi yang ingin mendapatkan faedah dari dars kitab Al-Fiqhu Al-Muyassar, silakan mengunjungi:
Channel Telegram:
       ● http://t.me/NAmuyassar
       ● http://t.me/nisaaassunnah
Website:
       ● http://www.nisaa-assunnah.com/p/namuyassar.html
       ● http://www.nisaa-assunnah.com

Nisaa` As-Sunnah
AL-FIQH AL-MUYASSAR (Pertemuan ke-129) AL-FIQH AL-MUYASSAR (Pertemuan ke-129) Reviewed by Nisaa` As-Sunnah 4 on February 01, 2020 Rating: 5

No comments:

Events

ads
Powered by Blogger.