Fiqh Al-Mar'ah Al-Muslimah ( Pertemuan ke - 215 )





KAJIAN FIKIH




Dari kitab:

Fiqh Al-Mar'ah Al-Muslimah



Penulis:

Asy-Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin رحمه الله




بسم الله الرحمن الرحيم

الحمدلله والصلاة والسلام على رسول الله وعلى اله وصحبه ومن والاه، أما بعد:




5. PUASA 9 HARI DI BULAN DZULHIJJAH



Yang paling utama dari 9 hari tersebut adalah hari Arafah, yakni puasa sunnah pada tanggal 9 Dzulhijjah bagi yang tidak sedang malakukan ibadah haji. Berdasarkan sabda Rasulullah صلى الله عليه وسلم,



ما من ايام العمل الصالح فيهن أحب إلى الله من هذه الايام العشر.



"Tidak ada hari yang amal shalih padanya lebih dicintai oleh Allah dari hari-hari sepuluh (Dzulhijjah) ini."
HR. Al-Bukhari (926).



Dan puasa termasuk dari amal shalih.



6. PUASA SUNNAH YANG PALING AFDHAL


Adalah sehari puasa dan sehari berbuka (puasa Dawud), jika tidak menyia-nyiakan apa yang Allah wajibkan padanya.



Dalilnya:


Bahwa sahabat Abdullah bin Amr رضي الله عنه berkata,


لأصومن النهار ولا أفطر، ولأقومن الليل ولا انام.


"Sungguh aku akan puasa di siang hari (setiap hari) dan tidak berbuka, dan sungguh aku akan bangun di malam hari (shalat malam) dan tidak tidur."




Maka perkataan itu sampai kepada Nabi صلى الله عليه وسلم, lalu beliau bertanya kepadanya,


انت الذي كلت كذا...



"Apa kamu mengatakan begini dan begitu...?"


Maka dia menjawab, "Ya."


Maka Nabi صلى الله عليه وسلم bersabda kepadanya,


صم كذا، صم كذا.



"Puasalah begini, puasalah begitu."

Dia pun berkata,


إني أطيق أكبر من ذلك.



"Aku mampu (puasa) lebih dari itu."



Sehingga Nabi صلى الله عليه وسلم bersabda kepadanya:


صم يوما، وافطر يوما، فذلك أفضل الصيام، وهو صيام داود عليه السلام.


"Puasalah sehari, dan berbuka sehari, maka itu adalah puasa yang paling utama, dan ia adalah puasa Dawud عليه السلام." HR. Al-Bukhari (3237), dan Muslim (1159).



PUASA YANG MAKRUH


Makruh mengkhususkan puasa di bulan Rajab, sebab ia merupakan syiar-syiar masa jahiliyah.


PUASA YANG HARAM


1. PUASA DI DUA HARI RAYA



Karena Rasulullah صلى الله عليه وسلم melarangnya:


نهى عن صوم يومي العيدين، عيد الفطر وعيد الاضحى.


"Rasulullah melarang puasa dua hari raya, idul Fithri dan idul Adha." HR. Al-Bukhari (1889) dan Muslim (1138).




2. PUASA PADA HARI-HARI TASYRIK



Berdasarkan hadits dari Nabi صلى الله عليه وسلم bersabda,


أيام اكل وشرب، وذكر الله عز وجل.


"(Hari-hari Tasyrik) adalah hari-hari untuk makan-minum, dan berdzikir kepada Allah azza wajalla."
HR. Muslim (1141).



Kecuali berpuasa sebagai dam bagi yang haji Tamattu' atau haji Qiran. Berdalilkan hadits Aisyah dan Ibnu Umar رضي الله عنهما, keduanya berkata,


لم يرخص في أيام التشريق أن يصمن إلا لمن لم يجد الهدي.



"Tidak ada rukhshah di hari-hari Tasyrik untuk berpuasa, kecuali bagi orang (haji Tamattu' atau Qiran) yang tidak mampu menyembelih hadyu/binatang qurban."
HR. Al-Bukhari (1894)



•••━══ ❁✿❁ ══━•••


Diterjemahkan oleh Al-Ustadzah Ummu Abdillah bintu Ali Bahmid hafizhahallah pada Selasa, 20 Sya'ban 1441 H / 14 April 2020 M.


Akhawati fillah, jika ada yang tidak dipahami, silakan dicatat untuk ditanyakan melalui admin grup masing-masing.



Barakallahu fikunna



#NAFiqih #NAFQ215


===================


Bagi yang ingin mendapatkan faedah dari dars Kitab Fiqh Al-Mar'ah Al-Muslimah yang telah berlalu, silakan mengunjungi:


Channel Telegram
Fiqh Al-Mar'ah Al-Muslimah ( Pertemuan ke - 215 ) Fiqh Al-Mar'ah Al-Muslimah  ( Pertemuan ke - 215 ) Reviewed by Nisaa` As-Sunnah 6 on April 15, 2020 Rating: 5

No comments:

Events

ads
Powered by Blogger.