AL-FIQH AL-MUYASSAR (Pertemuan ke-134)


http://t.me/NAmuyassar

Pertemuan 134

KAJIAN FIKIH

Dari kitab:
AL-FIQH AL-MUYASSAR
(FIKIH PRAKTIS)


بسم الله الرحمن الرحيم
الحمدلله والصلاة والسلام على رسول الله وعلى اله وصحبه ومن والاه، أما بعد:

BAGIAN KEEMPAT

4. TATA CARA DAN APA YANG DIBACA KETIKA SHALAT KUSUF

CARANYA:

~ Shalat dua rakaat dengan bacaan jahr, di siang hari (untuk gerhana matahari), atau di malam hari (untuk gerhana bulan).
~ Rakaat Pertama membaca Al-Fatihah dan membaca surah yang panjang.
~ Kemudian rukuk panjang.
~ Kemudian bangkit dari rukuk (i'tidal), sambil mengucapkan tasmi' (sami'allahu liman hamidah) dan bertahmid, dan tidak sujud.
~ Kemudian membaca Al-Fatihah lagi dan surat panjang tapi lebih pendek daripada yang pertama
~ Kemudian rukuk, lalu bangun dari rukuk (i'tidal).
~ Kemudian sujud, dua kali sujud yang panjang.
~ Kemudian bangkit berdiri, melanjutkan shalat pada rakaat kedua seperti rakaat pertama, hanya saja ia lebih pendek daripada yang sebelumnya.
~ Kemudian tasyahud, lalu salam.

Berdasarkan perkataan Jabir رضي الله عنه,

كشفت الشمس على عهد رسول الله صلى الله عليه وسلم في يوم شديد الحر، فصلى بأصحابه، فأطال القيام، حتى جعلوا يخرون ثم ركع فأطال ثم رفع فأطال ثم ركع فاطال ثم رفع فاطال ثم سجد سجدتين ثم قام فصنع نحوا من ذاك فكانت اربع ركعات وأربع سجدات.

"Terjadi gerhana matahari di masa Rasulullah صلى الله عليه وسلم pada hari yang sangat panas, lalu beliau shalat mengimami para sahabat, beliau lama berdiri sehingga mereka tertunduk (kecapaian), kemudian beliau rukuk dan memperlama rukuknya, kemudian bangkit dan memperlama berdirinya, kemudian rukuk dan memperlama rukuknya, kemudian bangkit dan memperlama berdirinya, kemudian sujud dengan dua kali sujud, kemudian berdiri (rakaat kedua) lalu beliau melakukan seperti yang beliau lakukan sebelumnya, sehingga jumlahnya adalah empat rukuk dan empat sujud." HR. Muslim (no. 904)

Imam disunnahkan menasihati kaum Muslimin setelah shalat gerhana, dan memberi peringatan kepada mereka agar tidak lalai dan tertipu oleh dunia, serta memerintahkan mereka agar memperbanyak doa dan istighfar, berdasarkan perbuatan Nabi صلى الله عليه وسلم, sungguh beliau telah berkhutbah setelah shalat, dan bersabda:

إن الشمس والقمر آيتان من آيات الله، لا ينكسفان لموت أحد ولا لحياته، فإذا رأيتم ذلك فادعوا الله، وكبروا، وصلوا، وتصدقوا.

"Sesungguhnya matahari dan bulan adalah dua tanda dari tanda-tanda kekuasaan Allah. keduanya tidak mengalami gerhana karena kematian seseorang dan tidak pula karena hidupnya seseorang, maka jika kalian melihat gerhana tersebut hendaklah kalian berdoa kepada Allah, bertakbir, shalat, dan sedekahlah." HR. Al-Bukhari (no. 1044)

•••━════━•••

Diterjemahkan oleh Al-Ustadzah Ummu Abdillah bintu Ali Bahmid hafizhahallah pada hari Rabu, 14 Sya'ban 1441 H / 8 April 2020 M

====°°°°====°°°°====°°°°====

Akhawati fillah, jika ada yang tidak dipahami, silakan dicatat untuk ditanyakan melalui admin grup masing-masing.

Barakallahu fikunna

#NAMuyassar #NAM134
○○○○○○○○○○○○○○○○○○○○

Bagi yang ingin mendapatkan faedah dari dars kitab Al-Fiqhu Al-Muyassar, silakan mengunjungi:
Channel Telegram:
       ● http://t.me/NAmuyassar
       ● http://t.me/nisaaassunnah
Website: 
       ● http://www.nisaa-assunnah.com/p/namuyassar.html
       ● http://www.nisaa-assunnah.com

Nisaa` As-Sunnah
AL-FIQH AL-MUYASSAR (Pertemuan ke-134) AL-FIQH AL-MUYASSAR (Pertemuan ke-134) Reviewed by Nisaa` As-Sunnah 4 on May 01, 2020 Rating: 5

No comments:

Events

ads
Powered by Blogger.