AL-FIQH AL-MUYASSAR ( Pertemuan ke - 143 )





┏━━━━━━━━━━┓
     KAJIAN FIKIH 
┗━━━━━━━━━━┛



Dari kitab:

AL-FIQH AL-MUYASSAR

(FIKIH PRAKTIS)




بسم الله الرحمن الرحيم
الحمدلله والصلاة والسلام على رسول الله وعلى اله وصحبه ومن والاه، أما بعد:



TAKBIR KETIGA


Setelah takbir, membaca doa yang dicontohkan oleh Nabi صلى الله عليه وسلم di antaranya:



اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لِحَيِّنَا وَمَيِّتِنَا وَشَاهِدِنَا وَغَائِبِنَا وَصَغِيْرِنَا وَكَبِيْرِنَا وَذَكَرِنَا وَأُنْثَانَا. اَللَّهُمَّ مَنْ أَحْيَيْتَهُ مِنَّا فَأَحْيِهِ عَلَى اْلإِسْلاَمِ، وَمَنْ تَوَفَّيْتَهُ مِنَّا فَتَوَفَّهُ عَلَى اْلإِيْمَانِ.



Allahummaghfir lihainaa wa mayyitinaa wa syaahidinaa wa ghaa`ibinaa wa shaghiirinaa wa kabiirinaa wadzaakarinaa wa untsaanaa. Allahumma man ahyaitahu minna fa ahyihi 'alal islaam, waman tawaffaitahu minna fatawaffahu 'alal iimaan.


"Ya Allah! Ampunilah orang yang hidup dan orang yang telah mati di antara kami,  orang yang hadir dan orang yang tidak hadir dari kami, anak-anak dan orang dewasa dari kami, laki-laki dan perempuan dari kami. Ya Allah! Siapa yang Engkau hidupkan dari kami, maka hidupkanlah di atas Islam, dan siapa yang Engkau wafatkan, maka wafatkanlah di atas iman." HR. Abu Dawud (3201), At-Tirmidzi (1024).



اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لَهُ وَارْحَمْهُ وَعَافِهِ وَاعْفُ عَنْهُ، وَأَكْرِمْ نُزُلَهُ، وَوَسِّعْ مَدْخَلَهُ، وَاغْسِلْهُ بِالْمَاءِ وَالثَّلْجِ وَالْبَرَدِ، وَنَقِّهِ مِنَ الْخَطَايَا كَمَا يُنَقَّى الثَّوْبَ اْلأَبْيَضَ مِنَ الدَّنَسِ، وَأَبْدِلْهُ دَارًا خَيْرًا مِنْ دَارِهِ، وَأَهْلاً خَيْرًا مِنْ أَهْلِهِ، وَزَوْجًا خَيْرًا مِنْ زَوْجِهِ، وَأَدْخِلْهُ الْجَنَّةَ، وَأَعِذْهُ مِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ وَعَذَابِ النَّارِ



Allahummaghfir lahu warhamhu wa'aafihi wa'fu 'anhu, wa akrim nuzulahu, wawasi'a madkhalahu, waghsilhu bil maa`i wats tsalji walbarad. Wanaqqihi minal khathaayaa kama yunaqqats tsaubal abyadha minad danas. Wa abdilhu daaran khairan min daarihii, wa ahlan khairan min ahlihi, wazaujan khairan min zaujihi, wa adkhilhul jannah, wa a'idzhu min 'adzaabil qabri wa'adzaa bin naar.


"Ya Allah! Ampunilah dia, rahmatilah, selamatkanlah dan maafkanlah dia, muliakanlah tempat bersemayamnya, lapangkanlah jalan masuknya, bersihkanlah dia dengan air, salju, dan embun, sucikanlah dia dari segala dosa dan kesalahan seperti baju putih yang dibersihkan dari noda. Gantilah rumah yang lebih baik dari rumahnya, keluarga yang lebih baik dari keluarganya, pasangan yang lebih baik dari pasangannya. Masukkanlah dia ke dalam surga, dan lindungilah dia dari azab kubur dan azab neraka." HR. Muslim (963)



Untuk jenazah anak-anak, hendaklah membaca doa:



اَللَّهُمَّ اجْعَلْهُ سَلَفًا لِوَالِدَيْهِ وَفَرَطًا 
 وَأَجْرًا



Allahummaj'alhu salafan liwaalidaihi wafarathan wa ajran


"Ya Allah! Jadikanlah dia sebagai pendahulu bagi kedua orang tuanya, sebagai simpanan amal dan pahala."  HR. Abdurrazaq dalam Mushannafnya 3/529, no. 6589.



TAKBIR KEEMPAT 


Setelah bertakbir, lalu diam sejenak, dan jika membaca doa yang mudah baginya maka itu bagus, misalnya membaca: 



اللَّهُمَّ لاَ تَحْرِمْنَا أَجْرَهُ وَلاَ تَفْتِنَّا بَعْدَهُ 



Allahumma laa tahrimnaa ajrahu walaa taftinna ba'dahu


"Ya Allah! Janganlah engkau halangi kami dari pahalanya, dan janganlah Engkau menimpakan fitnah pada kami setelahnya." Diriwayatkan oleh Malik dalam Al-Muwaththa' , 1/228 no. 17



Kemudian mengucapkan salam satu kali ke kanan. Dan jika mengucapkan salam dua kali  (ke kanan dan ke kiri), maka boleh.


Barangsiapa tertinggal sebagian rukun shalat jenazah, maka hendaklah dia mengikuti imam, dan jika imam mengucapkan salam, maka hendaklah dia mengqadha rukun yang tertinggal sesuai dengan sifatnya.


Barangsiapa tertinggal shalat sebelum dimakamkan, maka dia boleh menshalati di atas kuburnya, berdasarkan perbuatan Nabi صلى الله عليه وسلم yang shalat di atas kubur seorang wanita yang biasa menyapu Masjid. Muttafaq 'alaih diriwayatkan oleh Al-Bukhari (458), dan Muslim (956)


Dan dilaksanakan shalat ghaib pada mayat yang jauh dari negaranya jika berita wafatnya diketahui, walaupun sesudah satu bulan atau lebih.


Janin yang gugur juga dishalatkan, jika telah sempurna berumur empat bulan, dan jika kurang dari itu maka tidak dishalatkan.



BAGIAN KETUJUH


Bersambung insya Allah



•••━══ ❁✿❁ ══━•••



 Diterjemahkan oleh Al-Ustadzah Ummu Abdillah bintu Ali Bahmid hafizhahallah pada hari Rabu, 10 Rabi'uts Tsani 1442 H / 25 November 2020 M


Akhawati fillah, jika ada yang tidak dipahami, silakan dicatat untuk ditanyakan melalui admin grup masing-masing.



Barakallahu fikunna 



#NAMuyassar #NAM143


○○○○○○○○○○○○○○○○○○○○



Bagi yang ingin mendapatkan faedah dari dars kitab Al-Fiqhu Al-Muyassar, silakan mengunjungi:


Channel Telegram:

       • http://t.me/NAmuyassar



Website: 





🎀 Nisaa` As-Sunnah 🎀










 

AL-FIQH AL-MUYASSAR ( Pertemuan ke - 143 )  AL-FIQH AL-MUYASSAR  ( Pertemuan ke - 143 ) Reviewed by Nisaa` As-Sunnah 6 on January 29, 2021 Rating: 5

No comments:

Events

ads
Powered by Blogger.