HADITS KESEPULUH : SYARH NO. 22 ( HARTA TEMUAN YANG TIDAK DIKETAHUI SIAPA PEMILIKNYA )






 HADITS KESEPULUH  :  SYARH NO. 22 


🏷️ HARTA TEMUAN YANG TIDAK DIKETAHUI SIAPA PEMILIKNYA 🏷️



مذهب ابن مسعود و ابن عباس رضي الله عنهما كان يريان أن يتصدق بالمال الذي لا يعرف صاحبه.
 وقد أجمعوا في اللقطة على جواز الصدقة بها بعد التعريف وانقطاع صاحبها، وجعلوه إذا جاء مخيرا بين الأجر والزمان.

(جامع العلوم و الحكم، صفحة : 103)



💬 Ibnu Mas'ud dan Ibnu Abbas رضي الله عنهما berpendapat, 

❝Hendaklah disedekahkan harta yang tidak diketahui siapa pemiliknya.❞


Para ulama sepakat tentang harta temuan, boleh disedekahkan setelah tidak diketahui siapa pemiliknya, dan jika datang (pemiliknya), maka hendaklah memilih antara pahala dan waktu (yakni, dia setuju tetap disedekahkan atau meminta dikembalikan).


📚 Jami'ul Ulum wal Hikam, halaman 103



•••●✿❁✿●•••



✍🏼 Diterjemahkan oleh Al-Ustadzah Ummu Abdillah bintu Ali Bahmid hafizhahallah pada hari Ahad, 30 Rajab 1442 H / 14 Maret 2021 M







🎀 Nisaa` As-Sunnah 🎀











 

HADITS KESEPULUH : SYARH NO. 22 ( HARTA TEMUAN YANG TIDAK DIKETAHUI SIAPA PEMILIKNYA ) HADITS KESEPULUH  :  SYARH NO. 22  ( HARTA TEMUAN YANG TIDAK DIKETAHUI SIAPA PEMILIKNYA ) Reviewed by Nisaa` As-Sunnah 6 on March 17, 2021 Rating: 5

No comments:

Events

ads
Powered by Blogger.