Syarh Al-Qawa'idil Arba' ( Pertemuan ke - 5 )






 Dari kitab:

Syarh Al-Qawa'idil Arba'

(Syarh Kaidah yang Empat)



Penulis : 

Syaikhul Islam Muhammad bin Abdul Wahhab رحمه الله تعالى



Syarah/Penjelasan oleh:

Asy-Syaikh Shalih bin Abdul Aziz bin Muhammad Alu Asy-Syaikh



بسم الله الرحمن الرحيم
الحمدلله والصلاة والسلام على رسول الله وعلى اله وصحبه ومن والاه، أما بعد



◼️Rahmat atau kasih sayang itu  tetap ada meskipun dalam  pelaksanaan  hukuman had  dalam Islam  ditegakkan karena rahmat/kasih sayang bukan karena dendam, hal itu dilakukan agar orang yang berhak dihukum tersebut tidak terus menerus dijerumuskan iblis dan setan (agar dia jera dan tidak mengulangi lagi. Pen.). 

(Perlakukanlah dia) seperti salah seorang yang kamu cintai ketika menjadi tawanan dan dia berada di tangan para musuh (yakni maksudnya, seperti orang yang menjadi tawanan hawa nafsunya dan dia dikuasai oleh setan sebagai musuhnya, orang seperti ini dihukum karena rahmat, agar dia tidak mengulangi perbuatan dosanya, bukan dihukum karena dendam. Selesai keterangan penerjemah).


Maka mukaddimah yang berisi doa dari Al-Imam rahimahullah mengandung makna kasih sayang, di antara doa beliau adalah:
 
▪️Beliau mohon kepada Allah Yang Maha Mulia lagi Maha Tinggi agar menjadikan kita termasuk orang-orang yang apabila diberi pandai bersyukur.

▪️Apabila diuji, bersabar

▪️dan apabila berdosa, beristighfar. 


Dan ketiganya merupakan tanda-tanda kebahagiaan.


▪️Apabila diberi, bersyukur (penjelasannya):

Karena pemberian itu dari Allah jalla wa'ala sebagai kenikmatan, dan Allah jalla wa'ala mencintai hamba-hamba-Nya yang pandai bersyukur.


Syukur itu bisa diungkapkan dengan:

1. Lisanul maqal  (mengucapkan dengan lisan)

2. Amal perbuatan.


Ad.1) Bersyukur dengan lisan:


Allah ta'ala berfirman, 



أَنِ ٱشۡكُرۡ لِی وَلِوَ ٰ⁠لِدَیۡكَ
[سورة لقمان 14]



"Bersyukurlah kepada-Ku dan kepada kedua orang tuamu." QS. Lukman: 14


Ad 2). Bersyukur dengan amal: 

Dalilnya firman Allah ta'ala:



ٱعۡمَلُوٓاْ ءَالَ دَاوُۥدَ شُكۡرٗاۚ.



"Beramallah (bekerjalah) wahai keluarga Dawud untuk bersyukur (kepada Allah)." QS. Saba': 13


Firman Allah ta'ala:



وَٱشۡكُرُواْ لِي وَلَا تَكۡفُرُونِ



"Bersyukurlah kepada-Ku, dan janganlah kamu kufur (ingkar) kepada-Ku." QS. Al-Baqarah: 152


Ini bersyukur dengan ucapan juga dengan amal.



إفترق الشكر عن الحمد



◼️ Ada perbedaan antara bersyukur dengan memuji (Al-Hamdu):



Bersambung insya Allah



•••━══ ❁✿❁ ══━•••


Diterjemahkan oleh Al-Ustadzah Ummu Abdillah bintu Ali Bahmid hafizhahallah pada Kamis, 11 Sya'ban 1442 H / 25 Maret 2021.
______


Akhawati fillah, jika ada yang tidak dipahami, silakan dicatat untuk ditanyakan melalui admin grup masing-masing.


Barakallahu fikunna 


#NATauhid2 #NAT5

====================



Bagi yang ingin mendapatkan faedah dari dars Kitab Syarh Al-Qawa'idil Arba' yang telah berlalu, silakan mengunjungi:

Channel Telegram




Website 





🎀 Nisaa` As-Sunnah 🎀











 

Syarh Al-Qawa'idil Arba' ( Pertemuan ke - 5 )   Syarh Al-Qawa'idil Arba'   ( Pertemuan ke - 5 ) Reviewed by Nisaa` As-Sunnah 6 on March 29, 2021 Rating: 5

No comments:

Events

ads
Powered by Blogger.