KAJIAN TAUHID Kitab Tsalatsatul Ushul (Pertemuan 4): Pengetahuan Ada 6 Tingkat

Pengetahuan ada enam tingkat

 

 

KAJIAN TAUHID


Dari kitab:

Tsalatsatul Ushul

(=Tiga landasan utama)


Penulis:

Asy-Syaikh Muhammad bin Abdul Wahab رحمه الله تعالى


Syarah/Penjelasan, oleh:

Asy-Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin رحمه الله


بسم الله الرحمن الرحيم
الحمدلله والصلاة والسلام على رسول الله وعلى اله وصحبه ومن والاه، أما بعد :

Akhawati fillah, semoga rahmat Allah diberikan kepada kita semua.

Melanjutkan kajian tauhid, pada waktu yang lalu kita telah mengkaji makna lafazh 'BASMALAH', tepatnya makna lafzhul jalalah 'ALLAH'.

Sekarang kita akan melanjutkan makna lafazh 'AR-RAHMAN DAN AR-RAHIM'

  الرحمن
Yang Maha Rahman

Syarah/Penjelasan:

AR-RAHMAN adalah salah satu dari nama-nama Allah yang khusus bagi Allah azza wa jalla, tidak untuk selain Allah.

AR-RAHMAN artinya Dzat yang bersifat memiliki rahmat yang luas.

  الرحيم
Yang Maha Rahim

Syarah/Penjelasan:

Nama yang bisa dipakai untuk Allah azza wa jalla dan untuk selain Allah.

AR-RAHIM artinya: yang memiliki  rahmat yang sampai (kepada makhluk).

Maka AR-RAHMAN artinya
Pemilik rahmat yang luas.

Sedangkan AR-RAHIM artinya:
Pemilik rahmat yang tersampaikan kepada makhluk.

Apabila kedua nama itu digabung, maka makna AR-RAHIM adalah:
Dzat yang menyampaikan rahmat-Nya kepada hamba-hamba-Nya yang Dia kehendaki.

Sebagaimana firman Allah:

{يُعَذِّبُ مَن يَشَاءُ وَيَرْحَمُ مَن يَشَاءُ ۖ وَإِلَيْهِ تُقْلَبُونَ} [العنكبوت : 21]

"Allah menyiksa siapa yang dikehendaki-Nya, dan merahmati siapa yang dikehendaki-Nya, dan hanya kepada-Nya-lah kalian akan dikembalikan". (QS. Al-Ankabut:21)

KETERANGAN TAMBAHAN pen.:

Untuk memperjelas makna AR-RAHMAN dan AR-RAHIM, kami tambahkan keterangan dari kitab 'Fathul Majid Syarah Kitabit Tauhid' sebagai berikut:

AR-RAHMAN
menunjukkan sifat yang MELEKAT pada Dzat Allah,
sedangkan:

AR-RAHIM
menunjukkan adanya hubungan dengan yang dirahmati.

Apabila hendak memahami hak ini, cermatilah firman Allah ta'ala:

{الرَّحْمَٰنُ عَلَى الْعَرْشِ اسْتَوَىٰ}
[طه : 5]

"AR-RAHMAN ber-istiwa/meninggi di atas 'arsy."
(QS. Thaha:5)

Adapun AR-RAHIM, cermati ayat-ayat berikut:

{ وَكَانَ بِالْمُؤْمِنِينَ رَحِيمًا} [الأحزاب : 43]

"Dan Dia Maha Mengasihi orang-orang yang beriman".
(QS. Al-Ahzab: 43)

{ إِنَّهُ بِهِمْ رَءُوفٌ رَّحِيمٌ}
 [التوبة : 117]

"Sesungguhnya Allah Maha Pengasih dan Maha Penyayang kepada mereka."
(QS. At-Taubah: 117)

Perhatikan ayat di atas, ketika berhubungan dengan yang diberi rahmat, Allah ta'ala menyebutkan dengan lafadz AR-RAHIM.

Dan ketika menerangkan tentang DZAT Allah, disebutkan dengan lafazh
AR-RAHMAN.

Selesai keterangan tambahan.

Kita melanjutkan MATAN/ISI kitab 'Tsalatsatul Ushul'.

Setelah basmalah, Asy-Syaikh رحمه الله menulis kata:

 إِعْلَمْ
KETAHUILAH

Syarah/Penjelasan:

AL-ILMU (ilmu) adalah:

Mengetahui sesuatu sesuai kenyataannya dengan pengetahuan yang pasti.

PENGETAHUAN ada 6 tingkat:

1. AL-ILMU

Yakni mengetahui sesuatu sesuai kenyataannya dengan tingkat pengetahuan yang pasti.

2. AL-JAHLU AL-BASITH

(=kebodohan ringan), yaitu tidak memiliki pengetahuan sama sekali.

Keterangan pen.:
▫ Untuk tingkat ke-2, al-jahlu al-basith: keadaan orang ini masih bisa diharapkan berubah menjadi orang yang berilmu, apabila dia mau belajar, dan bisa diharapkan dia mau belajar, sebab orang di tingkat ini dia 'mengerti bahwa dia tidak berilmu'

3. AL-JAHLU AL-MURAKAB

▫ (=kebodohan berat), yakni mengetahui sesuatu tapi pengetahuannya itu BERLAWANAN dengan kenyataanya. (misalnya: panas dia katakan dingin, haq dia katakan bathil, bid'ah dia katakan sunnah, syirik dia katakan tauhid, dst)

Keterangan pen.:
▫Adapun di tingkat ke-3, al-jahlu al-murakkab:
Keadaan orang di tingkat ini tidak bisa diharapkan berubah menjadi orang yang berilmu, karena dia tidak mau belajar, sebab dia tidak mengerti bahwa dia tidak berilmu, nas'alullah al-afiyah wassalamah

4. AL-WAHM

Bersambung in sya Allah


Diterjemahkan oleh Al-Ustadzah Ummu Abdillah Zainab bintu Ali Bahmid hafizhahallah pada Kamis, 7 Shafar 1437 H / 20 November 2015


http://annisaa.salafymalangraya.or.id
http://telegram.me/nisaaassunnah


Nisaa` As-Sunnah
Lebih baru Lebih lama