Tanya Jawab Nisaa` As-Sunnah 14 (Jum'at, 26 Rabi'ul Akhir 1437 H / 5 Februari 2016)

 

TANYA JAWAB

Nisaa` As-Sunnah 14



PERTANYAAN 1

Bismillah. Bagaimana jika ada seorang wanita yang telah memasuki kisaran masa haidnya, namun ia hanya mendapati bercak coklat sampai melewati batas kebiasaan lama haidnya, ia pun tidak melaksanakan shalat karena ia mengira itu masih termasuk haid.

Apakah ia harus mengqadha shalat yang ia tinggalkan pada waktu kebiasaan haid itu berlalu?

Bagaimana jika ia sudah lupa berapa shalat yang ia tinggalkan karena selang waktu yang sudah lama ? Jazaakillaahu khairan.

JAWABAN

Bercak coklat yang keluar di hari-hari rutinitas haidh, maka itu dihukumi haidh, berhenti shalat dan puasa.

Shalat fardhu yang ditinggalkan di masa lalu baik disengaja maupun tidak, tidak bisa diqadha karena kita tidak diperintah mengqadha shalat, hanya diperintah mengqadha puasa. Maka kewajibannya hanyalah istighfar dan taubat, kemudian memperbanyak shalat-shalat sunnah untuk menutup shalat-shalat fardhu yang dahulu sering ditinggalkan. Allahu a'lam wa barakallahu fiki

PERTANYAAN 2

Afwan Ustadzah ,

Apakah doa di dalam shalat seperti pada saat sujud atau tahiyat akhir juga harus menggerakkan mulut?

Bolehkah berdoa di dalam hati ? Apakah hal ini disamakan dengan membaca bacaan shalat yang harus menggerakkan mulut?

Untuk berdoa antara adzan dan iqamah, saat hujan turun dan sebagainya, bolehkah hanya di dalam hati dan tidak mengangkat tangan?

Jazaakillahu khayran.

JAWABAN

Doa yang afdhal bukan hanya di dalam hati, tapi juga diucapkan dengan lisan, baik dalam shalat maupun di luar shalat, menunjukkan kesungguhan kita dalam berdoa, juga apa yang kita ucapkan dengan lisan ditulis dalam kitab catatan amalan shalih kita.

berdoa dalam hati adalah amalan 'aliran kebatinan', tidak sesuai dengan sunnah.

Adapun mengangkat tangan, pada sebagian doa termasuk adab dalam berdoa, dan pantas untuk diijabahi.

Allahu a'lam wa barakallahu fiki

Nisaa` As-Sunnah

Lebih baru Lebih lama