AL-FIQH AL-MUYASSAR (PERTEMUAN 7): KITAB THAHARAH BAB PERTAMA HUKUM-HUKUM THAHARAH DAN AIR

KITAB THAHARAH BAB PERTAMA


KAJIAN FIKIH
Dari kitab:
AL-FIQHU AL-MUYASSAR
(=FIKIH PRAKTIS)


بسم الله الرحمن الرحيم
الحمدلله والصلاة والسلام على رسول الله وعلى اله وصحبه ومن والاه، أما بعد:



Akhawati fillah, semoga rahmat Allah dicurahkan untukku dan untuk kalian semua.

Akhawati fillah, alhamdulillah kita sekarang mulai memasuki isi kitab fikih yang sedang kita kaji, selamat mengikuti, mohon dibaca berulang kali atau dicatat kembali dalam buku catatan khusus pelajaran fikih, jika kita sungguh-sungguh belajar meskipun lewat WhatsApp atau Telegram maka akan bertambah ilmu kita, dan akan benar ibadah kita, amin.

1. KITAB THAHARAH

Terdiri dari 10 bab:

● Bab Pertama 
Hukum-hukum Thaharah dan Air

● Bab Kedua
Bejana

● Bab Ketiga
Buang Hajat dan Adab-adabnya

● Bab Keempat
Siwak dan Sunnah-sunnah Fithrah

● Bab Kelima
Wudhu

● Bab Keenam 
Mengusap Dua Khuf, Sorban, dan Perban

● Bab Ketujuh  
Hukum-hukum Mandi

● Bab Kedelapan 
Hukum-hukum Tayamum

● Bab Kesembilan 
Hukum-hukum Najis dan cara Mensucikannya

● Bab Kesepuluh
Haidh dan Nifas

BAB PERTAMA

HUKUM-HUKUM THAHARAH DAN AIR

Bab ini terdiri dari beberapa bagian:

Bagian Pertama:

Definisi Thaharah, Keterangan tentang pentingnya, dan macam-macamnya

1. PENTINGNYA THAHARAH dan MACAM-MACAMNYA

Thaharah adalah kunci shalat, dan syaratnya yang paling ditekankan, dan syarat harus didahulukan dari yang dipersyaratkan (yakni thaharah harus didahulukan dari shalat, pen) 

THAHARAH TERBAGI MENJADI DUA MACAM

1) Thaharah Maknawi:

Yaitu sucinya hati dari syirik, maksiat, dan segala yang mengotorinya. Ia lebih penting dari thaharah badan.

Dan thaharah badan tidak mungkin terwujud dengan adanya najis syirik, sebagaimana Allah ta'ala berfirman,

إِنَّمَا الْمُشْرِكُونَ نَجَسٌ 

"Sesungguhnya orang-orang musyrik itu najis." (At-Taubah: 28)

2) Thaharah Hissiyah (indrawi):

Akan dijelaskan secara terperinci dalam baris-baris berikut.

2. DEFINISI THAHARAH

~ Menurut bahasa = bersih dan suci dari kotoran

~ Menurut istilah = mengangkat hadats dan menghilangkan khabats/najis.

KETERANGAN PADA CATATAN KAKI

HADATS = suatu sifat yang menempel  pada badan yang menghalangi shalat dan ibadah semisalnya yang disyaratkan harus thaharah, ia ada dua:

1) Hadats Kecil 

Yaitu hadats yang ada pada anggota wudhu seperti, sesuatu yang keluar dari dua jalan berupa kencing atau kotoran (BAB) dan ia hilang dengan cara berwudhu.

2) Hadats Besar 

Yaitu hadats yang ada pada seluruh tubuh seperti junub, dan ini hilang dengan cara mandi.

Maka bersuci dari hadats besar dengan cara mandi.

Dan bersuci dari hadats kecil dengan cara berwudhu.

Sedangkan pengganti keduanya ketika ada udzur adalah tayammum. (Lihat Asy-Syarh Al-Mumti', 1/19, dan Al-Fiqh Al-Islami wa Adillatuhu, 1/2328)

KHUBUTS adalah najis, keterangannya akan hadir pada pembahasan berikutnya.
(Selesai catatan kaki).

Yang dimaksud dengan mengangkat hadats adalah:

Menghilangkan sifat yang menghalangi shalat dengan menggunakan air yang disiramkan ke seluruh badan jika berhadats BESAR. Jika berhadats KECIL, maka cukup dengan membasuh anggota-anggota wudhu disertai niat.

Jika tidak mendapati air atau tidak mampu menggunakan air (karena sakit), maka dia bisa menggunakan pengganti air yaitu DEBU sesuai dengan cara yang diperintahkan secara syar'i.

Keterangannya akan dijelaskan lebih lanjut dalam Bab Tayamum, insya Allah.

Yang dimaksud dengan 'hilangnya khabats' adalah:

Menghilangkan 'najis' dari:
badan,
pakaian, dan
tempat shalat.

Maka thaharah hissiyah (indrawi) terbagi menjadi dua:

1) Thaharah/bersuci dari hadats, dan dikhususkan pada badan.

2) Thaharah dari khabats (najis), yang ada pada badan, pakaian, dan tempat shalat.

HADATS ADA DUA:

1) Hadats kecil, yaitu yang mewajibkan wudhu.

2) Hadats besar,  yaitu yang mewajibkan mandi.

KHABATS/NAJIS TERBAGI TIGA:

1) Najis yang wajib dicuci
2) Najis yang wajib diperciki air
3) Najis yang wajib diusap.

BAGIAN KEDUA:

Air yang layak dipakai untuk bersuci

Bersambung, insya Allah.


Diterjemahkan oleh Al-Ustadzah Ummu Abdillah Zainab bintu Ali Bahmid hafizhahallah pada hari Rabu, 19 Rajab 1437 H / 27 April 2016 M

Akhawati fillah, jika ada yang tidak dipahami, silakan dicatat untuk ditanyakan ketika jadwal Tanya Jawab hari Kamis dan Jum'at pekan depan (pekan pertama bulan Mei 2016)

Barakallahu fikunna

○○○○○○○○○○○○○○○○○○○○

Bagi yang ingin mendapatkan faedah dari dars kitab Al-Fiqhu Al-Muyassar, silakan mengunjungi:

Website
      ● http://annisaa.salafymalangraya.or.id

Channel Telegram
      ● http://bit.ly/NisaaAsSunnah
      ● http://bit.ly/fiqihmukminah



Nisaa` As-Sunnah
AL-FIQH AL-MUYASSAR (PERTEMUAN 7): KITAB THAHARAH BAB PERTAMA HUKUM-HUKUM THAHARAH DAN AIR AL-FIQH AL-MUYASSAR (PERTEMUAN 7): KITAB THAHARAH BAB PERTAMA  HUKUM-HUKUM THAHARAH DAN AIR Reviewed by Nisaa` As-Sunnah on April 28, 2016 Rating: 5

Events

ads
Powered by Blogger.