Kajian Tauhid Kitab Tsalatsatul Ushul (Pertemuan 25): TAUHID ULUHIYYAH

Kajian Tauhid Kitab Tsalatsatul Ushul (Pertemuan 25): TAUHID ULUHIYYAH


KAJIAN TAUHID
Dari kitab:
Tsalatsatul Ushul
(=Tiga Landasan Utama)
Penulis:
Asy-Syaikh Muhammad bin Abdul Wahab رحمه الله تعالى
Syarah/Penjelasan oleh:
Asy-Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin رحمه الله



بسم الله الرحمن الرحيم
:الحمدلله والصلاة والسلام على رسول الله وعلى اله وصحبه ومن والاه، أما بعد

Saudaraku seiman, semoga rahmat Allah dilimpahkan untukku dan untuk kalian semua. Amin.


Dari tiga macam tauhid tersebut, yang dimaksud oleh penulis di sini adalah TAUHID ULUHIYYAH.

TAUHID ULUHIYYAH inilah yang orang-orang musyrik mengalami kesesatan padanya yang kemudian mereka diperangi oleh Nabi صلى الله عليه وسلم, dan beliau halalkan:
darah-darah mereka
harta-harta mereka
bumi dan negeri-negeri mereka, serta
ditawannya wanita-wanita dan anak-anak mereka.

Dan kebanyakan usaha yang dilakukan oleh para rasul untuk mengobati kaum mereka adalah pada tauhid ULUHIYYAH ini

Allah ta'ala berfirman,

وَلَقَدْ بَعَثْنَا فِي كُلِّ أُمَّةٍ رَّسُولاً أَنِ اعْبُدُواْ اللّهَ 

"Dan sungguh Kami telah mengutus seorang rasul kepada setiap umat (untuk mendakwahkan) hendaklah kalian beribadah hanya kepada Allah." (QS. An-Nahl: 36)

Maka ibadah tidak sah kecuali hanya untuk Allah azza wajalla.

Dan barangsiapa merusak tauhid ini (tauhid uluhiyyah), maka dia seorang MUSYRIK KAFIR, meskipun dia telah menyatakan tauhid Rububiyyah dan tauhid Asma' wash Shifat.

Meskipun seseorang telah menyatakan tauhid:
1. Rububiyyah, dan
2. Asma' wash Shifat
dengan pernyataan yang sempurna, tapi dia pergi ke kuburan lalu beribadah kepada penghuni kubur itu, atau dia melakukan nadzar untuknya dalam rangka mendekatkan diri kepadanya, maka dia telah MUSYRIK KAFIR dan kekal dalam neraka.

Allah ta'ala berfirman,

إِنَّهُ مَنْ يُشْرِكْ بِاللَّهِ فَقَدْ حَرَّمَ اللَّهُ عَلَيْهِ الْجَنَّةَ وَمَأْوَاهُ النَّارُ وَمَا لِلظَّالِمِينَ مِنْ أَنْصَارٍ ۩

"Sesungguhnya orang yang menyekutukan Allah, maka sungguh Allah telah mengharamkan surga untuknya, dan tempat kembalinya adalah neraka, dan tidak ada seorang penolongpun untuk orang-orang zhalim." (QS. Al-Maidah: 72)

TAUHID adalah perkara TERBESAR yang Allah perintahkan. Karena tauhid adalah dasar dibangun di atasnya agama ini secara keseluruhan, oleh karena itu Nabi صلى الله عليه وسلم memulai dakwah kepada Allah dengan TAUHID ini (tauhid Uluhiyyah), dan beliau memerintahkan kepada orang yang diutus untuk berdakwah agar memulai dakwah dengan tauhid ini.

Selesai syarah

Kita kembali kepada matan kitab 

Bersambung insya Allah


Diterjemahkan oleh Al-Ustadzah Ummu Abdillah Zainab bintu Ali Bahmid hafizhahallah pada Kamis,  23 Syawal 1437 H / 28 Juli 2016

Akhawati fillah, jika ada yang tidak dipahami, silakan dicatat untuk ditanyakan ketika jadwal Tanya Jawab hari Kamis dan Jum'at pekan pertama bulan Agustus.

Barakallahu fikunna

====================

Bagi yang ingin mendapatkan faedah dari dars Kitab Tsalatsatul Ushul yang telah berlalu, silakan mengunjungi:

Website 
      ● http://annisaa.salafymalangraya.or.id

Channel Telegram
      ● http://bit.ly/nisaaassunnah
      ● http://bit.ly/tsalatsatulushul
  


Nisaa` As-Sunnah
Lebih baru Lebih lama