AL-FIQH AL-MUYASSAR (PERTEMUAN 23): BAB KELIMA: WUDHU

BAB KELIMA: WUDHU


KAJIAN FIKIH
Dari kitab:
AL-FIQHU AL-MUYASSAR
(FIKIH PRAKTIS)




بسم الله الرحمن الرحيم

الحمدلله والصلاة والسلام على رسول الله وعلى اله وصحبه ومن والاه، أما بعد:


Akhawati fillah, semoga rahmat Allah dicurahkan untukku dan untuk kalian semua. Amin

Alhamdulillah kita melanjutkan kembali dars dari kitab Fiqhul Muyassar.

BAB KELIMA: WUDHU

Bab ini terdiri dari beberapa bagian:

BAGIAN PERTAMA:

Definisi dan hukum wudhu

Secara bahasa, wudhu diambil dari kata الوضاءة yang artinya:
keindahan, dan
kebersihan

Secara syariat, wudhu adalah:

menggunakan air pada empat anggota tubuh, yaitu:
wajah
dua tangan
kepala, dan
kedua kaki,
dengan cara tertentu dalam syariat, dalam rangka beribadah kepada Allah ta'ala.

HUKUMNYA:

Hukum wudhu WAJIB bagi orang yang berhadats jika dia akan shalat dan apa yang sama hukumnya dengan shalat, seperti thawaf dan memegang mushaf Al-Quran.

BAGIAN KEDUA:

Dalil tentang wajibnya wudhu,
kepada siapa ia diwajibkan, dan
kapan ia wajib

Adapun dalil yang mewajibkannya adalah firman Allah ta'ala,

*{يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِذَا قُمْتُمْ إِلَى الصَّلَاةِ فَاغْسِلُوا وُجُوهَكُمْ وَأَيْدِيَكُمْ إِلَى الْمَرَافِقِ وَامْسَحُوا بِرُءُوسِكُمْ وَأَرْجُلَكُمْ إِلَى الْكَعْبَيْنِ ۚ وَإِن كُنتُمْ جُنُبًا فَاطَّهَّرُوا ۚ وَإِن كُنتُم مَّرْضَىٰ أَوْ عَلَىٰ سَفَرٍ أَوْ جَاءَ أَحَدٌ مِّنكُم مِّنَ الْغَائِطِ أَوْ لَامَسْتُمُ النِّسَاءَ فَلَمْ تَجِدُوا مَاءً فَتَيَمَّمُوا صَعِيدًا طَيِّبًا فَامْسَحُوا بِوُجُوهِكُمْ وَأَيْدِيكُم مِّنْهُ ۚ مَا يُرِيدُ اللَّهُ لِيَجْعَلَ عَلَيْكُم مِّنْ حَرَجٍ وَلَٰكِن يُرِيدُ لِيُطَهِّرَكُمْ وَلِيُتِمَّ نِعْمَتَهُ عَلَيْكُمْ لَعَلَّكُمْ تَشْكُرُونَ}*



"Hai orang-orang yang beriman, apabila kamu hendak mengerjakan shalat, maka basuhlah mukamu dan tanganmu sampai dengan siku, dan sapulah kepalamu dan (basuh) kakimu sampai dengan kedua mata kaki, dan jika kamu junub maka mandilah, dan jika kamu sakit atau dalam perjalanan atau kembali dari tempat buang air (kakus) atau menyentuh perempuan, lalu kamu tidak memperoleh air, maka bertayammumlah dengan tanah yang baik (bersih); sapulah mukamu dan tanganmu dengan tanah itu. Allah tidak hendak menyulitkan kamu, tetapi Dia hendak membersihkan kamu dan menyempurnakan nikmat-Nya bagimu, supaya kamu bersyukur." 
(QS. Al-Maidah: 6)



Dan sabda Rasulullah _صلى الله عليه وسلم_,

*لا يقبل الله صلاة بغير طهور، ولا صدقة من غلول*



"Allah tidak menerima shalat tanpa bersuci, dan tidak menerima sedekah dari hasil pencurian ghanimah." (HR. Muslim)



Dan sabda Rasulullah _صلى الله عليه وسلم_,

*لا يقبل الله صلاة من أحدث حتى يتوضأ*



"Allah tidak menerima shalat orang yang berhadats sehingga dia berwudhu." (HR. Muslim)



Dan tidak dinukilkan dari seorang pun di antara kaum muslimin adanya perbedaan pendapat.

Maka dengan Keterangan tersebut, syari'at WUDHU telah ditetapkan berdasarkan Al-Quran, As-Sunnah, dan ijma'.

KEPADA SIAPA DIWAJIBKAN:

Wudhu diwajibkan kepada setiap:
muslim
dewasa, dan
berakal,
ketika dia akan shalat atau melakukan apa saja yang sehukum dengan shalat.

KAPAN WUDHU ITU WAJIB:

jika telah masuk waktu shalat, atau
ketika seseorang akan melakukan perbuatan yang disyaratkan harus berwudhu, meskipun tidak berhubungan dengan waktu, seperti thawaf dan memegang mushaf.

BAGIAN KETIGA:

Syarat-syarat sahnya wudhu:

Bersambung insya Allah

Diterjemahkan oleh Al-Ustadzah Ummu Abdillah Zainab bintu Ali Bahmid hafizhahallah pada hari Rabu, 18 Muharram 1438 H / 19 Oktober 2016 M



Akhawati fillah, jika ada yang tidak dipahami, silakan dicatat untuk ditanyakan ketika jadwal Tanya Jawab, hari Kamis dan Jum'at pekan pertama bulan depan

Barakallahu fikunna



Bagi yang ingin mendapatkan faedah dari dars kitab Al-Fiqhu Al-Muyassar, silakan mengunjungi:

Website: 
       ● www.nisaa-assunnah.com
       ● http://annisaa.salafymalangraya.or.id

Channel Telegram:
       ● http://tlgrm.me/nisaaassunnah
       ● http://tlgrm.me/fiqihmukminah


Nisaa` As-Sunnah
Previous Post Next Post