Kajian Tauhid Kitab Tsalatsatul Ushul (Pertemuan 39) : Janganlah Beribadah Kepada yang Lain di Samping Allah

Janganlah Beribadah Kepada yang Lain di Samping Allah


KAJIAN TAUHID
Dari kitab:
Tsalatsatul Ushul
(Tiga Landasan Utama)
Penulis:
Asy-Syaikh Muhammad bin Abdul Wahab _رحمه الله تعالى_
Syarah/Penjelasan oleh:
Asy-Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin _رحمه الله_


بسم الله الرحمن الرحيم
:الحمدلله والصلاة والسلام على رسول الله وعلى اله وصحبه ومن والاه، أما بعد

Akhawati fillah kita lanjutkan kajian kita TAUHID, masih pada ushul yang pertama, yakni MENGENAL ALLAH azza wajalla

Kita lanjutkan sampai pada
SYARAH/PENJELASAN:

Penulis رحمه الله telah menyebutkan macam-macam jenis ibadah, dan telah menjelaskannya, bahwa barang siapa memberikan sedikit saja dari ibadah-ibadah tersebut kepada selain Allah, maka dia MUSYRIK DAN KAFIR.

Berdalilkan firman Allah ta'ala,

 وَأَنَّ ٱلْمَسَٰجِدَ لِلَّهِ فَلَا تَدْعُوا۟ مَعَ ٱللَّهِ أَحَدًا

"Dan bahwasanya masjid-masjid itu milik Allah, maka janganlah kalian beribadah kepada seorang pun di dalamnya di samping menyembah Allah."  (QS. Al-Jin: 18)

Dan juga firman Allah ta'ala,

 وَمَنْ يَدْعُ مَعَ اللَّهِ إِلَٰهًا آخَرَ لَا بُرْهَانَ لَهُ بِهِ فَإِنَّمَا حِسَابُهُ عِنْدَ رَبِّهِ ۚ إِنَّهُ لَا يُفْلِحُ الْكَافِرُونَ

"Dan barang siapa beribadah kepada sesembahan yang lain di samping Allah, padahal tidak ada satupun dalil baginya tentang hal itu,  maka sesungguhnya perhitungannya di sisi Rabb-nya, sesungguhnya orang-orang kafir itu tidak beruntung." 
(QS. Al-Mukminun: 117)

Bentuk pendalilan dari ayat PERTAMA:

Allah ta'ala mengabarkan bahwa,
MASJID-MASJID itu adalah tempat-tempat sujud, atau anggota-anggota sujud
itu adalah MILIK ALLAH, yakni diperuntukkan hanya kepada Allah, dan Allah mengaitkan hal itu dengan firman-Nya,

 فَلَا تَدْعُوا۟ مَعَ ٱللَّهِ أَحَدًا

"Maka janganlah kalian berdoa (beribadah) kepada seorang pun di samping beribadah kepada Allah." 
(QS. Al-Jin: 18)

Yakni, janganlah kalian beribadah kepada yang lain di samping beribadah kepada Allah, sehingga kamu bersujud (menyembah) selain Allah.

Dan sisi pendalilan dari ayat KEDUA yaitu:

Bahwa Allah ta'ala menjelaskan bahwasanya barang siapa berdoa kepada sesembahan lain di samping berdoa kepada Allah, maka dia dituduh KAFIR.

Karena Allah telah berfirman:

إِنَّهُ لَا يُفْلِحُ الْكَافِرُونَ

"Sesungguhnya orang-orang kafir itu tidak beruntung." 
(QS. Al-Mukminun: 117)

Adapun firman Allah ta'ala,

لَا بُرْهَانَ لَه

"Padahal tidak ada satupun dalil baginya." 
(QS. Al-Mukminun: 117)

Merupakan isyarat yang menjelaskan bahwa tidak mungkin ada dalil yang menunjukkan banyaknya sesembahan, penyifatan ini yakni dalam ayat:

لا برهن له

"Padahal tidak ada satupun dalil baginya."

Merupakan sifat yang menjelaskan dan menerangkan permasalahan tersebut. Dan ini bukan penyifatan yang muqayyad (yang berhubungan dengan lainnya) yang mengecualikan sesuatu yang ada dalilnya, sebab TIDAK MUNGKIN ADA DALIL YANG MENUNJUKKAN ADANYA SESEMBAHAN YANG LAIN SELAIN ALLAH.

Kita kembali pada
MATAN KITAB:

:.وفي الحديث 
الدعاء مخ العبادة"
والدليل قوله تعالى : {وقال ربكم ادعوني أستجب لكم، إن الذين يستكبرون عن عبادتي سيدخلون جهنم داخرين}  سورة غافر،  الآية:  ٦٠

"Dan diriwayatkan dalam hadits: 'Doa itu adalah inti ibadah' Dan dalil firman Allah ta'ala: 'Dan Rabb-mu berfirman, berdoalah kamu kepada-Ku niscaya akan Aku kabulkan untukmu, sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri untuk beribadah kepada-Ku pasti akan masuk neraka dalam keadaan hina dina'." 
(QS. Ghafir: 60)

SYARAH:

Ini adalah permulaan dari penulis رحمه الله menjelaskan tentang DALIL-DALIL dari macam-macam ibadah yang telah disebutkan dalam perkataannya yang telah lalu: "Dan macam-macam ibadah yang Allah perintahkan seperti Islam, Iman, dan Ihsan, dan di antaranya juga doa...dst."

Beliau رحمه الله memulai menyebutkan DALIL-DALIL TENTANG DOA, adapun dalil-dalil tentang Islam, Iman dan Ihsan akan dijelaskan secara terperinci insya Allah.

Bersambung insya Allah

Diterjemahkan oleh Al-Ustadzah Ummu Abdillah Zainab bintu Ali Bahmid hafizhahallah pada Kamis, 23 Rabi'ul Awwal 1438 H / 22 Desember 2016.

Akhawati fillah, jika ada yang tidak dipahami, silakan dicatat untuk ditanyakan ketika jadwal Tanya Jawab hari Kamis dan Jum'at pekan pertama bulan depan.

Barakallahu fikunna

Bagi yang ingin mendapatkan faedah dari dars Kitab Tsalatsatul Ushul yang telah berlalu, silakan mengunjungi:

Website
      ● http://www.nisaa-assunnah.com

Channel Telegram
      ● http://tlgrm.me/nisaaassunnah
      ● http://tlgrm.me/tsalatsatulushul



Nisaa` As-Sunnah
Kajian Tauhid Kitab Tsalatsatul Ushul (Pertemuan 39) : Janganlah Beribadah Kepada yang Lain di Samping Allah Kajian Tauhid Kitab Tsalatsatul Ushul (Pertemuan 39) : Janganlah Beribadah Kepada yang Lain di Samping Allah Reviewed by Nisaa` As-Sunnah 1 on April 08, 2017 Rating: 5

Events

ads
Powered by Blogger.