Kajian Tauhid Kitab Tsalatsatul Ushul (Pertemuan 40) : DALIL-DALIL TENTANG DOA

DALIL-DALIL TENTANG DOA

KAJIAN TAUHID
Dari kitab:
Tsalatsatul Ushul
(Tiga Landasan Utama)
Penulis:
Asy-Syaikh Muhammad bin Abdul Wahab _رحمه الله تعالى_
Syarah/Penjelasan oleh:
Asy-Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin_رحمه الله_


بسم الله الرحمن الرحيم
:الحمدلله والصلاة والسلام على رسول الله وعلى اله وصحبه ومن والاه، أما بعد

Akhawati fillah kita lanjutkan kajian TAUHID, kita sampai pada permulaan penulis رحمه الله yang menjelaskan tentang DALIL-DALIL dari macam-macam ibadah, dan beliau memulai dengan DALIL-DALIL TENTANG DOA.

Melanjutkan SYARAH:

Penulis رحمه الله mengambil dalil dengan riwayat dari Nabi صلى الله عليه وسلم,  bahwasanya beliau bersabda,

الدعاء مخ العبادة

"Doa adalah otak (inti) ibadah."

Keterangan tentang kedudukan hadits di atas:

Hadits tersebut dikeluarkan oleh At-Tirmidzi dalam Kitab Da'awat, Bab Fadhlud Du'a, beliau berkata, hadits tersebut GHARIB.

Akan tetapi ada hadits lain yang semakna dan haditsnya shahih, yakni:

الدعاء هو العبادة

"Doa itu adalah ibadah."

(selesai Keterangan tambahan)

Beliau juga berdalil dengan firman Allah ta'ala,

وَقَالَ رَبُّكُمُ ادْعُونِي أَسْتَجِبْ لَكُمْ ۚ إِنَّ الَّذِينَ يَسْتَكْبِرُونَ عَنْ عِبَادَتِي سَيَدْخُلُونَ جَهَنَّمَ دَاخِرِينَ

Dan Rabb kalian berfirman,  "Berdoalah kepada-Ku niscaya akan Kukabulkan bagi kalian, sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri dari beribadah kepada-Ku maka akan masuk neraka Jahannam dalam keadaan hina dina."  
(QS. Ghafir: 60)

Ayat yang mulia tersebut menunjukkan bahwa DOA termasuk IBADAH. Seandainya tidak demikian, maka tidak dikatakan dalam ayat,

إِنَّ الَّذِينَ يَسْتَكْبِرُونَ عَنْ عِبَادَتِي سَيَدْخُلُونَ جَهَنَّمَ دَاخِرِين

"Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri dari beribadah kepada-Ku niscaya akan masuk neraka Jahannam dalam keadaan hina dina."

Maka barang siapa BERDOA kepada selain Allah azza wajalla dengan hajat permintaan yang tidak mampu dipenuhi kecuali oleh Allah,  maka orang tersebut MUSYRIK DAN KAFIR, baik sesuatu yang dimintai doa itu masih hidup ataupun sudah mati.

Barang siapa meminta kepada makhluk yang masih hidup dengan sesuatu yang dia MAMPU untuk memenuhinya, misalnya dia meminta, "Wahai fulan, beri aku makanan. Wahai fulan, beri aku minum", maka hal ini TIDAK MENGAPA (BOLEH).

Akan tetapi meminta-minta kepada makhluk yang sudah MATI atau kepada orang yang TIDAK ADA di hadapannya dengan permintaan yang sama seperti di atas, maka  dia MUSYRIK.  Sebab MAYIT (orang yang telah mati) atau orang yang TIDAK ADA di hadapannya tidak mungkin bisa memenuhi permintaan seperti itu.

Maka doa dan permintaannya kepada MAYIT dan orang yang tidak ada di hadapannya tersebut menunjukkan bahwa dia punya KEYAKINAN, bahwa selain Allah tersebut memiliki kemampuan untuk mengatur kejadian yang ada (memiliki andil dalam mengatur semesta alam, pen.), maka karena KEYAKINAN itulah dia telah melakukan KESYIRIKAN (menyekutukan Allah).

Dan ketahuilah, bahwa DOA ADA DUA MACAM, yaitu:

1. DOA MASALAH

2. DOA IBADAH

Bersambung insya Allah

Diterjemahkan oleh Al-Ustadzah Ummu Abdillah Zainab bintu Ali Bahmid hafizhahallah pada Kamis, 30 Rabi'ul Awal 1438 H / 29 Desember 2016.

Akhawati fillah, jika ada yang tidak dipahami, silakan dicatat untuk ditanyakan ketika jadwal Tanya Jawab hari Kamis dan Jum'at pekan pertama bulan depan.

Barakallahu fikunna

Bagi yang ingin mendapatkan faedah dari dars Kitab Tsalatsatul Ushul yang telah berlalu, silakan mengunjungi:

Website
      ● http://www.nisaa-assunnah.com
     
Channel Telegram
      ● http://tlgrm.me/nisaaassunnah
      ● http://tlgrm.me/tsalatsatulushul



Nisaa` As-Sunnah
Kajian Tauhid Kitab Tsalatsatul Ushul (Pertemuan 40) : DALIL-DALIL TENTANG DOA Kajian Tauhid Kitab Tsalatsatul Ushul (Pertemuan 40) : DALIL-DALIL TENTANG DOA Reviewed by Nisaa` As-Sunnah 1 on April 08, 2017 Rating: 5

Events

ads
Powered by Blogger.