Kitab Fiqh Al Mar'atul Muslimah (Pertemuan 99) : BACAAN SURAH DALAM SHALAT WITIR

BACAAN SURAH DALAM SHALAT WITIR


KAJIAN FIKIH
Dari kitab:
Fiqh Al-Mar`ah Al-Muslimah
Penulis:
Asy-Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin _رحمه الله_


بسم الله الرحمن الرحيم
:الحمدلله والصلاة والسلام على رسول الله وعلى اله وصحبه ومن والاه، أما بعد

Akhawati fillah kita lanjutkan kajian fikih, dari kitab Fiqh Al-Mar`ah Al- Muslimah.

Kita masih pada penjelasan tentang shalat WITIR, kita kaji sekarang tentang

BACAAN SURAH DALAM SHALAT WITIR.

Pada rakaat pertama, membaca surah Al-A'la "Sabbihisma..." (dibaca lengkap dari awal sampai akhir ayat).

Rakaat kedua membaca surah Al-Kafirun.

Rakaat ketiga membaca surah Al-Ikhlas.

Dinamakan surah AL-IKHLAS sebab:

Allah ta'ala mengikhlaskan surah tersebut hanya untuk diri-Nya.

Tidak ada sesuatu dalam surah tersebut, kecuali menerangkan tentang SIFAT-SIFAT ALLAH.

Surah Al-Ikhlas membuat orang yang membacanya bersih dari syirik dan ta'til (menolak sifat-sifat Allah)

Meyakini kandungan surah Al-Ikhlas berarti menafikan syirik dan ta'til.

Dan pada rakaat ketiga membaca QUNUT.

QUNUT mengandung beberapa makna, antara lain:

1. KHUSYUK

Sebagaimana firman Allah ta'ala:

*وَقُومُوا لِلَّهِ قَانِتِينَ*

"Dan berdirilah kalian untuk Allah dengan khusyuk." 
(QS.  Al-Baqarah: 238)

Juga firman Allah ta'ala:

*وَصَدَّقَتْ بِكَلِمَاتِ رَبِّهَا وَكُتُبِهِ وَكَانَتْ مِنَ الْقَانِتِينَ*

"Dan dia (Maryam) membenarkan kalimat-kalimat Rabb-nya dan kitab-kitab-Nya, dan dia termasuk orang-orang yang khusyuk." 
(QS. At-Tahrim: 12)

2. DOA

Yakni ketika QUNUT yang dilakukan setelah ruku' di rakaat ketiga, berdoa setelah membaca 'Rabbana walakal hamdu', tanpa meneruskan bacaan tahmid dengan sempurna, akan tetapi jika membaca tahmid dengan sempurna juga boleh, sebab tahmid merupakan pembuka doa.
Pujian dan sanjungan kepada Allah serta shalawat kepada Rasulullah صلى الله عليه وسلم termasuk sebab-sebab terkabulnya doa.

QUNUT dilakukan dengan MENGANGKAT KEDUA TANGAN.

Riwayat tersebut shahih dari Umar ibnul Khaththab, Umar رضي الله عنه adalah salah satu dari Khulafaur Rasyidin, di mana mereka adalah orang-orang yang paling ittiba' (mengikuti) sunnah Rasulullah صلى الله عليه وسلم, maka beliau (Umar رضي الله عنه) mengangkat kedua tangannya ketika QUNUT.

Akan tetapi bagaimana cara mengangkat kedua tangan ketika QUNUT?

Berkata para ulama,

"Mengangkat kedua tangan sampai dada, dan tidak meninggikan lebih tinggi dari dada."

Sebab doa qunut tidak dilakukan dengan suara yang tinggi, tetapi doa qunut adalah doa permohonan dan pengharapan, maka hendaklah kedua tangan dibentangkan dan telapak tangannya diarahkan ke langit, begitulah pendapat para ulama رحمهم الله.

Adapun yang lain dari para ulama menyatakan, bahwa kedua tangan di angkat dalam posisi seperti orang yang meminta-minta (yakni jari-jari tangan sedikit ditekuk ke atas, dan tidak dibentangkan seperti posisi yang disebutkan pertama di atas, pen.).

Adapun mengangkat tangan dengan jari-jari direnggangkan dan dijauhkan jari-jarinya antara satu dengan yang lain, maka yang seperti ini tidak ada dasar hukumnya, tidak ada dalam sunnah, juga tidak ada dari pendapat ulama.

Bersambung insya Allah

Diterjemahkan oleh Al-Ustadzah Ummu Abdillah Zainab bintu Ali Bahmid hafizhahallah pada Selasa, 24 Jumadil Awal 1438 H / 21 Februari 2017 M.

Akhawati fillah, jika ada yang tidak dipahami, silakan dicatat untuk ditanyakan ketika jadwal Tanya Jawab hari Kamis dan Jum'at setiap awal bulan.

Barakallahu fikunna

Bagi yang ingin mendapatkan faedah dari dars Kitab Fiqh Al-Mar`ah Al-Muslimah yang telah berlalu, silakan mengunjungi:

Website
       ● http://www.nisaa-assunnah.com

Channel Telegram
       ● http://t.me/nisaaassunnah
       ● http://t.me/fiqihwanitamuslimah



Nisaa` As-Sunnah
Lebih baru Lebih lama