Kajian Tauhid Kitab Tsalatsatul Ushul (Pertemuan 54): ISTIGHATSAH


KAJIAN TAUHID
Dari kitab:
Tsalatsatul Ushul
(Tiga Landasan Utama)

Penulis:
Asy-Syaikh Muhammad bin Abdul Wahab رحمه الله تعالى

Syarah/Penjelasan oleh:
Asy-Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin رحمه الله

بسم الله الرحمن الرحيم
الحمدلله والصلاة والسلام على رسول الله وعلى اله وصحبه ومن والاه، أما بعد:

MACAM IBADAH YANG BERIKUTNYA, YAITU:

ISTIGHATSAH

Kita kaji MATAN/ISI kitab:

ودليل الإستغاثة قوله تعالى :
{ إذ تستغيثون ربكم فاستجاب لكم}.

"Dalil Istighatsah adalah firman Allah ta'ala, 'Ingatlah ketika kalian memohon pertolongan kepada Rabb kalian, lalu dikabulkan oleh-Nya untuk kalian'." (QS. Al-Anfal: 9)

SYARAH/PENJELASAN:

ISTIGHATSAH= mencari ghauts (PERTOLONGAN). Yakni keselamatan dari kondisi yang sulit dan dari sesuatu yang dapat membinasakan.

ISTIGHATSAH ada beberapa bagian:

1. ISTIGHATSAH KEPADA ALLAH AZZA WAJALLA

Ini adalah amal yang paling utama dan paling sempurna. Ini adalah kebiasaan para nabi dan pengikut mereka.

Dalil tentang istighatsah ini seperti yang telah disebutkan oleh Asy-Syaikh رحمه الله,

إِذْ تَسْتَغِيثُونَ رَبَّكُمْ فَاسْتَجَابَ لَكُمْ أَنِّي مُمِدُّكُمْ بِأَلْفٍ مِنَ الْمَلَائِكَةِ مُرْدِفِينَ

"Ingatlah ketika kalian memohon pertolongan kepada Rabb kalian, lalu dikabulkan oleh-Nya untuk kalian. Sesungguhnya Aku akan mendatangkan bala bantuan kepada kalian dengan seribu malaikat yang datang berturut-turut." (QS. Al-Anfal: 9)

Hal itu terjadi pada peperangan BADR, ketika Nabi صلى الله عليه وسلم melihat orang-orang musyrik
berjumlah seribu orang, sedangkan sahabat-sahabat beliau hanya berjumlah tiga ratus sepuluh orang lebih.  Kemudian beliau masuk ke dalam tenda dan memanjatkan doa kepada Allah azza wajalla dengan mengangkat kedua tangan beliau dan menghadap ke kiblat, lalu membaca,

اللهم انجز لى ما وعدتني، اللهم إن تهلك هذه العصابة من أهل الإسلام لا تعبد في الأرض.

"Ya Allah, penuhilah untukku apa yang telah Engkau janjikan kepadaku. Ya Allah, jka Engkau binasakan kelompok muslimin ini,  maka selamanya Engkau tidak akan diibadahi di muka bumi."  (HR. Muslim)

Beliau terus beristighatsah kepada Rabb-nya sambil mengangkat kedua tangan beliau, sehingga jatuh kain selendang beliau dari kedua pundaknya, lalu Abu Bakr رضي الله عنه mengambil selendang beliau dan memakaikannya kembali pada kedua pundak beliau, kemudian dia tetap menjaga beliau dari arah belakang beliau dan berkata,

يا نبي الله كفاك مناشدتك ربك فإنه سينجز  لك ما وعدك.

"Wahai Nabi Allah, sudah cukup bagimu doamu kepada Rabb-mu. Karena sesungguhnya Dia akan memenuhi untukmu apa yang telah dijanjikan kepadamu."

Maka Allah menurunkan ayat ini (Al-Anfal: 9).

2. ISTIGHATSAH KEPADA orang-orang yang telah mati, atau kepada orang-orang yang masih hidup dan mampu memberi pertolongan, tapi tidak ada di hadapannya.

 Diterjemahkan oleh Al-Ustadzah Ummu Abdillah Zainab bintu Ali Bahmid hafizhahallah pada Kamis, 14 Sya'ban 1438 H / 11 Mei 2017.
Kajian Tauhid Kitab Tsalatsatul Ushul (Pertemuan 54): ISTIGHATSAH Kajian Tauhid Kitab Tsalatsatul Ushul (Pertemuan 54): ISTIGHATSAH Reviewed by Nisaa` As-Sunnah 4 on August 23, 2017 Rating: 5

Events

ads
Powered by Blogger.