Kajian Tauhid Kitab Tsalatsatul Ushul (Pertemuan 65): Tafsir Syahadat


 KAJIAN TAUHID

Dari kitab:
Tsalatsatul Ushul
(Tiga Landasan Utama)

Penulis:
Asy-Syaikh Muhammad bin Abdul Wahab رحمه الله تعالى

Syarah/Penjelasan oleh:
Asy-Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin رحمه الله

بسم الله الرحمن الرحيم
الحمدلله والصلاة والسلام على رسول الله وعلى اله وصحبه ومن والاه، أما بعد

TAFSIR SYAHADAT لا إله إلا الله 

Kita kaji MATAN/ISI KITAB:

📗 وتفسيرها الذي يوضحها،  قوله تعالى:   {وإذ قال إبراهيم لأبيه وقومه إنني براء مما تعبدون.  إلا الذي فطرني فإنه سيهدين...

"Tafsir syahadat tersebut telah dijelaskan dalam firman Allah ta'ala: "Dan ketika Ibrahim berkata kepada bapaknya dan kepada kaumnya,  'Sesungguhnya aku baro' (berlepas diri) dari apa yang kalian sembah, kecuali Rabb yang telah menciptakan-ku, maka sesungguhnya Dia yang akan memberi hidayah kepadaku...'

SYARAH/PENJELASAN

1). IBRAHIM adalah khalilullah (kekasih Allah), imam bagi orang-orang yang Hanif (bertauhid) dan rasul yang paling utama setelah Muhammad صلى الله عليه وسلم. 
Ayahnya bernama Azar.

2). Lafazh براء (baro'/ berlepas diri) merupakan sifat 'musyabbahah' dari kata البراءة (al-Bara'ah), dan kata tersebut lebih tinggi dari بريء (bari').

Maka lafazh dalam ayat: 

 إِنَّنِي بَرَاءٌ مِمَّا تَعْبُدُونَ

"Sesungguhnya aku baro' (berlepas diri) terhadap apa yang kalian sembah."  (QS. Az-Zukhruf: 26)

SAMA MAKNANYA DENGAN KALIMAT لا إله إلا الله (TIDAK ADA SESEMBAHAN YANG BENAR).

Keterangan penerjemah:

Ayat:

إِنَّنِي بَرَاءٌ مِمَّا تَعْبُدُونَ=لا إله

"Sesungguhnya aku baro' (berlepas diri)  dari apa yang kalian sembah."  = Tidak ada sesembahan yang benar. (selesai keterangan pen.). 

3). SYARAH DARI MATAN:

إِلَّا الَّذِي فَطَرَنِي 

"Kecuali (aku hanya menyembah) Dzat yang telah menciptakanku." (QS. Az-Zukhruf: 27)

Yakni, Allah menciptakan aku awal mulanya dalam keadaan di atas fitrah (tauhid).
Maka kalimat dalam ayat إِلَّا الَّذِي فَطَرَنِي, sesuai dengan إلا الله
Maka Allah ta'ala tidak memiliki sekutu di dalam peribadatan kepadanya, sebagaimana Dia tidak memiliki sekutu dalam kerajaan-Nya. 
Dalilnya adalah firman Allah ta'ala:

أَلَا لَهُ الْخَلْقُ وَالْأَمْرُ ۗ تَبَارَكَ اللَّهُ رَبُّ الْعَالَمِينَ

"Ketahuilah, mencipta dan memerintah hanyalah hak Allah, Maha Suci Rabb semesta alam." (QS. Al-A'raf: 54)

Dalam ayat tersebut terdapat pembatasan, bahwa mencipta dan memerintah hanya milik Allah Rabb semesta alam. Allah memiliki hak mencipta dan hak memerintah yang bersifat kauni (takdir alami) dan syar'i (aturan syariat).

SYARAH DARI AYAT سَيَهْدِينِ 
"Dia akan memberi hidayah kepadaku." (QS. Az-Zukhruf: 27)

Yakni Dia akan menunjuki aku kepada kebenaran dan akan memberiku taufik kepada kebenaran.

Kita kembali pada MATAN:

وجعلها كلمة باقية في عقبه لعلهم يرجعون.

Bersambung insya Allah

Diterjemahkan oleh Al-Ustadzah Ummu Abdillah bintu Ali Bahmid hafizhahallah pada Kamis, 23 Dzulhijjah 1438 H / 14 September 2017.


Akhawati fillah, jika ada yang tidak dipahami, silakan dicatat untuk ditanyakan melalui admin grup masing-masing.

Barakallahu fikunna

====================

Bagi yang ingin mendapatkan faedah dari dars Kitab Tsalatsatul Ushul yang telah berlalu, silakan mengunjungi:

Website http://www.nisaa-assunnah.com
      
Channel Telegram
      http://t.me/nisaaassunnah
      http://t.me/tsalatsatulushul
  

Nisaa` As-Sunnah

Kajian Tauhid Kitab Tsalatsatul Ushul (Pertemuan 65): Tafsir Syahadat Kajian Tauhid Kitab Tsalatsatul Ushul (Pertemuan 65): Tafsir Syahadat Reviewed by Nisaa` As-Sunnah 4 on October 13, 2017 Rating: 5

Events

ads
Powered by Blogger.