Kitab Fiqh Al Mar'atul Muslimah (Pertemuan 115)


Nisaa` As-Sunnah:
● REVISI
——————

┏━━━━━━━━━━━━━━━━━┓
    🎀  KAJIAN FIKIH  🎀
┗━━━━━━━━━━━━━━━━━┛

📚 Dari kitab:
Fiqh Al-Mar'ah Al-Muslimah

📝 Penulis:
Asy-Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin رحمه الله

بسم الله الرحمن الرحيم
الحمدلله والصلاة والسلام على رسول الله وعلى اله وصحبه ومن والاه، أما بعد:

🌷 Akhawati fillah, kita masih melanjutkan kajian tentang 'pendapat yang benar adalah pendapat AHLUSSUNNAH WAL JAMAAH, yaitu bahwa sesungguhnya ZAT ALLAH BERADA DI ATAS SEGALA SESUATU'.

💠 Kita kaji dalil yang kedua dari AL-HADITS/AS-SUNNAH, ada tiga macam, yaitu:

1⃣ القول: al-qaul

▪ Yakni dari ucapan/sabda Rasulullah صلى الله عليه وسلم, beliau membaca di dalam sujudnya,

سُبْحٙانٙ رٙبِّيٙ الأٙعْلٙى

"Maha Suci Rabbku lagi Maha Tinggi." 

2⃣ الفعل al-fi'il  

▪ Yakni dari PERBUATAN Rasulullah صلى الله عليه وسلم. 

🕋 Ketika beliau berkhutbah di hadapan manusia pada hari Arafah, beliau bersabda,

ألا هل بلغت، قالوا : نعم، قال : اللهم فاشهد.  يرفع إصبعه السبابة إلى السماء وينكتها إلى الناس.

"Ketahuilah, bukankah aku sudah menyampaikan?"

Mereka (para sahabat) menjawab, "Ya."  

Lalu beliau berkata.  "Ya Allah, saksikanlah." Sambil beliau mengangkat jari telunjuknya ke langit dan juga menunjukkan jarinya ke arah manusia. (HR. Muslim)

☝ Hal itu menunjukkan bahwa Allah Maha Tinggi di atas langit, dan ditunjukkan dengan "FI'IL" atau PERBUATAN.

 3⃣ إقراره Iqraruhu

▪ Yakni dari pembenaran, atau ketetapan beliau صلى الله عليه وسلم. 

📍 Seperti 'iqrar' beliau terhadap seorang budak wanita, ketika beliau bertanya kepada budak tersebut,

أين الله؟ 

"Di mana Allah?" 

Budak wanita tersebut menjawab,
في السماء

"Di langit."

Maka beliau bersabda, "Merdekakan budak ini karena dia seorang mukminah." (HR. Muslim dan Abu Dawud)

📍 Adapun AL-IJMA', yakni kesepakatan ulama.
▪Sesungguhnya ulama salaf dari generasi para sahabat, tabi'in, dan para imam semuanya SEPAKAT tentang hal ini. Bukti kesepakatan mereka, yaitu bahwa tidak ada satupun perkataan mereka yang menyelisihi dalil-dalil yang menjelaskan bahwa 'Allah itu Maha Tinggi'.

💬 Apabila ada seseorang yang bertanya kepadamu,
❓Siapa yang berkata bahwa Abu Bakar menyatakan bahwa Dzat Allah itu Maha Tinggi? 
❓Siapa yang berkata bahwa Umar berkata seperti itu? 
❓Siapa yang berkata bahwa Utsman berkata begitu?
❓Dan siapa yang berkata bahwa Ali berkata seperti itu? 

🔓 Maka jawabannya:
Selama tidak ada riwayat dari mereka yang MENYELISIHI nash dalil, maka diketahui bahwa mereka SEPAKAT terhadap nash dalil.

 📍Adapun AL-AQLU, yakni menurut akal.
💬 Karena kita mengatakan bahwa, Al-Uluw (Maha Tinggi)  adalah SIFAT YANG SEMPURNA dan lawannya (yakni 'di bawah') adalah sifat yang menunjukkan kekurangan, sedangkan Allah Maha Suci dari cela dan kekurangan. Dan TINGGI itu menunjukkan SEMPURNANYA KEKUASAAN.

💺 Oleh karena itulah kita dapati di dunia bahwa RAJA-RAJA diletakkan untuk mereka singgasana yang tinggi sebagai tempat duduk mereka.

📍 Adapun dalil FITRAH:
🔑 Bersambung insya Allah


✍🏼 Diterjemahkan oleh Al-Ustadzah Ummu Abdillah Zainab bintu Ali Bahmid hafizhahallah pada Selasa, 16 Dzulqa'dah 1438 H / 8 Agustus 2017 M.

🛑 Akhawati fillah, jika ada yang tidak dipahami, silakan dicatat untuk ditanyakan melalui admin grup masing-masing.


🍃 Barakallahu fikunna

===================

📡 Bagi yang ingin mendapatkan faedah dari dars Kitab Fiqh Al-Mar'ah Al-Muslimah yang telah berlalu, silakan mengunjungi:

🌐 Website 
       ● http://www.nisaa-assunnah.com

📠 Channel Telegram
       ● http://t.me/nisaaassunnah
       ● http://t.me/fiqihwanitamuslimah


🎀 Nisaa` As-Sunnah 🎀

Kitab Fiqh Al Mar'atul Muslimah (Pertemuan 115) Kitab Fiqh Al Mar'atul Muslimah (Pertemuan 115) Reviewed by Nisaa` As-Sunnah 4 on October 27, 2017 Rating: 5

Events

ads
Powered by Blogger.