Kitab Fiqh Al Mar'atul Muslimah (Pertemuan 116)


┏━━━━━━━━━━━━━━━━━┓
    🎀  KAJIAN FIKIH  🎀
┗━━━━━━━━━━━━━━━━━┛

📚 Dari kitab:
Fiqh Al-Mar'ah Al-Muslimah

📝 Penulis:
Asy-Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin رحمه الله

بسم الله الرحمن الرحيم
الحمدلله والصلاة والسلام على رسول الله وعلى اله وصحبه ومن والاه، أما بعد:

✏ Akhawati fillah, kita masih melanjutkan kajian tentang 'pendapat yang benar adalah pendapat AHLUSSUNNAH WAL JAMAAH, yaitu bahwa sesungguhnya DZAT ALLAH BERADA DI ATAS SEGALA SESUATU'.

💠 Adapun dalil FITHRAH, bisa diketahui bahkan dari seorang yang sudah tua yang 
▪tidak bisa membaca Al-Quran dengan bagus,
▪tidak mengenal sunnah,
▪tidak pernah membaca Fatawa Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah,
▪tidak pula pernah membaca kitab-kitab salaf.

Meskipun sangat awam, orang tua seperti itu sangat yakin bahwa ALLAH BERADA DI ATAS LANGIT. 

👉 Dan semua orang-orang muslim ketika berdoa kepada Allah, mereka MENGANGKAT TANGANNYA KE LANGIT. Tidak ada satupun orang yang berdoa, 

اللهم غفر لي

"Ya Allah, ampunilah aku."

Sambil mengumpulkan kedua tangannya dan mengarahkan ke tanah (ke bawah).

💬 Oleh karena itu Al-Hamdzani رحمه الله membantah Abul Ma'aly Al-Juwainy dengan menggunakan hujah FITHRAH ini.

💬 Abul Ma'aly Al-Juwainy berkata,

كان الله ولم يكن شيئ غيره، وهو الآن على ما كان عليه.

"Allah itu ada, dan tidak ada sesuatu selain Dia,  dan Dia sekarang ada seperti  apa adanya."

👆 Dia maksudkan dari perkataannya itu adalah untuk MENGINGKARI Istiwa' nya Allah di atas Arsy.

🗯 Maka Abu Ja'far Al-Hamdzany رحمه الله berkata (membantahnya), "Ya Syaikh, baiklah kita tinggalkan pembahasan tentang Arsy, sebab Istiwa' (meninggi) bagi Allah di atas Arsy itu berdasarkan dalil SAM'I (Al-Quran). Andaikata Allah tidak mengabarkan kepada kita bahwa dia beristiwa' di atas Arsy, maka kita tidak menetapkan (meyakini) hal itu. Akan tetapi apa pendapatmu tentang FITHRAH makhluk, tidaklah seseorang berkata 'YA ALLAH', kecuali pasti ada dalam hatinya keberadaan Dzat Allah yang TINGGI❓

 ✊❓Maka Abul Ma'aly Al-Juwainy memukul-mukul kepalanya sambil berkata, "Aku bingung... Aku bingung..."  
👆 Dia tidak bisa menjawab pertanyaan tersebut, karena ini merupakan DALIL FITHRAH, bahwa Dzat Allah tinggi di atas langit.

 🐾 Bahkan binatang sekali pun memiliki FITHRAH. 
🏞 Sebagaimana kisah tentang Nabi Sulaiman عليه السلام ketika keluar untuk Istisqa (meminta hujan). Di tengah perjalanan, beliau mendapati seekor 'SEMUT' yang terlentang di atas punggungnya menghadap ke arah langit sambil berdoa,

اللهم أنا خلق من خلقك، ليس بنا غني عن رزقك.

"Ya Allah, aku adalah satu makhluk dari makhluk-makhluk-Mu, kami membutuhkan rezeki-Mu."

🗯 Maka Nabi Sulaiman berkata kepada pasukan yang bersamanya,

ارجعوا فقد سقيتم بدعوة غيركم.

"Pulanglah kalian, karena sungguh telah diturunkan hujan kepada kalian dengan doa (makhluk) selain kalian."

🌨 Dan diturunkan hujan untuk mereka dengan doa seekor SEMUT tersebut.

🔑 Bersambung insya Allah


✍🏼 Diterjemahkan oleh Al-Ustadzah Ummu Abdillah Zainab bintu Ali Bahmid hafizhahallah pada Selasa, 23 Dzulqa'dah 1438 H / 15 Agustus 2017 M.

🛑 Akhawati fillah, jika ada yang tidak dipahami, silakan dicatat untuk ditanyakan melalui admin grup masing-masing.


🍃 Barakallahu fikunna

===================

📡 Bagi yang ingin mendapatkan faedah dari dars Kitab Fiqh Al-Mar'ah Al-Muslimah yang telah berlalu, silakan mengunjungi:

🌐 Website 
       ● http://www.nisaa-assunnah.com

📠 Channel Telegram
       ● http://t.me/nisaaassunnah
       ● http://t.me/fiqihwanitamuslimah


🎀 Nisaa` As-Sunnah 🎀

Kitab Fiqh Al Mar'atul Muslimah (Pertemuan 116) Kitab Fiqh Al Mar'atul Muslimah (Pertemuan 116) Reviewed by Nisaa` As-Sunnah 4 on October 27, 2017 Rating: 5

Events

ads
Powered by Blogger.