Kitab Fiqh Al Mar'atul Muslimah (Pertemuan 117)


┏━━━━━━━━━━━━━━━━━┓
    🎀  KAJIAN FIKIH  🎀
┗━━━━━━━━━━━━━━━━━┛

📚 Dari kitab:
Fiqh Al-Mar'ah Al-Muslimah

📝 Penulis:
Asy-Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin رحمه الله

بسم الله الرحمن الرحيم
الحمدلله والصلاة والسلام على رسول الله وعلى اله وصحبه ومن والاه، أما بعد:

🌷 Akhawati fillah, kita masih melanjutkan kajian tentang 'pendapat yang benar adalah pendapat AHLUSSUNNAH WAL JAMAAH, yaitu bahwar sesungguhnya DZAT ALLAH BERADA DI ATAS SEGALA SESUATU'.

🌱 Semut ini, siapa yang mengajarinya bahwa 'Allah Dzat-Nya tinggi di atas langit?' Itulah fitrah yang Allah fitrahkan kepada semua makhluk yang menunjukkan bahwa Allah Maha Tinggi di atas langit.

▫ Akan tetapi yang mengherankan, meskipun dalil telah begitu jelas, ada sebagian orang yang Allah butakan mata hatinya, sehingga mereka mengingkari bahwa Allah Maha Tinggi,  sehingga mereka berkata, "Tidak mungkin Dzat Allah itu Tinggi...! Dan siapapun orang yang berkata, 'Sesungguhnya Dzat Allah berada tinggi di atas segala sesuatu, maka dia kafir, menurut pendapat mereka!' Sebab dia telah memberikan 'batasan' untuk Allah (maksudnya, membatasi bahwa Allah hanya di atas saja, pen.).

▫ Seseorang yang meyakini bahwa Dzat Allah berada tinggi di atas langit, apakah berarti dia memberi batasan untuk Allah! Tidak sedikit pun! Sebab Allah di atas dan tidak diliputi oleh apapun, tidak ada sesuatu pun di atas Dzat Allah. 

▫ Justru yang memberi batasan untuk Allah adalah mereka yang mengatakan, bahwa ALLAH ADA DI MANA-MANA, jadi jika kamu di masjid, maka Allah juga di masjid, jika kamu berada di pasar, maka Allah juga berada di pasar, dan begitu seterusnya, wal iyadzu billah❗

✔ Adapun pendapat AHLUSSUNNAH,
SESUNGGUHNYA ALLAH BERADA DI ATAS LANGIT, tidak diliputi sedikit pun dari makhluk-makhluk-Nya,  maka Inilah pendapat yang paling benar yang mensucikan Allah dari segala kekurangan.

▪Adapun MAHA TINGGI PADA SIFAT-NYA,  maka dalilnya adalah firman Allah ta'ala,

وَلِلَّهِ الْمَثَلُ الْأَعْلَىٰ ۚ 

"Dan Allah memiliki sifat yang Maha Tinggi." (QS. An-Nahl: 60)

📌 Yakni Allah memiliki sifat-sifat yang paling sempurna.
Ini adalah dalil sam'i.

📍 Adapun dalil aqli:

Maka sesungguhnya, setiap akal pasti meyakini bahwa RABB pasti memiliki sifat-sifat yang sempurna.

📌 Berikutnya kita lanjutkan pada ISI doa qunut,

أٙعُوذُ بِرِضٙاكٙ مِنْ سٙخٙطِكٙ.

"Aku berlindung dengan keridhaan-Mu dari kemurkaan-Mu."

✔ Ini merupakan TAWASUL yang benar dan dibolehkan (berdoa dengan perantara), yaitu tawasul dengan RIDHA ALLAH agar melindungimu dari kemurkaan-Nya. 

💬 Dalam lafazh doa ini mengandung makna meminta sesuatu dengan kebalikannya/lawannya, atau menjadikan RIDHA ALLAH sebagai wasilah (perantara) agar diselamatkan dari MURKA-NYA.

📌 Doa qunut berikutnya:

وبعفوك من عقوبتك.      

 atau

وبمعافاتك من عقوبتك

🔑 Bersambung insya Allah

✍🏼 Diterjemahkan oleh Al-Ustadzah Ummu Abdillah Zainab bintu Ali Bahmid hafizhahallah pada Selasa, 30 Dzulqa'dah 1438 H / 22 Agustus 2017 M.

🛑 Akhawati fillah, jika ada yang tidak dipahami, silakan dicatat untuk ditanyakan *&melalui admin grup masing-masing**.


🍃 Barakallahu fikunna

===================

📡 Bagi yang ingin mendapatkan faedah dari dars Kitab Fiqh Al-Mar'ah Al-Muslimah yang telah berlalu, silakan mengunjungi:

🌐 Website 
       ● http://www.nisaa-assunnah.com

📠 Channel Telegram
       ● http://t.me/nisaaassunnah
       ● http://t.me/fiqihwanitamuslimah


🎀 Nisaa` As-Sunnah 🎀

Kitab Fiqh Al Mar'atul Muslimah (Pertemuan 117) Kitab Fiqh Al Mar'atul Muslimah (Pertemuan 117) Reviewed by Nisaa` As-Sunnah 4 on October 27, 2017 Rating: 5

Events

ads
Powered by Blogger.