Kajian Tauhid Kitab Tsalatsatul Ushul (Pertemuan 74)



Pertemuan 74

KAJIAN TAUHID

Dari kitab:
Tsalatsatul Ushul
(Tiga Landasan Utama)

Penulis:
Asy-Syaikh Muhammad bin Abdul Wahab رحمه الله تعالى

Syarah/Penjelasan oleh:
Asy-Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin رحمه الله

بسم الله الرحمن الرحيم
الحمدلله والصلاة والسلام على رسول الله وعلى اله وصحبه ومن والاه، أما بعد

Alhamdulillah kita telah selesai mengkaji tingkat pertama, yakni ISLAM, yang terdiri dari lima rukun.
Sekarang kita lanjutkan mengkaji tingkat kedua, yakni IMAN.

MATAN/ISI KITAB:

المرتبة الثانية:  الإيمان، وهو بضع وسبعون شعبة.

"Tingkatan kedua, yaitu iman, dan ia (terdiri dari) tujuh puluh sekian cabang."

SYARAH/PENJELASAN:

Tingkatan kedua yang termasuk dari tingkatan-tingkatan agama Islam. 

AL-IMAN

Menurut bahasa adalah pembenaran (at-tashdiq).

Menurut syariat, iman adalah 
keyakinan dalam hati, 
ucapan dengan lisan, dan
perbuatan/amalan dengan anggota badan.

Dan Al-Iman ini memiliki tujuh puluh lebih cabang.

البضع  Al-Bidh'u
artinya jumlah antara 3 - 9

Keterangan penerjemah:

Makna bidh'un wa sab'una (بضع وسبعون) yaitu tujuh puluh tiga, atau tujuh puluh empat, atau tujuh puluh lima... Sampai tujuh puluh sembilan.

Sehingga cabang-cabang iman itu jumlahnya ada tujuh puluh sekian (3 - 9).

Selesai keterangan pen.

Adapun kata Asy-Syu'bah (الشعبة) artinya cabang (bagian) dari sesuatu.

MATAN/ISI KITAB:

فأعلاها قول لا إله إلا الله،  وأدناها إماطة الأذى عن الطريق.

"Maka yang paling tinggi adalah ucapan لا إله إلا الله,  dan yang paling rendah adalah menyingkirkan gangguan dari jalan."

SYARAH/PENJELASAN:

'Menyingkirkan gangguan dari jalan' maksudnya, menghilangkan gangguan, yakni segala sesuatu yang mengganggu orang yang lewat, apakah itu berupa batu, duri, barang bekas, sampah, dan barang-barang yang baunya tidak sedap, dan semisalnya.

MATAN/ISI KITAB:

والحياء شعبة من الإيمان.

"Dan malu termasuk cabang keimanan."

SYARAH/PENJELASAN

Malu (al-haya'u) adalah sifat yang muncul ketika seseorang merasa malu, dan sifat ini dapat menghalangi seseorang untuk melaksanakan hal-hal yang bertentangan dengan muru'ah/harga diri seorang muslim.

Bersambung insya Allah

Diterjemahkan oleh Al-Ustadzah Ummu Abdillah bintu Ali Bahmid hafizhahallah pada Kamis, 11 Rabi'ul Awal 1439 H / 30 November 2017.

Akhawati fillah, jika ada yang tidak dipahami, silakan dicatat untuk ditanyakan melalui admin grup masing-masing.

Barakallahu fikunna 

#NATauhid #NAT74
====================

Bagi yang ingin mendapatkan faedah dari dars Kitab Tsalatsatul Ushul yang telah berlalu, silakan mengunjungi:
Website 
      ● http://www.nisaa-assunnah.com
Channel Telegram
      ● http://t.me/nisaaassunnah
      ● http://t.me/tsalatsatulushul
  
Nisaa` As-Sunnah

Kajian Tauhid Kitab Tsalatsatul Ushul (Pertemuan 74) Kajian Tauhid Kitab Tsalatsatul Ushul (Pertemuan 74) Reviewed by Nisaa` As-Sunnah 4 on December 17, 2017 Rating: 5

Events

ads
Powered by Blogger.