AL-FIQH AL-MUYASSAR (PERTEMUAN 77)


http://t.me/fiqihmukminah

PERTEMUAN 77

KAJIAN FIKIH

Dari kitab:
AL-FIQH AL-MUYASSAR
(FIKIH PRAKTIS)


بسم الله الرحمن الرحيم
الحمدلله والصلاة والسلام على رسول الله وعلى اله وصحبه ومن والاه، أما بعد:

BAGIAN KEEMPAT:

4. JUMLAH SHALAT SUNNAH RAWATIB

Lafazh 'Ar-Rawatib'  adalah bentuk jamak dari lafazh 'ratibah',  artinya 'selamanya',  'terus menerus'.

Shalat rawatib adalah shalat yang mengikuti shalat fardhu.

Faedah shalat rawatib:

Untuk menambal cacat dan kekurangan yang ada dalam shalat fardhu, sebagaimana telah dijelaskan.

JUMLAH RAWATIB:
Sepuluh rakaat

Tersebutkan dalam hadits Ibnu Umar رضي الله عنهما:

حفظت عن رسول الله صلى الله عليه وسلم ركعتين قبل الظهر،  وركعتين بعد الظهر، وركعتين بعد المغرب، وركعتين بعد العشاء، وركعتين قبل الغداة، كانت ساعة لا أدخل على النبي صلى الله عليه وسلم فيها، فحدثتني حفصة أنه كان إذا طلع الفجر وأذن المؤذن،  صلى ركعتين.

"Saya menghafal dari Rasulullah صلى الله عليه وسلم: dua rakaat sebelum Zhuhur, dua rakaat sesudah Zhuhur, dua rakaat sesudah Maghrib, dua rakaat sesudah Isya, dan dua rakaat sebelum Shubuh. Ini adalah waktu di mana saya tidak masuk menemui Rasulullah صلى الله عليه وسلم, maka Hafshah menyampaikan kepadaku bahwa bila fajar telah terbit dan muadzin telah mengumandangkan adzan, maka beliau shalat dua rakaat."  (Muttafaqun 'alaih)

Dan ditekankan bagi seorang muslim untuk menjaga dua belas rakaat shalat rawatib. 
Berdasarkan sabda Nabi صلى الله عليه وسلم:

ما من عبد مسلم يصلي لله تعالى في كل يوم ثنتي عشر ركعة، إلا بنى الله له بيتا -أو: إلا بني له بيت -  في الجنة.

"Tidaklah seorang hamba shalat karena Allah ta'ala setiap hari sebanyak dua belas rakaat, kecuali Allah akan membangunkan untuknya istana -atau kecuali akan dibangunkan untuknya satu istana- di dalam surga." (HR. Muslim, dari Ummu Habibah رضي الله عنها)

Dua belas rakaat ini adalah sepuluh rakaat yang ada dalam hadits Ibnu Umar رضي الله عنهما di atas, hanya saja sebelum Zhuhur sebanyak empat rakaat. 

At-Tirmidzi menambah dalam riwayat hadits Ummu Habibah رضي الله عنها di atas, sebagai berikut:

أربعا قبل الظهر وركعتين بعدها.، وركعتين بعد المغرب، وركعتين بعد العشاء،  وركعتين قبل صلاة الفجر.

"Empat rakaat sebelum Zhuhur dan dua rakaat sesudahnya, dua rakaat sesudah Maghrib, dua rakaat sesudah Isya, dan dua rakaat sebelum Shalat Shubuh." (Jami' At-Tirmidzi, no. 415)

Dan berdasarkan riwayat yang shahih dari hadits Aisyah رضي الله عنها berkata,

كان النبي صلى الله عليه وسلم لا يدع أربعا قبل الظهر. 

"Nabi صلى الله عليه وسلم tidak pernah meninggalkan empat rakaat sebelum Zhuhur."  (HR. Bukhari)

Rawatib yang paling mu'akkad/ditekankan adalah:

Dua rakaat sebelum Shubuh, yaitu sunnah qabliyah Fajar. Berdasarkan sabda Rasulullah صلى الله عليه وسلم:

ركعتا الفجر خير من الدنيا وما فيها. 

"Dua rakaat sebelum Shubuh lebih baik dari dunia dan seisinya." (HR. Muslim)

Dan berdasarkan perkataan Aisyah رضي الله عنها tentang dua rakaat ini,

ولم يكن يدعهما أبدا.

"Dan beliau tidak pernah meninggalkan kedua (rakaat) itu selamanya." (HR. Bukhari)

BAGIAN KELIMA:

5. Bersambung insya Allah

 Diterjemahkan oleh Al-Ustadzah Ummu Abdillah bintu Ali Bahmid hafizhahallah pada hari Rabu, 7 Jumadil Awal 1439 H / 24 Januari 2018 M

====°°°°====°°°°====°°°°====

Akhawati fillah, jika ada yang tidak dipahami, silakan dicatat untuk ditanyakan melalui admin grup masing-masing.

Barakallahu fikunna

#NAMuyassar #NAM77
○○○○○○○○○○○○○○○○○○○○

Bagi yang ingin mendapatkan faedah dari dars kitab Al-Fiqhu Al-Muyassar, silakan mengunjungi:
Website: 
       ● http://www.nisaa-assunnah.com
       ● http://www.nisaa-assunnah.com/p/namuyassar.html
Channel Telegram:
       ● http://t.me/nisaaassunnah
       ● http://t.me/fiqihmukminah

Nisaa` As-Sunnah

AL-FIQH AL-MUYASSAR (PERTEMUAN 77) AL-FIQH AL-MUYASSAR (PERTEMUAN 77) Reviewed by Nisaa` As-Sunnah 4 on January 30, 2018 Rating: 5

Events

ads
Powered by Blogger.