Kajian Tauhid Kitab Tsalatsatul Ushul (Pertemuan 77)


http://t.me/tsalatsatulushul

Pertemuan 77

KAJIAN TAUHID

Dari kitab:
Tsalatsatul Ushul
(Tiga Landasan Utama)

Penulis:
Asy-Syaikh Muhammad bin Abdul Wahab رحمه الله تعالى

Syarah/Penjelasan oleh:
Asy-Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin رحمه الله

بسم الله الرحمن الرحيم
الحمدلله والصلاة والسلام على رسول الله وعلى اله وصحبه ومن والاه، أما بعد

Allah ta'ala telah menyebutkan dalil akal dan dalil qath'i (jelas) dalam surah Ath-Thur. Allah ta'ala berfirman,

أَمْ خُلِقُوا مِنْ غَيْرِ شَيْءٍ أَمْ هُمُ الْخَالِقُونَ

"Apakah mereka diciptakan tanpa sesuatu pun ataukah mereka yang menciptakan?" (QS. Ath-Thur: 35)

Yakni:

Mereka tidak tercipta tanpa adanya pencipta, dan
mereka tidak menciptakan diri mereka sendiri.

Maka jelaslah bahwa pencipta mereka adalah Allah tabaraka wata'ala.

Oleh karena itu, sahabat Jubair bin Muth'im رضي الله عنه ketika mendengar Rasulullah صلى الله عليه وسلم sedang membaca surah Ath-Thur dan ketika sampai pada ayat,

أَمْ خُلِقُوا مِنْ غَيْرِ شَيْءٍ أَمْ هُمُ الْخَالِقُونَ. أَمْ خَلَقُوا السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ ۚ بَلْ لَا يُوقِنُونَ.
أَمْ عِنْدَهُمْ خَزَائِنُ رَبِّكَ أَمْ هُمُ الْمُصَيْطِرُونَ

"Apakah mereka diciptakan tanpa sesuatu pun ataukah mereka yang menciptakan (diri mereka sendiri)? Ataukah mereka telah menciptakan langit dan bumi? Sebenarnya mereka tidak meyakini (apa yang mereka katakan). Ataukah di sisi mereka ada perbendaharaan Rabbmu, atau mereka yang berkuasa?" (QS. Ath-Thur: 35-37)

Jubair yang ketika itu masih musyrik berkata,

كاد قلبي أن يطير، وذلك أول ما وقر الإيمان في قلبي.

"Hampir saja hatiku melayang. Dan itulah awal menetapnya iman dalam hatiku." (HR. Bukhari)

Kami ingin memberi contoh untuk memperjelas masalah ini:

Andaikata ada seseorang berkata kepadamu tentang sebuah istana yang dibangun, yang dikelilingi kebun-kebun, dialiri sungai-sungai, dihamparkan permadani, dan dihias dengan bermacam-macam hiasan dan perabotan yang lengkap dan sempurna,  lalu orang tersebut berkata kepadamu, "Sesungguhnya istana ini dengan segala kesempurnaannya ada dengan sendirinya, atau muncul secara tiba-tiba tanpa ada yang mencipta!"

Sungguh kamu akan mengingkarinya dan tidak mempercayainya, bahkan kamu akan menganggap perkataannya adalah perkataan yang dungu!

Maka setelah itu, apakah boleh alam semesta yang sangat luas ini, dengan bumi dan langitnya, gugusan bintang-bintang dan planet-planetnya, dan  keteraturannya yang indah dan mengagumkan, mencipta dirinya sendiri atau tercipta begitu saja tanpa ada yang menciptakannya?

Alhamdulillah selesai keterangan tentang ADANYA ALLAH ditinjau dari dalil FITHRAH dan dalil AKAL.

Selanjutnya akan kita kaji DALIL SYARIAT tentang WUJUD ALLAH TA'ALA 

Bersambung insya Allah

Diterjemahkan oleh Al-Ustadzah Ummu Abdillah bintu Ali Bahmid hafizhahallah pada Kamis, 2 Rabi'ul Akhir 1439 H / 21 Desember 2017.
_

Akhawati fillah, jika ada yang tidak dipahami, silakan dicatat untuk ditanyakan melalui admin grup masing-masing.

Barakallahu fikunna

#NATauhid #NAT77
====================

Bagi yang ingin mendapatkan faedah dari dars Kitab Tsalatsatul Ushul yang telah berlalu, silakan mengunjungi:
Website 
      ● http://www.nisaa-assunnah.com
      ● http://www.nisaa-assunnah.com/p/natauhid.html
Channel Telegram
      ● http://t.me/nisaaassunnah
      ● http://t.me/tsalatsatulushul
  
Nisaa` As-Sunnah



Kajian Tauhid Kitab Tsalatsatul Ushul (Pertemuan 77) Kajian Tauhid Kitab Tsalatsatul Ushul (Pertemuan 77) Reviewed by Nisaa` As-Sunnah 4 on January 06, 2018 Rating: 5

Events

ads
Powered by Blogger.