AL-FIQH AL-MUYASSAR (PERTEMUAN 75)


http://t.me/fiqihmukminah

PERTEMUAN 75 

KAJIAN FIKIH

Dari kitab:
AL-FIQH AL-MUYASSAR
(FIKIH PRAKTIS)


بسم الله الرحمن الرحيم
الحمدلله والصلاة والسلام على رسول الله وعلى اله وصحبه ومن والاه، أما بعد:

Akhawati fillah kita lanjutkan kajian fikih, dari kitab Al-Fiqhul Muyassar. 

BAB KELIMA

SHALAT TATHAWWU (SHALAT SUNNAH) 

Dalam bab ini terdapat beberapa bagian;

Yang dimaksud dengan 'tathawwu' (sunnah) adalah semua amal ketaatan (ibadah) yang tidak wajib.

BAGIAN PERTAMA:

1. KEUTAMAAN DAN HIKMAH DISYARIATKANNYA SHALAT SUNNAH:

1. KEUTAMAAN SHALAT TATHAWWU/SUNNAH 

Shalat sunnah merupakan ibadah untuk mendekatkan diri kepada Allah yang afdhal (paling utama) setelah jihad fi sabilillah dan thalabul ilmi (menuntut ilmu).
Sebab Nabi صلى الله عليه وسلم selalu taqarrub/mendekatkan diri kepada Allah dengan shalat-shalat sunnah. Dan berdasarkan hadits Abu Hurairah رضي الله عنه, dia berkata, Rasulullah صلى الله عليه وسلم bersabda,

إن الله تعالى قال :  من عادى لي وليا فقد آذنته بالحرب،  وما تقرب إلى عبدي بشيء أحب إلى مما افترضته عليه،  وما يزال عبدي يتقرب إلى بالتوافل حتى أحبه...

"Sesungguhnya Allah ta'ala berfirman, 'Barang siapa memusuhi wali-wali-Ku, maka Aku mengumumkan perang kepadanya. Dan tidaklah hamba-Ku mendekatkan diri kepada-Ku dengan sesuatu yang lebih Aku cintai daripada yang Aku wajibkan kepadanya. Dan hamba-Ku senantiasa mendekatkan dirinya kepada-Ku dengan amalan-amalan sunnah sehingga akhirnya Aku mencintainya..." (Diriwayatkan oleh Al-Baghawi dalam Syarh As-Sunnah, 5/21, no. 1249, dan dishahihkan oleh Al-Albani dalam As-Silsilah Ash-Shahihah, no. 1640)

2. HIKMAH DISYARIATKAN SHALAT SUNNAH

Allah ta'ala telah mensyariatkan amalan-amalan sunnah sebagai rahmat (kasih sayang)  kepada hamba-hamba-Nya.

Maka Allah ta'ala menjadikan untuk semua ibadah wajib, ada ibadah sunnah yang sejenis dengannya, agar seorang mukmin bertambah imannya dan terangkat derajatnya dengan melakukan ibadah-ibadah sunnah.

Dan ibadah-ibadah sunnah dapat 

- menyempurnakan ibadah-ibadah fardhu,
- menambal kekurangan dalam ibadah-ibadah fardhu, sebab pelaksanaan ibadah-ibadah fardhu tidak luput dari kekurangan.

Sebagaimana dalam hadits Abu Hurairah رضي الله عنه, dari Nabi صلى الله عليه وسلم bersabda,

إن أول ما يحاسب به العبد المسلم يوم القيامة الصلاة،  فإن أتمها، وإلا قيل :  انظروا هل له من تطوع؟  فإن كان له تطوع أكملت الفريضة من تطوعه،  ثم يفعل بسائر الأعمال المفروضة مثل ذلك.

"Sesungguhnya amal pertama yang dihisab pada seorang muslim pada hari kiamat adalah shalat. Maka jika sempurna shalatnya, maka ditulislah sempurna, dan jika tidak, maka dikatakan, 'Lihatlah! Apakah dia mempunyai amalan shalat sunnah?'. Maka jika dia mempunyai amalan shalat sunnah, maka shalat wajibnya disempurnakan dari shalat sunnahnya, kemudian dilakukan seperti itu pada seluruh amal-amal wajibnya." (HR. Abu Dawud, An-Nasa'i, dan Ibnu Majah)

BAGIAN KEDUA:

2. BAGIAN-BAGIAN SHALAT SUNNAH

Bersambung insya Allah

Diterjemahkan oleh Al-Ustadzah Ummu Abdillah Zainab bintu Ali Bahmid hafizhahallah pada hari Rabu, 15 Rabi'ul Akhir 1439 H / 3 Januari 2018 M

====°°°°====°°°°====°°°°====

Akhawati fillah, jika ada yang tidak dipahami, silakan dicatat untuk ditanyakan melalui admin grup masing-masing.

Barakallahu fikunna 

#NAMuyassar #NAM75
○○○○○○○○○○○○○○○○○○○○

Bagi yang ingin mendapatkan faedah dari dars kitab Al-Fiqhu Al-Muyassar, silakan mengunjungi:
Website: 
       ● http://www.nisaa-assunnah.com
       ● http://www.nisaa-assunnah.com/p/namuyassar.html
Channel Telegram:
       ● http://t.me/nisaaassunnah
       ● http://t.me/fiqihmukminah

Nisaa` As-Sunnah

AL-FIQH AL-MUYASSAR (PERTEMUAN 75) AL-FIQH AL-MUYASSAR (PERTEMUAN 75) Reviewed by Nisaa` As-Sunnah 4 on January 06, 2018 Rating: 5

Events

ads
Powered by Blogger.